Bursa Siang: IHSG Lanjut Menguat, Penurunan Kasus Virus Corona Jadi Penguat Market Regional

Bursa Siang: IHSG Lanjut Menguat, Penurunan Kasus Virus Corona Jadi Penguat Market Regional

Posted by Written on 19 February 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) lanjut ke zona hijau di sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (19/2). IHSG ke level 5.917 setelah menguat 0,52 persen (+30 poin).

Indeks LQ45 +0,64% ke 962.

Indeks IDX30 +0,67% ke 525.

Indeks IDX80 +0,64% ke 134.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,75% ke 628.

Indeks Kompas100 +0,61% ke 1.204.

Indeks Sri Kehati +0,62% ke 383.

Indeks SM Infra18 +0,70% ke 296.

Saham Teraktif: AYLSANTMPTPPHOKITAMABBNIWIKA

Saham Top Gainer LQ45: TKIMLPPFANTMWSKTINKPCPINWIKA

Saham Top Loser LQ45: ERAATLKMMNCNINDFSMGRAKRAACES

Nilai traksaksi Rp2,85 triliun. Volume perdagangan sebanyak 27,38 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp65,03 miliar

Nilai tukar rupiah drop -0,37 persen ke level Rp13.710 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak hati-hati meskipun ke arah penguatan pada sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (19/2). Gerak market regional ini terjadi karena para investor mencoba untuk menghilangkan kekhawatiran tentang wabah virus corona seiring jumlah kasus baru yang terkonfirmasi mengalami sedikit penurunan.

Hari Rabu pekan ini, Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan kasus infeksi baru terkonfirmasi pada hari Selasa yang ditemukan sebesar 1.749. Jumlah tersebut turun dari sebanyak 1.886 kasus infeksi yang ditemukan pada sehari sebelumnya, atau temuan kasus infeksi terendah jika dihitung sejak 29 Januari.

"Bagian dari pemikiran yang mendukung pasar adalah kebijakan stimulus China untuk mendukung ekonominya," kata Michael McCarthy, Analis pada CMC Market seperti dikutip Reuters.

Menurut dia setiap kekhawatiran investor tentang dampak wabah virus corona terhadap demand global akan diimbangi oleh harapan bahwa bank sentral global akan naik untuk menyelamatkan.

Bursa saham Hong Kong bergerak positif setelah Indeks Hang Seng melaju ke zona hijau. Sementara pasar saham Tiongkok variatif saat sesi siang. Indeks Shenzhen Composite drop 0,25 persen. Indeks Shenzhen Component dahn Shanghai Component mengarah flat.

Pasar saham Jepang nyaris terkoreksi namun Indeks Nikkei 225 balik ke teritori positif di sesi siang yang masih berlangsung. Indeks Topix naik 0,23 persen.
Dalam Neraca perdagangan periode Januari, ekspor Jepang turun 2,6 persen (YoY) atau jauh lebih rendah dari perkiraan turun sebesar 6,9 persen. Di periode ekspor Jepang turun 6,3 persen.
Sementara di bursa Korea Selatan, Indeks Kospi melemah. Adapun Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia flat. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) menguat tipis.
Indeks dolar AS menguat ke level 99,403 dibanding level sebelumnya di posisi 99,139.
Kurs yen menguat ke level 109,95 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 110 yen.
Dolar Australia melemah di level $0,6686 dibanding level sebelumnya sebesar $0,67.

Indeks Bursa Asia


Oil
Harga minyak naik tipis pada perdagangan hari Rabu (19/2) di sesi pagi. Namun penguatan harga tersebut dibatasi dampak wabah virus corona yang meluas terhadap ekonomi yang dimulai di China walaupun jumlah kasus baru yang terkonfirmasi menurun pada hari keduanya di provinsi yang menjadi pusat wabah.
Minyak Brent menguat 6 sen ke harga USD57,81 per barel (01.49 GMT). Sedangkan minyak WTI melaju 7 sen ke level USD51,97 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author