Bursa Siang: Wabah Virus Corona Makin Meluas, IHSG Ikuti Pelemahan Market Regional

Bursa Siang: Wabah Virus Corona Makin Meluas, IHSG Ikuti Pelemahan Market Regional

Posted by Written on 24 February 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tergelincir ke zona merah saat sesi pagi pada perdagangan hari Senin (24/2). IHSG ke level 5.812 atau melemah -1,19 persen (-71 poin).

Indeks LQ45 -1,40% ke 943.

Indeks IDX30 -1,41% ke 516.

Indeks IDX80 -1,55% ke 131.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,90% ke 612.

Indeks Kompas100 -1,48% ke 1.178.

Indeks Sri Kehati -1,29% ke 378.

Indeks SM Infra18 -1,64% ke 288.

Saham Teraktif: BBCAPUREBMRIBBNISQMILPPFREAL

Saham Top Gainer LQ45: TBIG,TOWRITMG

Saham Top Loser LQ45: ICBPTLKMBBRIHMSPCPINBSDEJSMR

Nilai transaksi Rp2,29 triliun. Volume perdagangan sebanyak 27,17 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp198,56 miliar

Nilai tukar rupiah drop -0,94 persen ke level Rp13.890 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Pelemahan pasar saham Asia di sesi pagi pada perdagangan hari Senin (24/2) dimotori oleh market saham Korsel setelah pemerintah negara tersebut meningkatkan kewaspadaan ke level tertinggi menyusul penyebaran kasus virus corona menyebar ke penjuru negeri.

"Banyak berita buruk tentang wabah virus corona dengan total jumlah kasus baru masih meningkat," kata Shane Oliver, Analis AMP seperti dikutip Reuters. Sehingga menurut Oliver, terdapat banyak ketidakpastian tentang data kasus, kasus baru di luar China tetap menjadi kecenderungan dan dampak terhadap ekonomi China kemungkinan akan terjadi kontraksi pada kuartalan per Maret.

Pasar saham Korsel menjadi lokomotif pelemahan market saham regional seiring tumbangnya Indeks Kospi setelah pemerintah Korsel meningkatkan status kewaspadaan wabah virus corona ke level tertinggi dipicu beberapa kasus di seluruh Korsel.

Harga saham unggulan di bursa Korsel, Hyundai Motor terkoreksi tajam sebesar 4 persen. Indeks Kosdaq turun 2,56 persen. Nilai tukar won melemah ke level 1.217.70 terhadap dolar AS menyusul ke posisi di bawah 1.200 pada pekan lalu. Total kasus virus corona menjadi 763 setelah bertambah 161 kasus baru. Korsel menjadi negara dengan wabah terbesar di luar China.

Bursa saham Hong Kong bergerak negatif setelah Indeks Hang Seng melaju ke zona merah. Market saham China mixed saat sesi siang. Indeks Shenzhen Composite naik 0,4 persen. Indeks Shenzhen Component menguat 0,33 persen. Sedangkan Indeks Shanghai Composite ke zona negatif.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melemah 1,5 persen.
Adapun Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia juga melemah seiring pelemahan sebagian besar sektor saham. Sektor saham energi turun tajam sebesar 4 persen karena harga saham tambang minyak terkoreksi. 
Saham Santos turun 4,42 persen. Woodside Petroleum turun 6 persen.
Indeks dolar AS melorot ke level 99,504 dibanding level sebelumnya di posisi 99,9.
Kurs yen melemah ke level 111,53 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 110,4 yen.
Dolar Australia melemah di level $0,6603 dibanding level sebelumnya sebesar $0,67.

Indeks Bursa Asia


Oil
Harga minyak tumbang pada perdagangan hari Senin (24/2) di sesi pagi seiring penyebaran cepat wabah virus corona di beberapa negara di luar China membuat investor mengkhawatirkan prospek demand terhadap minyak.
Minyak Brent melemah 2,9 persen ke harga USD56,81 per barel (01.58 GMT). Sedangkan minyak WTI juga melemah 2,6 persen ke level USD51,98 per barel.

(cnbc/reuters//idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author