Bursa Sore: IHSG Terhindar Dari Pelemahan, Saham Konstruksi Jadi Penyangga

Bursa Sore: IHSG Terhindar Dari Pelemahan, Saham Konstruksi Jadi Penyangga

Posted by Written on 17 February 2020


Ipotnews - Gerak datar Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertahan hingga akhir perdagangan hari Senin (17/2). IHSG ke level 5.867 setelah naik tipis 0,01 persen.

Indeks LQ45 +0,02% ke 954.

Indeks IDX30 -0,05% ke 521.

Indeks IDX80 +0,16% ke 133.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,17% ke 618.

Indeks Kompas100 -0,01% ke 1.193.

Indeks Sri Kehati -0,16% ke 381.

Indeks SM Infra18 +0,23% ke 291.

Gerak mendatar IHSG bertahan hingga finis perdagangan hari ini. IHSG terhindar dari pelemahan seiring penguatan saham infrastruktur di tengah koreksi mayoritas sektor saham. Saham infrastruktur subsektor konstruksi yang bergerak menguat di antaranya WSKTPTPPWIKA

Saham Teraktif: TOWRLUCKBHITPURA-W, MKNTKPIGTLKM

Saham Top Gainer LQ45: CTRA,ITMGLPPFPWONWSKTPTPPWIKA

Saham Top Loser LQ45: HMSPTOWRBTPSJSMRTLKMSRILUNVR

Nilai transaksi Rp5,70 triliun. Volume perdagangan sebanyak 65,05 juta lot saham. Investor asing net sell Rp756,14 miliar

Nilai tukar rupiah menguat +0,146 persen ke level Rp13.650 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia mixed pada akhir perdagangan hari Senin (17/2) seiring sikap para investor yang terus memantau potensi kejatuhan ekonomi akibat wabah virus corona. Wabah tersebut telah menginfeksi 70.000 orang dan korban meninggal dunia sebanyak 1.700 orang.

Pasar saham Tiongkok menghijau saat akhir sesi. Indeks Shenzhen Composite naik 3,18 persen ke 1.835. Indeks Shenzhen Component menguat 2,98 persen ke 11.241.

Dalam upaya meredakan dampak buruk wabah virus corona terhadap bisnis, pemerintah China merencanakan pemotongan pajak sambil meningkatkan belanja pemerintah, demikian seperti dikatakan Menteri Keuangan Liu Kun seperti dikutip CNBC.

Kementerian Keuangan mengatakan bahwa akan mengeluarkan anggaran 8 miliar yuan di tahap kedua untuk pencegahan dan pengendalian wabah virus corona. Total anggaran yang telah dikeluarkan untuk pencegahan dan pengendalian mencapai 90,15 miliar yuan.

"Harus diakui suntikan likuiditas pasar keuangan saja tidak akan cukup mengatasi masalah China dari wabah virus corona," kata Analis Mizuho Bank, Vishnu Varathan seperti dikutip CNBC.

Meskipun demikian, kata dia, memastikan kemudahan arus kas adalah kondisi yang diperlukan untuk memastikan bisnis yang layak tetapi tidak menguat karena faktor likuiditas.

Di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng bergerak ke arah zona penguatan.

Namun pelemahan terjadi di pasar saham Jepang setelah Indeks Nikkei 225 melaju negatif saat finis perdagangan. Indeks Topix turun 0,89 persen ke 1.687.
Data yang dirilis pemerintah Jepang memperlihatkan pertumbuhan ekonomi Jepang melemah di kuartal terakhir tahun lalu turun 6,3 persen (YoY). Sementara menurut polling Reuters diperkirakan turun 3,7 persen secara tahunan dan turun 1,6 persen secara kuartalan.
Sementara di bursa Korea Selatan, Indeks Kospi terpuruk ke teritori negatif. Adapun Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia juga ke level negatif.
Bursa saham Singapura juga terkoreksi setelah Indeks Straits Times bergerak lesu. Hal ini terjadi setelah Singapura menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020. Singapura sedang bergulat menjadi salah satu negara dengan korban wabah virus corona terbesar di luar China.
Indeks dolar AS turun tipis ke level 99,131 dibanding level sebelumnya di posisi 99,151.
Kurs yen ke level 109,85 terhadap USD.
Dolar Australia melaju di level $0,6728 atau menguat 0,22 persen.

Indeks Bursa Asia


Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona hijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (17/2) pagi waktu setempat. Gerak penguatan ini terjadi setelah Bank Sentral China memangkas suku bunga acuan guna memberi bantuan pada perekonomiannya di tengah wabah virus corona.
Indeks DAX (Jerman) +0,15% pada posisi 13.764.
Indeks FTSE (Inggris) +0,27% ke level 7.429.
Indeks CAC (Perancis) +0,15% di posisi 6.078.

Oil
Harga minyak stagnan pada perdagangan hari Senin (17/2) di sesi sore seiring kekhawatiran atas lemahnya demand oil disebabkan oleh terpuruknya ekonomi akibat wabah virus corona di China, mengimbangi ekspektasi pemangkasan produksi negara-negara produsen minyak akan memperketat suplai.
Minyak Brent drop 5 sen ke harga USD57,27 per barel (07.54 GMT). Sedangkan minyak WTI naik 3 sen ke level USD52,08 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author