Bursa Pagi: Pelemahan Global Berlanjut, IHSG Jenuh Jual Tunggu Sinyal Reversal

Bursa Pagi: Pelemahan Global Berlanjut, IHSG Jenuh Jual Tunggu Sinyal Reversal

Posted by Written on 27 February 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (27/2) dibuka melorot, tertekan oleh ketakutan akan cepatnya penyebaran virus korona tipe baru (Covid-19) yang telah menginfeksi lebih dari 81.000 orang dan membunuh lebih dari 2.700 orang, dan mulai berkembang di Eropa dan Timur Tengah. Presiden AS, Donald Trump menyatakan risiko penyebaran virus korona di negaranya "sangat kecil".
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,36% di tengah aksi jual saham perbankan. Indeks berlanjut turun 0,57% (38,4poin) ke posisi 6.669,7 pada pukul 8:10 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang merosot 1,38% (-309,04 poin) ke level 22.117,15, setelah dibuka anjlok 1,31%, dan Topix ambles 1,27%, diwarnai penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan sedikit melemah menjelang rilis keputusan suku bunga acuan Bank of Korea, dan berlanjut melemah 0,2% menjadi 2.072,71.
Lanjutkan tren pelemahan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,63% (-167,32 poin) ke level 26.529,17 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,15% menjadi 2.992,49.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini masih dihadapkan pada kecenderungan pelemahan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan membukukan penurunan tajam 1,7% ke level 5.688. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,17% menjadi USD22.83.
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan menghadapi tekanan pelemahan. Tekanan pada harga komoditas masih akan membayangi kinerja sejumlah emiten. Secara teknikal, indeks sudah berada di area jenuh jual namun sinyal reversal masih belum tergambar.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, terus bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal karena virus korona terutama di Korea Selatan dan Italia serta Iran diprediksi masih akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu turunnya hampir mayoritas harga komoditas kecuali nikel dan emas juga akan menjadi tambahan sentimen negatif di pasar.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 5.625 dan resistance di level 5.750. 
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: PWON (Buy on Weakness, Support: Rp530, Resist: Rp565), JPFA (Buy on Weakness, Support: Rp1.425, Resist: Rp1.490), SMGR (Buy on Weakness, Support: Rp10.700, Resist: Rp11.250), TBIG (Buy, Support: Rp1.155, Resist: Rp1.230).

  • ETF: XIHD ( SELL , Support: Rp456, Resist: Rp474), XISR ( SELL , Support: Rp370, Resist: Rp382), 

    XDIF ( SELL , Support: Rp444, Resist: Rp464).


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan melanjutkan penurunan, gagal melanjutkan kenaikan yang terjadi pada awal sesi perdagangan. Imbal hasil US Treasury 10-tahun diperdagangkan pada rekor terendah, sebesar 1,3%, di tengah kekhawatiran tentang virus korona yang terus menghantui. Pejabat Badan Makanan dan Obat-obatan (FDA) mengatakan penyebaran virus korona sudah mendekati pandemi. Korea Selatan melaporkan 169 kasus baru, sehingga totalnya menjadi 1.146 orang terinfeksi.
Di Italia, infeksi mencapai 325 China melaporkan 406 kasus baru yang dikonfirmasi, dan 52 kematian lainnya. Saham Disney membukukan kinerja terburuk, terperosok lebih dari 3%. Exxon Mobil dan Chevron masing-masing anjlok lebih dari 2%. Saham sektor energi anjlok hampir 3% sementara utilitas dan real estat keduanya turun lebih dari 0,8%, menyeret penurunan S&P 500.
  • Dow Jones Industrial Average turun 0,46% (-123,77 poin) menjadi 26.957, 59.

  • S&P 500 menyusut 0,38% (-11,82 poin) ke posisi 3.116, 39.

  • Nasdaq Composite menguat 0,17% (15,16 poin) ke level 8.980,78
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup variatif, indeks STOXX 600 naik tipis 0,02 poin menjadi 404,62, di tengah kejatuhan harga saham perjalanan dan wisata lebih dari 2%. Indeks FTSE MIB Italia melonjak 1,44% (332,10 poin) ke posisi 23.422,54. Laporan keuangan tetap menjadi pendorong utama pergerakan saham. Weir Group melesat 12% dan Alcon melejit 7% setelah mengalahkan ekspektasi laba. Saham Groupe PSA Produsen mobil Peugeot melonjak 5%. ISS longsor 15%, dan Biomerieux turun 7% karena melaporkan kinerja yang mengecewakan.
Italia tetap menjadi perhatian karena seranan virus korona yang kini menyebar ke selatan. Perdana Menteri Giuseppe Conte mendesak pemberitaan yang tidak terlalu sensasional karena dikhawatirkan akan mendorong ekonomi Italia yang sudah rapuh ke jurang resesi. Kasus virus korona muncul di seluruh Eropa, teranyar di Austria, Swiss dan Spanyol. Prancis mengkonfirmasi kematian keduanya, Rabu, sementara Yunani mengkonfirmasi kasus pertama. Tingkat kepercayaan konsumen Prancis pada Februari sedikit melebihi ekspektasi meski stabil di angka 104.
  • FTSE 100 London naik 0,35% (24,59 poin) ke level 7.042,47.

  • CAC 40 Paris menguat 0,09% (4,87 poin) di posisi 5.684,55.

  • DAX 30 Frankfurt melemah 0,12% (15,61 poin) menjadi 12.774,88.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York sedikit menguat. Berita virus korona menekan sentimen. Reli obligasi Amerika Serikat, mendorong US Treasury 10-tahun ke rekor terendah untuk hari kedua berturut-turut. Dolar melemah terhadap euro, namun mengaut terhadap yen. Dolar sedikit terbantu karena investor mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengisyaratkan lebih banyak pelonggaran kebijakan dalam menanggapi penyebaran virus korona di luar China. Indeks dolar, ukuran kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju bertambah 0,03% menjadi 98,996.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.08820.0001+0.01%6:25 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2904-0.0001-0.01%6:25 PM
Yen (USD-JPY)110.41-0.02-0.02%6:24 PM
Yuan (USD-CNY)7.02270.0091+0.13%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,940.0053.50+0.39%--

Sumber : Bloomberg.com, 26/2/2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak turun, terperosok ke level terendah dalam lebih dari satu tahun. Ratusan kasus infeksi virus korona yang dilaporkan di Eropa dan Timur Tengah memicu kekhawatiran penurunan energi dan dikhawatirkan akan menyebar ke seluruh AS. Ada 83 orang yang sedang dipantau di New York untuk kemungkinan paparan virus korona. Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak global jatuh ke level terendah dalam satu dekade. OPEC + dijadwalkan bertemu di Wina pada 5-6 Maret
Harga sempat bergerak positif setelah pemerintah AS melaporkan penurunan persediaan bensin pekan lalu. Menurut Badan Informasi Energi AS, stok minyak mentah tumbuh 452.000 barel menjadi 443,3 juta barel, di bawah perkiraan kenaikan 2 juta barel. Goldman Sachs memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak 2020 menjadi 600.000 barel per hari (bph) dari 1,2 juta bph, dan menurunkan perkiraan Brent menjadi USD60 per barel dari USD63.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent, anjlok USD1,52 (-2,77%) menjadi USD53,43 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun USD1,17 (-2,34%) menjadi USD48,73 per barel.
Harga emas di bursa komoditas COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup variatif, di tengah kekhawatiran wabah virus korona dan dampaknya terhadap ekonomi global meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral utama. Pasar uang memperhitungkan dua pemotongan suku bunga 25 basis poin (bps) oleh The Fed, dan memperkirakan pemangkasan 10 bps oleh Bank Sentral Eropa hingga Desember.
Harga emas melejit lebih dari 3% bulan ini, setelah mencapai level tertinggi tujuh tahun di USD1.688,66 awal pekan ini. Kepemilikan di SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar dunia, melesat ke level tertinggi sejak November 2016 di 940,09 ton, pada Selasa lalu. Harga logam mulai lainnya; palladium melonjak 1,8% menjadi USD2.748,93 per ounce, platinum merosot 1,5% menjadi USD911,79, dan perak turun 0,2% menjadi USD17,96.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.644,03 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,2% menjadi USD1.646,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author