Bursa Sore: IHSG Dan Rupiah Sama-sama Tergelincir

Bursa Sore: IHSG Dan Rupiah Sama-sama Tergelincir

Posted by Written on 21 February 2020


Ipotnews - Aksi ambil untung mengantarkan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) parkir ke zona merah pada perdagangan hari Jumat (21/2). IHSG ke level 5.882 atau melemah -1,01 persen (-61 poin) setelah dalam 2 hari terakhir menguat.

Indeks LQ45 -1,15% ke 957.

Indeks IDX30 -1,08% ke 523.

Indeks IDX80 -1,32% ke 133.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,52% ke 624.

Indeks Kompas100 -1,15% ke 1.196.

Indeks Sri Kehati -0,74% ke 383.

Indeks SM Infra18 -1,55% ke 293.

Saham Teraktif: MNCNTOWRMDKABBCAMKNTDEALTLKM

Saham Top Gainer LQ45: ERAATLKMGGRMBBCA

Saham Top Loser LQ45: ACESAKRABTPSCTRAPWONJSMRUNTR

Nilai transaksi Rp5,87 triliun. Volume perdagangan sebanyak 58,85 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp383,20 miliar

Nilai tukar rupiah drop -0,44 persen ke level Rp13.760 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak variatif pada perdagangan hari Jumat (21/2) seiring ketakutan perluasan wabah virus corona menyebabkan capital outflow ke arah aset AS, mendongkrak dolar AS ke level tertinggi dalam 3 tahun terakhir.

"Kecemasan terhadap virus corona telah meningkat ke level baru di tengah kekhawatiran wabah virus corona di China dan di luar China," kata Rodrigo Catril, Analis pada lembaga NAB.

Menurut dia pasar saham AS dan Eropa telah ada aksi jual secara menyeluruh dengan yield global menguntungkan dari aliran safe haven. "Nilai tukar Asia turun tajam termasuk yen karena ketakutan terhadap resesi mengalahkan permintaan safe haven yang biasa," tambahnya.

Bursa saham Hong Kong bergerak negatif setelah Indeks Hang Seng melaju ke zona merah. Pelemahan ini terjadi seiring tekanan pada saham unggulan Ping An Insurance yang melemah 0,93 persen di final perdagangan.

Market saham Tiongkok ke zona hijau saat akhir sesi. Indeks Shenzhen Composite naik 1,125 persen ke 1.907. Indeks Shenzhen Component menguat 1,05 persen ke 11.629.
Kementerian Perdagangan China, Jumat pekan ini mengatakan pembukaan kembali telah berlangsung meningkat secara cepat di provinsi penting yang berkaitan dengan perdagangan luar negeri seperti Guangdong dan Jiangsu. Guandong merupakan provinsi utama ekspor China sepanjang 2019 selanjutnya Jiangsu. Zhejiang, Shanghai dan Shandong.
Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 bergerak lesu di akhir sesi. Indeks Topix flat ke level 1.674. Saham unggulan di bursa Jepang, Softbank Group naik 2,4 persen.
Sementara di bursa Korea Selatan, Indeks Kospi melemah seiring koreksi yang terjadi pada saham SK Hynix sebesar 0,96 persen. Perusahaan pembuat chip tersebut pada Kamis pekan ini mengatakan 800 pekerjanya telah dikarantina setelah ditemukan seorang pegawai magang telah memiliki kontak dengan pasien yang terkena virus corona.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melemah 0,92 persen.
Adapun Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia juga melemah seiring pelemahan yang terjadi pada saham unggulan Wesfarmers yang turun 1,96 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 99,835 dibanding level sebelumnya di posisi 99,5.
Kurs yen melemah ke level 111,92 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 111,2 yen.
Dolar Australia melemah di level $0,6595 dibanding level sebelumnya sebesar $0,664.

Indeks Bursa Asia


Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (21/2) pagi waktu setempat. Para pemodal memantau perkembangan terkini wabah virus corona.
Indeks DAX (Jerman) -0,55% ke level 13.589.
Indeks FTSE (Inggris) -0,55% pada posisi 7.395.
Indeks CAC (Perancis) -0,70 di level 6.020.

Oil
Harga minyak tertekan pada perdagangan hari Jumat (21/2) di sesi sore tertekan oleh lonjakan kekhawatiran atas demand terhadap oil karena epidemi virus corona meluas melampaui wilayah China. Sementara negara utama produsen minyak menepis tindakan awal untuk memangkas produksi guna mendukung pasar.
Minyak Brent melemah 64 sen ke harga USD58,67 per barel (07.03 GMT). Sedangkan minyak WTI juga melemah, sebesar 54 sen ke level USD53,34 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author