Bursa Pagi: Dibuka Naik, Asia Bergerak Melemah, IHSG Bullish di Area Jenuh Jual

Bursa Pagi: Dibuka Naik, Asia Bergerak Melemah, IHSG Bullish di Area Jenuh Jual

Posted by Written on 19 February 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (19/2), dibuka cenderung menguat, berusaha keluar dari tekanan penurunan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang terus terbebani oleh kekhawatiran dampak virus korona. Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan korban virus korona telah mencapai 74.185 orang terinfeksi dan 2.004 orang meninggal. Media resmi pemerintah China melaporkan, bahwa aktivitas bisnis lebih dari 80% BUMN dengan 20.000 anak usaha manufaktur telah dibuka kembali.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang mendatar di kisaran level 7.118. Pergerakan indeks berlanjut melemah 0,05% (-3,70 poin) di posisi 7.110,00 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bertambah 0,25% (58,79 poin) menjadi 23.252,59, setelah dibuka menguat 0,37% dan Topix naik 0,28%. Rilis data ekspor Januari memperlihatkan penurunan 2,6% (yoy), lebih baik dari penurunan Desember sebesar 6,3%, dan mengalahkan ekspektasi penurunan 6,9%. Indeks Kospi, Korea Selatan menguat 0,28%, namun berbalik anjlok 0,57% ke level 2.196,24.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,16% (-43,74 poin) menjadi 27.486,46 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menyusut 0,18% ke posisi 2.979,52.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pag ini kembali dihadapkan pada tren pelemahan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup menguat 0,33% ke posisi 5.886. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,58% menjadi USD24,23.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini kembali akan berusaha bergerak ke atas level 5.900 menuju 6.000. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya sinyal  bullish  reversal di area jenuh jual di jalur uptrend.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa regional seiring dengan mulai aktifnya aktivitas pekerja di China pada hari ini setelah beberapa minggu diliburkan akibat dari wabah virus korona, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Di sisi lain turunnya sejumlah harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 5.850 dan  resistance  di level 5.920. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ITMG (Buy, Support: Rp10.450, Resist: Rp11.375), SMGR (Buy, Support: Rp11.550, Resist: Rp12.000), WIKA (Buy, Support: Rp2.000, Resist: Rp2.100), SCMA (Buy, Support: Rp1.340, Resist: Rp1.440).

  • ETF: XDIF (Buy, Support: Rp471, Resist: Rp475), XPDV (Buy, Support: Rp454, Resist: Rp461), 

    XIJI (Buy, Support: Rp624, Resist: Rp635).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan, investor mempertimbangkan peringatan dari raksasa teknologi, Apple, terkait wabah virus korona di China. Apple memperkirakan tidak akan mampu memenuhi proyeksi pendapatan kuartalannya, karena perlambatan produksi dan melemahnya permintaan di China akibat wabah virus korona. Hingga Selasa, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan total 72.436 orang dipastikan terpapar virus korona dan 1.868 meninggal. Investor beralih ke aset-aset safe haven. Imbal hasil US Treasury bertenor 10-tahun turun menjadi sekitar 1,55%.

Peringatan Apple menyeret kejatuhan Skyworks Solutions 1,9%, Xilinx dan Qorvo masing-masing turun 1% dan 2,6%. Netflix melesat 1,9% mencapai level tertinggi sejak Juli 2018, Alphabet naik 0,1%, dan Tesla melambung lebih dari 7%.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,56% (-165,89 poin) menjadi 29.232,19.

  • S&P 500 melemah 0,29% (-9,87 poin) ke posisi 3.370,29.

  • Nasdaq Composite naik tipis 0,02% (1,57 poin) di level 9.732,74.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, terpengaruh peringatan proyeksi pendapatan Apple. Rilis indeks sentimen ekonomi ZEW menunjukkan kepercayaan investor Jerman pada Februari turun menjadi 8,7 dari 26,7 diJanuari, jauh dari ekspektasi 21,5. Menteri keuangan zona euro bertemu, Senin, untuk membahas opsi kebijakan fiskal dalam upaya meningkatkan ekonomi yang lesu di blok itu, dengan kekhawatiran akan penurunan yang terjadi setelah wabah virus korona. Data pengangguran Inggris kuartal IV-2019 melonjak, meskipun penghasilan termasuk bonus meningkat 2,9% (yoy).

Indeks STOXX 600 turun 0,38% menjadi 430,33, dipimpin kejatuhan harga saham sumber daya dasar sebesar 2,1%, sementara sektor telekomunikasi melawan tren penurunan dengan naik 1,1%. Saham semikonduktor Eropa mengalami dampak terbesar dari pengumuman Apple tersebut. Dialog Semiconductor dan ASMI anjlok lebih dari 4%. STMicro dan AMS juga melemah. Pergerakan harga saham juga didorong oleh laporan dan berita perusahaan di seluruh zona euro. Saham HSBC rontok hampir 7%, karena gagal memenuhi ekspektasi laba 2019 dengan mencatatkan penurunan 32,9% laba sebelum pajak, dan mengumumkan 35.000 PHK selama tiga tahun ke depan.

  • FTSE 100 London melorot 0,69% (-51,24 poin) ke posisi 7.382,01.

  • DAX 30 Frankfurt merosot 0,75% (-102,70 poin) ke level 13.681,19.

  • CAC 40 Paris turun 0,48% (-29,13 poin) menjadi 6.056,82.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, dengan menyentuh level tertinggi hampir tiga tahun terhadap euro. Survei ZEW Jerman menunjukkan kepercayaan investor merosot tajam di ekonomi terbesar Eropa itu. Ekonomi Jerman diekspektasikan akan kehilangan lebih banyak momentum pada semester pertama karena kejatuhan ekspor sehingga sektor manufaktur terperosok ke jurang resesi. Data zona euro yang buruk mendorong spekulasi bahwa kebijakan moneter akan tetap lebih longgar, lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Komite Pasar Terbuka Federal akan mengeluarkan risalah dari pertemuan 28-29 Januari, Rabu ini. Data Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka AS yang dirilis Jumat lalu menunjukkan, spekulan meningkatkan posisi  net long  dolar mereka dalam sepekan terakhir. Indeks Dolar AS naik 0,44% menjadi USD99,44.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.07960.0004+0.04%6:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30020.0004+0.03%6:32 PM
Yen (USD-JPY)109.890.02+0.02%6:32 PM
Yuan (USD-CNY)6.99630.0150+0.21%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,694.0034.00+0.25%--

Sumber : Bloomberg.com, 18/2/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak cenderung mendatar. Pergerakan harga terpengaruh oleh kekhawatiran dampak virus korona terhadap permintaan minyak mentah, tetapi mendapat dukungan dari pengurangan pasokan dari Libya. Stok resmi minyak mentah Arab Saudi turun 11,8 juta barel pada Desember, meski ekspor relatif stabil. Badan Informasi Energi AS menyatakan produksi shale-oil AS diperkirakan naik sekitar 18.000 bph pada Maret ke rekor 9,18 juta barel per hari.

Meski kasus baru dari virus korona di daratan China menurun, ahli global mengatakan masih terlalu dini untuk menilai apakah wabah tersebut sudah teratasi. Sejumlah lembaga termasuk Badan Energi Internasional (IEA) memangkas estimasi permintaan minyak 2020 karena virus tersebut. Menteri perminyakan OPEC + akan bertemu di Wina, 6 Maret, sesuai rencana semula, untuk mempertimbangkan rekomendasi tambahan pengurangan pasokan hingga 600.000 bph, dari panel penasehat.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 8 sen menjadi USD57,75 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI berakhir stagnan di posisi USD52,05 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak lebih dari 1%, menembus level USD1.600 per ounce. Peringatan mengejutkan Apple Inc tentang dampak wabah virus korona memicu penurunan pasar ekuitas global. Kekhawatiran pelemahan ekonomi global, mendorong investor untuk beralih ke aset rendah risiko. Harga logam mulai lain juga melesat; palladium melejit 2,8% menjadi USD2.592 per ounce, perak melonjak 2,2% menjadi USD18,16, dan platinum melompat 2,3% menjadi USD991,22.

  • Harga emas di pasar spot naik 1,3% menjadi USD1.601 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 1,1% menjadi USD1.603,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author