Bursa Pagi: Eropa-Wall Street Rontok, Asia dan IHSG Berlanjut Melemah

Bursa Pagi: Eropa-Wall Street Rontok, Asia dan IHSG Berlanjut Melemah

Posted by Written on 25 February 2020


Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (25/2), dibuka cenderung turun, mengikuti tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street lebih dari 3%. Bursa saham global dihantui lonjakan kasus infeksi virus korona di luar China, terutama di Korea Selatan, Italia, dan Timur Tengah. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,2%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka anjlok 1,56% di tengah kejatuhan harga minyak. Indeks berlanjut merosot 1,22% (-85,40 poin) ke posisi 22.684,35 pada pukul 8:35 WIB. 

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,1% kendati rilis indeks Sentimen Konsumen untuk Februari turun 7,3 poin, menjadi 96,9. Indeks berlanjut melaju 0,96% ke level 2.098,98.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 3,0% (-702,30poin) ke level 22.684,35, setelah dibuka tumbang 3,97% pasca libur panjang akhir pekan, dan Topix terperosok 3,1%. Saham Fast Retailing terpangkas 3,6%, sementara Fujifilm melesat lebih dari 4% setelah media lokal mengabarkan akan menggunakan obat anti flu yang dikembangkan di unitnya untuk pengobatan korban virus korona.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,37% (98,49 poin) menjadi 26.722,39. Indeks Shanghai Composite, China melorot 1,11% ke level 2.997,44.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah terbenam di zona merah sepanjang sesi kemarin dan ditutup merosot 1,28% ke level 5.807. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange rontok 3,67% menjadi USD23,07.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan kembali melanjutkan tren penurunan dengan tekanan terbatas, diwarnai capital outflow. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya sinya pelemahan lanjutan di rentang konsolidasi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, tertekannya indeks bursa global seiring dengan meningkatnya jumlah kasus infeksi virus korona di luar China yang memicu kekhawatiran akan terjadinya perlambatan ekonomi global secara berkepanjangan, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Selain itu melemahnya nilai tukar rupiah serta turunnya sebagian besar harga komoditas yaitu minyak mentah, CPO, nikel, timah juga diprediksi akan menambah katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 5.750 dan resistance di level 5.850.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BMRI (Buy on Weakness, Support: Rp7.675, Resist: Rp7.900), BBCA (Buy on Weakness, Support: Rp32.275, Resist: Rp32.975), BBNI (Buy on Weakness, Support: Rp7.450, Resist: Rp7.700), 

    TOWR (Buy, Support: Rp845, Resist: Rp885).

  • ETF: XPSG ( SELL , Support: Rp414, Resist: Rp428), R-LQ45X ( SELL , Support: Rp961, Resist: Rp993), 

    XIIT ( SELL , Support: Rp521, Resist: Rp537).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup terperosok lebih dari 3%, menghapus sebagian besar kenaikan sepanjang tahun ini. Pasar terpengaruh oleh data lonjakan kasus virus korona tipe baru (Covid-19) di luar China yang menimbulkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang berkepanjangan. Kasus infeksi Covid-19 di Korea Selatan menjadi lebih dari 800, kasus terbanyak di luar China daratan. Media Italia melaporkan lebih dari 220 kasus Covid-19. Pedagang memburu aset safe-haven tradisional seperti US Treasury dan emas.

Saham maskapai penerbangan, Delta dan American Airlines rontok lebih dari 6%, sementara United anjlok 3,2%. Saham operator kasino, Las Vegas Sands dan Wynn Resorts, masing-masing tergerus setidaknya 4,3%, MGM Resorts terpangkas 5,2%. Pabrikan  chip  juga berguguran. Saham Nvidia dan AMD terpotong setidak 6%, sednagkan Intel merosot 3%. Apple ambles 4,8%, Solusi Skyworks dan Qorvo masing-masing turun hampir 2%.

  • Dow Jones Industrial Average terpelanting ,55% (-1.030,34 poin) ke posisi 27.962,07.

  • S&P 500 terjungkal 3,35% (-111,82 poin) menjadi 3.225,93.

  • Nasdaq Composite terpenggal 3,71% (-355,31 poin) ke level 9.221,28.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir terbenam di zona merah, pelaku pasar terus mewaspadai penyebaran virus korona di luar China. Indeks FTSE MIB Italia terjun 5,43% (-1.345,96 poin) ke level 23.427,19, karena melaporkan lonjakan tajam dalam kasus virus korona dan tujuh orang meninggal. Iran dan Korea Selatan juga mengalami peningkatan tajam kasus virus korona. Lebih dari 79.400 kasus dan setidaknya 2.621 kematian telah dikonfirmasi di seluruh dunia.

Indeks STOXX 600 terjungkal 3,79% ke level 411,86, dipimpin kejatuhan harga saham perjalanan dan wisata lebih dari 6%, dan semua sektor tenggelam di zona merah. Saham EasyJet longsor 16,5% dan Ryanair tergerus 13%, diikuti penurunan tajam saham British Airways, International Consolidated Airlines Group. 

Operator tour, Tui, terperosok 10%, perusahaan event Jerman, CTS Eventim, terpangkas 10,6%. Rilis indeks iklim bisnis Jerman dari Ifo Institute, menunjukkan perbaikan pada Februari, naik menjadi 96,1 dari 96,0 pada Januari, melampaui proyeksi konsensus sebesar 95,3.

  • DAX 30 Frankfurt terpenggal 4,10% (-544,09 poin) ke level 13.035,24.

  • FTSE 100 London terperosok 3,34% (-247,09 poin) menjadi 7.156,83.

  • CAC 40 Paris terjungkal 3,95% (-237,85 poin) ke posisi 5.791,87.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, pelaku pasar berlomba menghindari risiko ( risk-off ) yang dipicu oleh ketakutan peningkatan jumlah kasus virus korona. Bursa saham Asia, Eropa dan Amerika berguguran lebih dari 3%, investor memburu US Treasury dan emas. Mata uang safe-haven yen dan frank Swiss menguat, meskipun investor sedikit mengabaikan yen sebagai  safe-haven  tradisional karena paparan virus itu di Jepang.

Data ekonomi Amerika yang dirilis pekan lalu berada di bawah ekspektasi. Pasar uang mulai memperhitungkan pemotongan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juni. Indeks dolar yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,10% menjadi 99.359.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.08540.000.00%6:40 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29260.0002+0.02%6:40 PM
Yen (USD-JPY)110.780.06+0.05%6:40 PM
Yuan (USD-CNY)7.02960.0025+0.04%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,871.50111.50+0.81%--

Sumber : Bloomberg.com, 24/2/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun. Penyebaran cepat Covid-19 di sejumlah negara di luar China memukul harga minyak hingga tumbang hampir 4%. Kuwait, Bahrain, Oman dan Irak, Senin, mencatat kasus virus korona pertama mereka, semuanya melibatkan orang-orang yang pernah berada di Iran. Afghanistan, Irak, Kuwait, Arab Saudi dan Turki memberlakukan pembatasan perjalanan dan imigrasi terhadap Iran.

Namun Saudi Aramco memperkirakan dampak virus korona pada permintaan minyak akan berumur pendek dan konsumsi bakal meningkat pada semester kedua tahun ini. Bank of America Global Research mempertahankan perkiraan 2020 untuk harga minyak mentah Brent stabil di posisi USD62 per barel, mengacu pada pemotongan pasokan OPEC dan ketahanan pasar terhadap guncangan geopolitik. Goldman Sachs mengatakan harga komoditas bisa turun tajam sebelum terjadi rebound yang didukung upaya stimulus China.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, rontok USD2,20 (-3,8%), menjadi USD56,30 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, anjlok USD1,95 (-3,65%), menjadi USD51,43 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan membukukan lonjakan harga hingga 2,8%. Emas spot sempat menembus USD1.688,66 per ounce, yang merupakan level tertinggi sejak Januari 2013. Investor mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi global karena kasus virus korona yang meningkat tajam di luar China. Mereka memandang emas dan aset lain seperti US Treasury dan dolar AS sebagai tempat berlindung yang aman selama masa penuh tekanan tersebut.

Pembalikan kurva antara imbal hasil obligasi Amerika bertenor 3-bulan dan 10-tahun semakin dalam, yang dinilai sebagai sinyal resesi. Imbal hasil US Treasury 10-tahun jatuh ke level terendah sejak Juli 2016. Merefleksikan peningkatan minat investor pada emas, hingga 18 Februari spekulan menaikkan posisi bullish  pada kontrak emas dan perak COMEX.Hargaperak melonjak 2,3% menjadi USD18,88 per ounce, palladium anjlok 3,1% menjadi USD2.619,01, sedangkan platinum turun 0,3% menjadi USD970,17 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot melejit 1,7% menjadi USD1.671,35 per ounce.

  • Harga emas berjangka melonjak 1,7% menjadi USD1.676,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author