Bursa Pagi: Eropa-Asia Berlawanan Arah, IHSG Masih Berpotensi Menguat

Bursa Pagi: Eropa-Asia Berlawanan Arah, IHSG Masih Berpotensi Menguat

Posted by Written on 18 February 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa 18/2) dibuka turun, gagal melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa. Kekhawatiran dampak wabah virus korona masih menghantui ekspektasi ekonomi China meski bank sentral China telah mengumumkan stimulus. Harga saham pemasok Apple di Asia berguguran, setelah raksasa teknologi As itu memperingatkan tidak akan mampu memenuhi perkiraan pendapatan kuartalan. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,17%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,17%. Pelemahan indeks bertahan 0,17% (-12,00 poin) menjadi 7.113,10 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 0,87% (-204,19 poin) ke level 23.319,05, setelah dibuka anjlok 0,65%, dan Topix melorot 0,56%. Saham Softbank terpangkas 2,38%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka terperosok 0,75%, saham SK Hynix merosot 0,95% dan Samsung Electronics anjlok 1,46%, dan berlanjut terpuruk 0,93% ke level 2.221,26.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 0,69% (-193,10 poin) ke level 27.766,50 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,07% di posisi 2.981,41.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks Eropa dan Asia yang berlawanan arah, setelah membukukan penguatan tipis 0,01% di posisi 5.867 pada akhir sesi perdagangan kemarin.
Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berupaya mempertahankan posisinya di zona hijau. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks mengonfirmasi adanya sinyal reversal, sehingga berpotensi menguat lebih lanjut.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, keputusan bank sentral China untuk memangkas suku bunga acuannya dan berencana memberikan pendanaan jangka menengah terhadap perbankan komersial untuk membantu perekonomian ditengah wabah virus korona, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu menguatnya sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, timah juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 5.840 dan  resistance  di level 5.895.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: BBCA (Buy, Support: Rp33.250, Resist: Rp33.900), CPIN (Buy, Support: Rp6.400, Resist: Rp6.775), JPFA (Buy, Support: Rp1.485, Resist: Rp1.545), ERAA (Buy, Support: Rp1.745, Resist: Rp1.825).

  • ETF: XISC (Buy, Support: Rp655, Resist: Rp663), XMTS (Buy, Support: Rp472, Resist: Rp476), 

    XIIC (Buy, Support: Rp1.071, Resist: Rp1.080).


Eropa dan AS
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, setelah bank sentral China ( PBOC ) memangkas suku bunga dalam upaya untuk membantu perekonomiannya di tengah wabah virus korona yang telah menginfeksi lebih dari 70.000 orang dan membunuh 1.770 orang, menurut Komisi Kesehatan Nasional China. 
PBOC mengumumkan akan memberikan pendanaan jangka menengah sebesar 200 miliar yuan (USD29 miliar) kepada perbankan komersial dan memangkas suku bunga utamanya 10 basis poin menjadi 3,15%. Bursa Wall Street tutup karena libur federal President's Day.
Indeks STOXX naik 0,34% menjadi 431,98 setelah mencapai rekor tertinggi di awal sesi, dipimpin kenaikan harga saham di sektor otomotif sebesar 1,2%. Sementara itu, saham-saham turun 0,3%. Pabrikan suku cadang kendaraan asal Prancis, Faurecia, melesat 6% karena melaporkan kenaikan laba bersih dan penjualan meskipun mengatakan kondisi pasar akan sulit pada 2020. Interpump Group, Italia melejit 7,6%, dan Ubi Banca, bertambah 5,5%. Namun saham Tullow Oil anjlok hampir 3% setelah eksplorasi lepas pantai yang gagal di Peru. Saham AMS dan Dialog Semiconductor semuanya merosot lebih dari 2,5%.
  • FTSE 100 London meningkat 0,33% (24,12 poin) menjadi 7.433,25.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,29% (39,68 poin) ke posisi 13.783,89.

  • CAC 40 Paris menguat 0,27% (16,60 poin) ke level 6.085,95.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang Eropa tadi malam ditutup melemah, di tengah perdagangan yang lesu karena libur di AS. Poundsterling juga melemah. Menteri Keuangan Inggris yang baru meningkatkan ekspektasi bahwa pemerinntah akan menaikkan belanja pemerintah secara signifikan dalam anggaran mendatang. Yen menyusut setelah rilis data ekonomi yang lemah. Euro menguat pada awal perdagangan namun tetap berada di level terendah sejak pertengahan 2017, setelah melorot 2,3% terhadap dolar AS sepanjang Februari.
Pasar mengekspektasikan ekonomi AS akan tetap lebih kuat dibanding negara-negara maju. Yuan dan dolar Australia menguat didukung oleh melemahnya kekhawatiran terhadap penyebaran wabah viru korona. Indeks Dolar AS turun 0,12% menjadi 99,003.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.08360.000.00%6:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3004-0.0004-0.03%6:32 PM
Yen (USD-JPY)109.84-0.04-0.04%6:32 PM
Yuan (USD-CNY)6.9813-0.0056-0.08%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,660.00-33.00-0.24%--

Sumber : Bloomberg.com, 17/2/2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas Eropa hingga tadi malam bergerak menguat. Kekhawatiran akan dampak kejatuhan ekonomi dari wabah virus korona di China diimbangi ekspektasi bahwa potensi penurunan produksi OPEC + dapat memperketat pasokan minyak mentah global. Investor juga merespon positif kebijakan bank sentral China untuk mengucurkan stimulus demi memulihkan perekonomian dari tekanan kelesuan akibat virus korona. Volume perdagangan relatif tipis karena pasar Amerika ditutup untuk libur Presidents's Day. Harga minyak Brent dan WTI telah melonjak masing-masing 5,2% dan 3,4% sepanjang pekan lalu.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 27 sen menjadi USD57,59 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 23 sen menjadi USD52,28 per barel.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author