Bursa Siang: Market Regional Dan IHSG Tumbang Seiring Kekhawatiran Pandemi virus Secara Global

Bursa Siang: Market Regional Dan IHSG Tumbang Seiring Kekhawatiran Pandemi virus Secara Global

Posted by Written on 26 February 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir melemah saat sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (26/2). IHSG ke level 5.724 setelah melorot -1,08 persen (-63 poin).

Indeks LQ45 -1,31% ke 929.

Indeks IDX30 -1,32% ke 507.

Indeks IDX80 -1,49% ke 129.

Jakarta Islamic Indes (JII) -2,01% ke 597.

Indeks Kompas100 -1,38% ke 1.158.

Indeks Sri Kehati -0,81% ke 374.

Indeks SM Infra18 -1,51% ke 283.

Saham Teraktif: TOWRPURABTPSUNVRACESJPFATINS

Saham Top Gainer LQ45: BTPSITMGPWONUNVRKLBF

Saham Top Loser LQ45: BBCAPGASGGRMUNTRJPFAERAAADRO

Nilai transaksi Rp3,65 triliun. Volume perdagangan sebanyak 34,49 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp886,14 miliar

Nilai tukar rupiah drop -0,29 persen ke level Rp13.910 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia melemah di sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (26/2) seiring peringatan dari AS terhadap warga negaranya agar mengantisipasi kemungkinan terjadinya pandemi virus corona yang telah mendorong tumbangnya bursa Wall Street dan menekan yield surat utang ke level terendah.

Yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun di transaksikan ke level 1,3421 persen di pasar Asia setelah closing di level terendah sebesar 1,3070 persen. Sementara tenor 30 tahun ke posisi 1,8142 persen atau sedikit di atas posisi terendah sebesar 1,7860 persen.

WHO mengatakan epidemi virus corona telah mencapai titik puncak di China. Tetapi kekhawatiran bahwa perluasannya sedang terakselerasi ke negara lain memungkinkan investor menahan diri.

Analis CMC Market (Sydney) Michael Mc Carthy menilai terlihat di pasar saham sedang mengejar ketertinggalan. "Pasar aset lain telah memasang peringatan selama berminggu-minggu. Rebound pasar saham dimungkinkan, tetapi pelaku pasar masih melihat banyak momentum pelemahan," katanya.

Bursa saham Australia menjadi lokomotif pelemahan pasar saham Asia Pasifik. Seiring pelemahan seluruh sektor saham, Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia turun tajam.

Sektor finansial turun paling buruk sebesar 2 persen seiring pelemahan saham bank papan atas. Saham Australia and New Zealand Banking Group drop 2,9 persen. Commonwealth Bank of Australia turun 1,79 persen. Westpac turun 1,89 persen. National Australia Bank drop 2,54 persen.

Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 juga ke zona merah. Indeks Topix turun 1,04 persen. Bursa saham Korsel juga ke area pelemahan seiring tekanan pada Indeks Kospi.

Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong ke teritori negatif. Pemerintah Hong Kong mengungkapkan anggaran hingga USD 15,4 miliar seiring merebaknya wabah virus corona serta upaya mengatasi gerakan protes anti pemerintah yang menimbulkan kekerasan selama beberapa waktu.
Sementara itu bursa saham China mixed saat sesi siang. Indeks Shenzhen Composite drop 0,785 persen. Indeks Shenzhen Component drop 0,98 persen. Sedangkan Indeks Shanghai Composite bangkit dari pelemahan.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melemah 0,98 persen.
Indeks dolar AS melorot ke level 99,115 dibanding level sebelumnya di posisi 99,3.
Kurs yen melemah ke level 110,44 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 110,12 yen.
Dolar Australia melemah di level $0,6596 dibanding level sebelumnya sebesar $0,662.

Indeks Bursa Asia


Oil
Harga minyak menguat pada perdagangan hari Rabu (26/2) di sesi pagi. Para pemodal ambil posisi short setelah dalam 3 sesi harga minyak melemah. Penguatan harga minyak terjadi bahkan saat kekhawatiran mendalam terhadap penyebaran virus corona yang cepat akan menybabkan pandemi global.
Minyak Brent melaju 42 sen ke harga USD55,37 per barel (01.54 GMT). Sedangkan minyak WTI juga menguat 43 sen ke level USD50,33 per barel.

(cnbc/reuters//idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author