Bursa Siang: Investor Makin Hati-hati, Aksi Jual Landa IHSG Dan Market Regional

Bursa Siang: Investor Makin Hati-hati, Aksi Jual Landa IHSG Dan Market Regional

Posted by Written on 27 February 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dilanda aksi jual masif saat sesi pagi pada perdagangan hari Kamis (27/2). IHSG ke level 5.539 setelah melorot -2,63 persen (-150 poin).

Indeks LQ45 -3,33% ke 891.

Indeks IDX30 -3,30% ke 487.

Indeks IDX80 -3,01% ke 124.

Jakarta Islamic Indes (JII) -2,00% ke 581.

Indeks Kompas100 -3,19% ke 1.112.

Indeks Sri Kehati -3,51% ke 358.

Indeks SM Infra18 -3,01% ke 273.

Saham Teraktif: BBRIMNCNBMRIANTMBBNIUNVRREAL

Saham Top Gainer LQ45: MNCNTLKM

Saham Top Loser LQ45: INKPICBPWIKAJSMRBSDEINDFBTPS

Nilai transaksi Rp3,18 triliun. Volume perdagangan sebanyak 28,93 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp448,50 miliar

Nilai tukar rupiah drop -0,36 persen ke level Rp13.975 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Pelemahan di pasar saham Asia berlanjut di sesi pagi pada perdagangan hari Kamis (27/2). Para investor tetap berhati-hati atas penyebaran baru virus corona secara cepat yang telah menginfeksi lebih dari 81.000 orang serta menyebabkan 2.700 orang meninggal dunia.

"Lonjakan kasus infeksi virus corona di luar China tentu saja meningkatkan risiko pandemi," kata Desh Peramunetilleke, Analis pada Jefferies (Hong Kong) seperti dikutip reuters. Menurutnya estimasi kinerja pendapatan (emiten) saat ini belum memperhitungkan risiko seperti itu dan karena itu rentan terhadap pelemahan lebih lanjut.

Otoritas Kesehatan AS memperingatkan bahwa dana pasar saham global yang amblas sudah mencapai USD3,6 triliun hingga penutupan perdagangan hari Rabu pekan ini. Hal ini seiring naiknya ketakutan terhadap pandemic virus corona.

Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 ke zona merah, melemah paling dalam di pasar saham Asia Pasifik. Demikian pula dengan Indeks Topix turun 2,26 persen.

Adapun bursa saham Korsel juga ke area pelemahan seiring tekanan pada Indeks Kospi. Bank of Korea (bank sentral Korsel) mempertahankan suku bunga acuan tetap di level 1,25 persen. Keputusan ini dinilai mengejutkan pasar karena diperkirakan akan memangkas suku bunga. Mata uang won melemah terhadap USD ke level 1.216,25 dari posisi sebelumnya di 1.212.
Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong ke teritori negatif.
Sementara itu bursa saham China menguat saat sesi siang. Penguatan ini melawan arus dimana sebagian besar bursa regional melemah. Indeks Shenzhen Composite naik 1,037 persen. Indeks Shenzhen Component naik 1,2 persen.
Bursa saham Australia melemah seiring tekanan terhadap Indeks S&P/ASX200 setelah terjadi aksi jual terhadap saham-saham bank.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melemah 0,45 persen.
Indeks dolar AS melorot ke level 98,986 dibanding level sebelumnya di posisi 99,051.
Kurs yen menguat ke level 110,25 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 111,00 yen.
Dolar Australia melemah di level $0,6555 dibanding level sebelumnya sebesar $0,66.

Indeks Bursa Asia


Oil
Harga minyak melorot pada perdagangan hari Kamis (26/2) di sesi pagi ke level terendah terhitung sejak Januari 2019. Pelemahan ini seiring pertumbuhunan kasus virus corona di luar China yang terus bertambah. Hal ini membuat ketakutan semakin dalam terhadap perlambatan ekonomi global serta pelemahan demand oil.
Minyak Brent down 77 sen ke harga USD52,66 per barel (02.04 GMT). Sedangkan minyak WTI juga melemah 80 sen ke level USD47,93 per barel. Posisi harga Brent ke level terendah sejak 4 Januari 2019 dan minyak WTI ke harga terendah sejak 2 Januari 2019.

(cnbc/reuters//idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author