Kelola Rp7,2 Triliun, IPIM Kuasai Market Share ETF Hingga 68 Persen

Kelola Rp7,2 Triliun, IPIM Kuasai Market Share ETF Hingga 68 Persen

Posted by Written on 20 February 2020


Ipotnews - Hingga akhir 2019, PT Indo Premier Investment Management ( IPIM ) mampu mencatatkan dana kelolaan untuk produk reksa dana bursa (ETF) mencapai Rp7,2 triliun atau menguasai pangsa pasar di industri pengelolaan ETF.

Capaian tersebut disampaikan oleh Direktur IPIM , Noviono Darmosusilo dalam pidato pembukaan kegiatan seminar bertajuk "Responsible Investment Forum 2020: ETF's Transparency for Sustainable Investment in Reksa Dana" di Jakarta, Kamis (20/2).

"Per Desember 2019, sebanyak sebelas ETF yang dimiliki oleh Indo Premier Investment Management, total dana kelolaannya sudah mencapai Rp7,2 triliun dengan market share 68 persen dari total ETF yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI)," kata Noviono.

Hingga akhir Januari 2020, menurut Noviono, terdapat 43 produk ETF yang sudah dicatat di BEI dengan total dana kelolaan sebesar Rp14,1 triliun. "Pertumbuhan ETF yang tinggi di Indonesia tidak terlepas dari peran Otoritas Jasa Keuangan sebagai regulator, BEI sebagai penyedia indeks, bank kustodian dan yang lebih penting adalah kepercayaan investor," tuturnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, kurun dua belas tahun keberadaan ETF di Indonesia, IPIM sebagai perintis pertama kali meluncurkan ETF dengan sebutan Premier ETF. IPIM memelopori berbagai strategi investasi yang beragam dan inovatif, seperti indeks tertentu, sektor tertentu, maupun tema atau faktor tertentu secara efisien, transparan dan fleksibel.

"Sebagai pengelola reksa dana ETF terbesar di Indonesia, kami terus menggali ide-ide produk baru yang memberikan kemudahan bagi investor. Tidak hanya mudah dalam pelaksanaan eksekusi, namun juga memberikan kemudahan bagi investor dalam penyusunan portfolio menggunakan produk-produk ETF," ujar Noviono.

Menurut Noviono, IPIM menyadari pentingnya transparansi yang lebih terbuka, praktik tata kelola bisnis yang lebih kuat dan pengelolaan risiko yang terukur. "Melalui pendekatan pendalaman pasar dan peningkatan kepercayaan pasar dipayungi oleh pengawasan regulator serta pelaksanaan standar etika yang baik, kami sangat meyakini industri pengelolaan investasi akan semakin memiliki pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan," ucapnya.

Dia menjelaskan, ETF memiliki keunggulan komparatif antara lain, transparansi, likuid, performance. 

Keunggulan lain yang bisa didapat dengan berinvestasi pada ETF, yakni investor tidak perlu terpaku pada penentuan Nilai Aktiva Bersih (NAB) di akhir hari, karena perdagangan dapat dilakukan selama jam perdagangan di BEI yang menggunakan indikatif NAB.

Keunggulan lainnya, untuk ETF Saham, diversifikasi dapat dilakukan secara seketika karena terdiri dari portofolio saham unggulan, sehingga mampu mengurangi gejolak volatilitas dan risiko investasi pada satuan saham. "Ini sangat bermanfaat bagi para investor saham, karena instrumen investasi seperti saham secara natural memiliki volatilitas cukup tinggi, apalagi pada kondisi pasar terkini," kata Noviono.

Dia mengungkapkan, saat ini ETF sangat digemari investor ritel maupun institusi, lantaran memiliki kemudahan transaksi dengan berbagai kelebihan, seperti real time, likuid, transparan dan efisien. "Keunggulan ETF, yaitu transparansi penuh, fleksibilitas tinggi, continuous pricing dan memiliki kecepatan eksekusi melalui penerapan teknologi mutakhir, memungkinkan investor untuk memiliki kendali penuh pada tiap kondisi pasar," ungkapnya.


(Budi)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author