Bursa Pagi: Global-Regional Terjungkal, IHSG Berlanjut Bearish

Bursa Pagi: Global-Regional Terjungkal, IHSG Berlanjut Bearish

Posted by Written on 28 February 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (28/2) bursa saham Asia dibuka berguguran terseret kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang terbebani oleh ketakutan akan meluasnya penyebaran wabah infeksi virus korona tipe baru. Investor mengalihkan dananya ke aset-aset safe haven. Indeks MSCI Asia ex-Jepang melorot 0,62%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200, Australia lebih dari 3%. Indeks terperosok 2,82% (-187,80 pooin) ke level 6.470,10 pada pukul 8:25 WIB. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 1,48% dan berlanjut melorot 1,59% ke posisi 2.022,12.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terpuruk 2,83% (-621,88 poin) ke level 21.326,35, setelah dibuka terjungkal 3,1%, dan Topix anjlok 2,99%. Rilis data penjualan ritel pada Januari lalu turun 0,4% (yoy), lebih baik dari ekspektasi penurunan 1,1%.

Lanjutkan tren kejatuhan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terpangkas 1,98% (-529,56 poin) ke posisi 26.249,06 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China terpotong2,23% ke level 2.924,64.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini (lagi-lagi) dihadapkan pada tren penurunan tajam indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah terbenam di zona merah pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 2,69% ke level 5.535. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 5,48% menjadi USD21,58.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan tren bearish di rentang konsolidasi. Secara teknikal, pergerakan indeks sudah menembus support level terendah, terlemah sejak dua tahun terakhir.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, tertekannya indeks bursa global dan regional karena kekhawatiran akan meluasnya penyebaran virus korona di luar China, melemahnya nilai tukar rupiah, serta turunnya sejumlah harga komoditas kecuali CPO, emas dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 5.435 dan  resistance  di level 5.635. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: MDKA (Buy, Support: Rp1.305, Resist: Rp1.415), JSMR (Buy, Support: Rp4.675, Resist: Rp4.890), MNCN (Buy on Weakness, Support: Rp1.230, Resist: Rp1.330), SSIA (Buy, Support: Rp635, Resist: Rp665).

  • ETF: XIPI ( SELL , Support: Rp154, Resist: Rp166), XPLC ( SELL , Support: Rp426, Resist: Rp452), 

    XPDV ( SELL , Support: Rp419, Resist: Rp445).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan lebih besar dibanding sebelum-sebelumnya, anjlok lebih dari 4%, terbesar dalam sejarah. Investor mengkhawatirkan penyebaran virus korona di AS. Dow dan S&P 500 masuk ke jalur kinerja mingguan terburuk sejak 2008, rontok lebih dari 11% ( week-to-date ), sedangkan S&P 500 tergerus 10,8% (wtd). CDC mengkonfirmasi kasus pertama virus korona AS di California Utara, yang belum pernah ke China, menunjukkan kemungkinan "penyebaran komunitas" dari penyakit itu. Gubernur California Gavin Newsom mengatakan pemerintah memantau 8.400 orang terkait virus korona.

Saham Apple, Intel dan Exxon Mobil berguguran setidaknya 6%. AMD dan Nvidia terpotong 7,3% dan 5,6%. American Airlines ambles 7,7%, dan United Airlines merosot 2,4%. Las Vegas Sands dan MGM Resorts, masing-masing melorot 1,3% dan 4,5%. Saham Microsoft anjlok 7,1% setelah mengeluarkan peringatan kemungkinan dampak Covid-19 terhadap pendapatannya. Jumlah kasus Covid-19 di luar China yang dikonfirmasi terus meningkat. Korea Selatan mengkonfirmasi total lebih dari 1.700 kasus, dan lebih dari 600 orang tertular virus itu di Italia.

  • Dow Jones Industrial Average anjlok 4,4% (1.190,95 poin) menjadi 25.766,64.

  • S&P 500 terperosok 4,4% (-137,63 poin) ke posisi 2.978,76.

  • Nasdaq Composite terpangkas 4,6% (-414,30 poin) ke level 8.566,48.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup dengan penurunan tajam, terbebani sentimen pasar karena wabah virus korona yang telah menginfeksi lebih dari 81.000 orang dan menewaskan lebih dari 2.700 di seluruh dunia. Negara-negara Eropa, Estonia dan Denmark,melaporkan kasus virus korona pertama, sementara Inggris juga melaporkan dua kasus baru. Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan ada 433 kasus baru yang dikonfirmasi di negara itu dan 29 kematian tambahan pada 26 Februari.

Indeks STOXX 600 terjungka 3,75% menjadi 389,45, terpangkas lebih dari 10% dari rekor tertinggi 19 Februari tahun lalu. Indeks FTSE MIB Italia turun 2,66% menjadi 22.799,37. Saham Standard Chartered turun hampir 4% meskipun melaporkan kenaikan laba tahunan 46%. Indeks sentimen ekonomi zona euro pada Februari berada di posisi 103,5, naik dari 102,6 di Januari, mengalahkan ekspektasi 102,2. Kepercayaan konsumen berada di -6,6, naik dari -8,1 pada Januari.

  • DAX 30 Frankfurt anjlok 3,19%(-407,42 poin) menjadi 12.367,46.

  • FTSE 100 London terperosok 3,49% (-246,07 poin) ke level 6.796,40.

  • CAC 40 Paris terjungkal 3,32% (-188,95 poin) ke posisi 5.495,60.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, investor berspekulasi Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan Maret untuk mengimbangi dampak penyebaran virus korona. Pasar menilai suku bunga AS jauh lebih tinggi dibanding anggota lainnya di G10, sehingga mempunyai ruang lebih luas untuk menurunkan suku bunga. Euro mencatat kenaikan harian terbesar sejak Mei 2018.

Infeksi virus korona yang sudah tumbuh lebih cepat di luar China, memicu kekhawatiran bahwa dampak ekonomi pada rantai pasokan dan permintaan konsumen mungkin jauh lebih besar dari estimasi sebelumnya. Investor beralih ke surat utang pemerintah Amerika. Imbal hasil US Treasury 10 tahun merosot untuk hari ketiga berturut-turut ke rekor terendah 1,241%. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun 0,49% menjadi 98,508, merosot sekitar 1% dari level tertinggi pekan lalu.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.0998-0.0003-0.03%6:31 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28880.0001+0.01%6:31 PM
Yen (USD-JPY)109.610.02+0.02%6:31 PM
Yuan (USD-CNY)7.0044-0.0183-0.26%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,025.0085.00+0.61%--

Sumber : Bloomberg.com, 27/2/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak turun, memasuki hari kelima berturut-turut ke level terendah dalam lebih dari setahun. Penyebaran virus korona di luar China memicu kekhawatiran bahwa pandemi dapat memperlambat ekonomi global dan mengikis permintaan minyak mentah. Investor menunggu pertemuan OPEC + di Wina 5-6 Maret.

Kasus infeksi pertama di AS yang tidak diketahui asalnya mendorong pasar energi untuk bersiap-siap menghadapi penurunan permintaan minyak mentah yang berkepanjangan. Perdagangan di pasar minyak menunjukkan investor memperkirakan periode oversupply berkepanjangan, dengan penurunan permintaan akibat penyebaran virus yang telah masuk ke negara-negara dengan ekonomi besar, termasuk Korea Selatan, Jepang dan Italia.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun USD1,25 (-2,3%) menjadi USD52,18 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,64 (-3,4%) menjadi USD47,09 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup menguat kembali, seteah sempat tertekan oleh aksi ambil untung setelah kenaikan lebih dari 1% di awal sesi. Investor mengincar emas, melarikan diri dari risiko penurunan harga saham global, sementara imbal hasil US Treasury mencapai rekor terendah. Kenaikan emas diperkuat dengan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan bank sentral dunia.

Harga logam mulia lainnya; palladium melonjak 1,4% menjadi USD2.828,61 per ounce, platinum turun 0,8% menjadi USD903,26, sementara perak melemah 0,7% menjadi USD17,76.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.645,59 per ounce.

  • Harga emas berjangka cenderung mendatar di posisi USD1.642,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author