Bursa Pagi:Global-Regional Melaju, IHSG Dalam Momentum Bullish

Bursa Pagi:Global-Regional Melaju, IHSG Dalam Momentum Bullish

Posted by Written on 20 February 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (20/2) dibuka melonjak, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang didukung rilis data ekonomi yang positif dan meredanya kekhawatiran terhadap penyebaran virus korona. Investor menunggu rilis suku bunga acuan bank sentral China ( PBOC ) hari ini yang diperkirakan akan diturunkan. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,12%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,44% jelang rilis data ketenagakerjaan Januari. Indeks meningkat 0,55% (39,40 poin) ke posisi 7.184,00 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melesat 1,73% (405,86 poin) ke level 23.806,56, setelah dibuka melompat 1,51% dan Topix naik 1,1%. Harga saham Softbank Group melesat 3,06%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka naik 0,54% dan berlanjut, menguat 0,33% menjadi 2.217,72.

Melanjutkan tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,40% (111,47 poin) ke level 27.767,28 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,22% menjadi 2.981,88.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil memperkuat manuvernya menembus level 5.900 pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup melaju 0,71% ke level 5.928. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,66% menjadi USD24,39.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan didukung sentimen positif kenaikan harga sejumlah komoditas dan ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. 

Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya peluang penguatan lanjutan, dalam momentum bullish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan berkurangnya jumlah kasus baru infeksi virus korona diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Naiknya sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah, emas akan menjadi tambahan katalis positif.

Investor juga akan mencermati keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan yang menurut konsensus akan dipangkas menjadi 4,75%. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 5.895 dan resistance di level 5.960.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ASII (Buy, Support: Rp6.150, Resist: Rp6.350), JSMR (Buy, Support: Rp4.900, Resist: Rp5.100), 

    BBTN (Buy, Support: Rp1.850, Resist: Rp1.940), TOWR (Buy, Support: Rp860, Resist: Rp890).

  • ETF: XPLC (Buy, Support: Rp468, Resist: Rp477), XPID (Buy, Support: Rp516, Resist: Rp525), 

    XPES (Buy, Support: Rp388, Resist: Rp394).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan mencatatkan rekor tertinggi S&P 500 dan Nasdaq, didorong oleh kenaikan harga saham teknologi. Investor terus menimbang dampak virus korona terhadap ekonomi global. Rilis indeks harga produsen (PPI) AS pada Januari naik 0,5% kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober 2018. Federal Reserve merilis risalah rapat kebijakan Januari, yang menunjukkan para pejabat bank sentral itu berpikir suku bunga akan tetap pada level saat ini. The Fed memantau dampak penyebaran virus korona.

Komisi Kesehatan Nasional China, Rabu, melaporkan 1.749 kasus tambahan virus korona, terendah sejak akhir Januari. Namun, jumlah total kasus menembus 74.000, dengan lebih dari 2.000 kasus kematian. Sejumlah narasumber Bloomberg mengatakan, China sedang mempertimbangkan penggunaan infus tunai dan merger guna menyelamatkan industri penerbangannya, yang terdampak virus korona. Saham Apple melonjak 1,5%, dan Tesla melambung lebih dari 6,5%. saham Garmin melesat lebih dari 6% tapi Groupon terpenggal lebih dari 40%.

  • S&P 500 meningkat 0,47% (15,86 poin) menjadi 3.386,15.
  • Nasdaq Composite melaju 0,87% (84,44 poin) ke level 9.817,18.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,4% (115,84 poin) ke posisi 29.348,03.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir menguat, investor memantau perlambatan penyebaran virus korona di China dan rilis data ekonomi terkini. Pasar juga memantau upaya China untuk kembali ke jalur produksi setelah tutup berkepanjangan. Indeks STOXX 600 melaju 0,83% menjadi 433,90, setelah mencatat rekor tertinggi di awal sesi, dipimpin kenaikan harga saham teknlogi yang melonjak 1,4%. Semua sektor dan bursa utama ditutup di wilayah positif. Rilis data inflasi Inggris di luar dugaan mencapai level tertinggi enam bulan pada Januari. Indeks harga konsumen naik 1,8% (yoy), naik dari 1,3% di Desember, mendekati target 2% Bank of England.

Uni Eropa membuka periode diskusi 12 pekan, Rabu, yang bertujuan untuk lebih memahami bagaimana melindungi warga negara Uni Eropa dari apa yang digambarkan sebagai dampak negatif Artificial Intelegent (AI), dan mencari cara untuk mengendalikan raksasa data AS seperti Facebook, Google dan Amazon. Reuters  melaporkan bahwa Uni Eropa juga bersikap lebih keras menuntut jaminan persaingan yang adil dalam negosiasi kesepakatan perdagangan dengan Inggris. Saham Puma melambung 11% dan Deutsche Telekom melejit 4%. 

Namun NMC Health anjlok 7%, dan Ageas terpangkas 5%.

  • FTSE 100 London melonjak 1,02% (75,01 poin) ke level 7.457,02.

  • DAX 30 Frankfurt meningkat 0,79% (107,81 poin) menjadi 13.789,00.

  • CAC 40 Paris melaju 0,90% (54,42 poin) ke posisi 6.111,24.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, mendekati level tertinggi tiga tahun, di tengah kejatuhan yen ke tingkat terendah sembilan bulan. Minat terhadap aset berisiko meningkat di tengah penurunan jumlah kasus virus korona di China, dan ekspektasi akan lebih banyak stimulus kebijakan. Saham Apple melonjak 1,5%, dan Tesla melambung lebih dari 6,5%. saham Garmin melesat lebih dari 6% tapi Groupon terpenggal lebih dari 40%.

Dolar mendapat dukungan dari data AS yang kuat dan risalah rapat kebijakan terakhir The Fed yang menunjukkan optimisme namun tetap berhati-hati. Sentimen pasar juga terangkat oleh berita bahwa Beijing sedang mempertimbangkan suntikan tunai atau merger untuk menyelamatkan maskapai penerbangan yang terdampak virus. Indeks dolar naik 0,27% menjadi 99,705.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.08080.0003+0.03%6:28 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29210.0001+0.01%6:29 PM
Yen (USD-JPY)111.25-0.12-0.11%6:28 PM
Yuan (USD-CNY)6.99830.002+0.03%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,695.001.00+0.01%--

Sumber : Bloomberg.com, 19/2/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, melonjak lebih dari 2%. Kekhawatiran terhadap penyebaran virus korona di China mereda, di sisi lain pasokan mengetat AS berusaha memotong lebih banyak aliran minyak mentah Venezuela ke pasar. AS memasukkan anak perusahaan Rosneft Rusia ke dalam daftar hitam, yang dinilai menyediakan penyelamatan keuangan bagi pemerintah Venezuela. Pasokan minyak Libya memburuk karena blokade pelabuhan dan ladang minyak.

Data resmi menunjukkan penambahan kasus virus korona turun untuk hari kedua, meski WHO mengatakan tidak ada cukup data untuk mengetahui apakah epidemi tersebut sudah teratasi. China diperkirakan akan memangkas suku bunga pinjaman, untuk membatasi kerusakan akibat penutupan bisnis dan pembatasan perjalanan yang berkepanjangan. S&P Global Ratings memperkirakan virus itu akan memberikan "pukulan jangka pendek" terhadap pertumbuhan ekonomi di China pada kuartal pertama, sejalan dengan perkiraan Badan Energi Internasional.

  • Minyak mentah berjangka Brent naik USD1,58 (2,7%) menjadi USD59,33 per barel.

  • Minyak mentah berjangka WTI naik USD1,24 (2,38%) menjadi USD53,29 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup menguat bertahan di atas USD1.600 per ounce. Kekhawatiran terhadap terus bertambahnya korban virus korona dan dampaknya terhadap pertumbuhan global mendorong permintaan emas. China masih berjuang untuk mengaktifkan kembali sektor manufakturnya setelah penutupan dan pembatasan perjalanan yang diberlakukan untuk membendung penyebaran virus korona. Apple Inc, Senin, memperingatkan penjualannya mungkin jatuh karena lambatnya aktivitas fasilitas manufaktur di China.

Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, naik ke level tertinggi sejak 11 November 2016. 

Data permulaan perumahan AS yang lebih baik dari perkiraan dan pasar ekuitas yang lebih kuat, terangkat oleh tanda-tanda melambatnya infeksi virus korona, membatasi kenaikan emas. Harga logam mulia lainnya; palladium melonjak 1,5% menjadi USD2.675,64 per ounce, perak naik 0,9% menjadi USD18,33, dan platinum melejit 1,2% menjadi USD1.003,55.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.607,61 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,5% menjadi USD1.611,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author