Bursa Pagi: Tekanan Global Berlanjut, IHSG Bearish Menuju Jenuh Jual

Bursa Pagi: Tekanan Global Berlanjut, IHSG Bearish Menuju Jenuh Jual

Posted by Written on 26 February 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (26/2), kembali dibuka melemah melanjutkan tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang dihantui penyebaran virus korona tipe baru (Covid-19), terutama di luar China. Indeks MSCI Asia-ex-Jepang merosot 0,59%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 1,74%. Semua sektor dibuka di zona merah di tengah kejatuhan harga sejumlah komoditas global. Indeks terjungkal 2,06% (-141,70 poin) ke level 6.724,90 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 1,42% (-320,08 poin) ke posisi 22.285,33, setelah dibuka melorot 1,07%. Topix juga turun 1,07%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka terperosok 1,74% dan Kosdaq drop 1,62%, dan berlanjut turun 1,30% menjadi 2.076,30.

Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terperosok 1,54% (-413,33 poin) ke level 26.479,90 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga merosot 1,15% ke posisi 2.978,42.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tekanan kejatuhan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal melanjutkan penguatan pada pembukaan sesi perdagangan kemarin dan ditutup melemah 0,34% menjadi 5.787. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,87% menjadi USD22,87.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan kembali berusaha kembali ke zona hijau meski terbebani penurunan harga komoditas dan sentimen negatif global. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish reversal, dengan bergerak bearish menuju jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kembali melemahnya indeks bursa global dan regional yang dipicu oleh kekhawatiran akan penyebaran virus korona dan turunnya yield  obligasi AS dengan tenor 10 tahun ke level terendah, diprediksi akan menjadi katalis negatif.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 5.745 dan resistance di level 5.820. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: PTBA (Buy, Support: Rp2.310, Resist: Rp2.510), ASII (Buy, Support: Rp6.000, Resist: Rp6.425), 

    ITMG (Buy, Support: Rp10.500, Resist: Rp11.450), JSMR (Buy, Support: Rp4.910, Resist: Rp5.100).

  • ETF: XISC (Buy, Support: Rp646, Resist: Rp658), XIIF (Buy, Support: Rp582, Resist: Rp596), 

    XPFT (Buy, Support: Rp516, Resist: Rp524).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi kembali berakhir dengan membukukan penurunan tajam, sekitar 3%, setelah sempat dibuka di zona hijau. Penurunan imbal hasil US Treasury 10 tahun ke rekor terendah 1,33%, meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi global melambat signifikan akibat penyebaran virus korona. Arahan pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) agar warga AS bersiap-siap mengantisiasi kemungkinan jika wabah virus korona memburuk di AS, ikut memicu aksi jual.

Penurunan imbal hasil mendorong kejatuhan saham perbankan. Bank of America anjlok lebih dari 5% sementara JPMorgan Chase ditutup 4,5% lebih rendah. Citigroup dan Wells Fargo masing-masing merosot sebesar 4,3% dan 2,7%.

Mastercard tergerus lebih dari 6% setelah memperingatkan tentang dampak potensial virus korona terhadap kinerja keuangan 2020. Saham teknologi seperti Apple dan Facebook anjlok lebih dari 10% dari rekor tertinggi yang dicetak bulan lalu.

  • Dow Jones Industrial Average terpenggal 3,15% (-8769,44 poin) ke level 27.081,36.

  • S&P 500 terjungkal 3,03% (-97,68 poin) ke posisi 3.128,21.

  • Nasdaq Composite terperosok 2,77% (-255,67 poin) menjadi 8.965,61.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup dengan membukukan penurunan, pelaku pasar terbebani kekhawatiran atas penyebaran virus korona di Italia dan di seluruh dunia. Swiss mengkonfirmasi kasus pertama virus tersebut, dan Austria melaporkan dua kasus pertamanya. Indeks FTSE MIB Italia terkikis 1,44% (-336,75 poin) menjadi 23.090,44, di tengah serangan wabah virus korona di utara Italia, dengan 280 kasus infeksi Covid-19 dan 7 orang meninggal.

Indeks STOXX 600 merosot 1,76% menjadi 4.040,60, dengan semua sektor berakhir di zona merah. Rilis data ekspor memperlihatkan aktivitas ekonomi Jerman mandek pada kuartal keempat. Kantor Statistik Federal mengkonfirmasi bahwa ekonomi Jerman tumbuh 0,6% pada 2019, terlemah sejak krisis utang zona euro pada 2013.

  • DAX 30 Frankfurt melorot 1,88% (-244,75 poin) menjadi 12.790,49.

  • FTSE 100 London anjlok 1,94% (-138,95 poin) ke level 7.017,88.

  • CAC 40 Paris terpangkas 1,94% (112,19 poin) ke posisi 5.679,68.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve setidaknya 25 basis poin tahun ini untuk mengurangi tekanan pada ekonomi akibat wabah virus korona China. Aset safe haven lainnya menguat, para money manager meyakini The Fed memiliki ruang yang cukup banyak untuk menurunkan suku bunga. 

Pada saat yang sama imbal hasil US Treasury 10-tahun mencapai titik terendah sepanjang masa. Indeks dolar, ukuran kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,39% menjadi 98,968.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.0877-0.0005-0.05%6:26 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3002-0.0003-0.02%6:26 PM
Yen (USD-JPY)110.240.04+0.04%6:26 PM
Yuan (USD-CNY)7.0136-0.016-0.23%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,886.5015.00+0.11%--

Sumber : Bloomberg.com, 25/2/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun. Kekhawatiran terhadap penyebaran virus korona dan dampaknya terhadap permintaan minyak, melebihi penurunan produksi OPEC dan penyusutan pasokan Libya. Aksi jual pasar meningkat setelah CDC AS memperingatkan agar warga AS harus mulai bersiap-siap menghadapi kemungkinan penyebaran virus korona setelah laporan sejumlah kasus baru di beberapa negara.

  • Minyak mentah berjangka Brent turun USD1,35 (-2,4%), menjadi USD54,95 per barel.

  • Minyak mentah berjangka WTI turun USD1,53 (-3%), menjadi USD49,90 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup turun lebih dari 1%, tertekan oleh aksi ambil untung, setelah reli harga emas ke level tertinggi 7 tahun. Analis mengatakan penurunan kali ini hanya jeda sesaat, karena harga emas masih berpotensi menguat seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan ancaman virus korona yaang masih menghantui pasar modal global. Harga logam mulia lainnya; palladium melonjak 3% menjadi USD2.707 per ounce, perak anjlok 2,3% menjadi USD18,20, dan platinum melorot 3,3% menjadi USD931,7.

  • Harga emas di pasar spot turun 1% menjadi USD1.644,40 per ounce.

  • Harga emas berjangka anjlok 1,6% menjadi USD1.650 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author