Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, Ganggu Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, Ganggu Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 17 February 2020


Ipotnews - Awali pekan ini, Senin (17/2), bursa saham Asia dibuka berguguran, diwarnai rilis data PDB kuartal keempat Jepang yang melorot 1,6% (qtq), untuk pertama kalinya dalam satu setengah tahun terakhir. Laju pertumbuhan ekonomi Jepang turun 6,3% (yoy) melebihi ekspektasi penurunan 3,7%. Data korban virus korona terus meningkat, dengan lebih dari 68.000 orang terinfeksi dan menewaskan lebih dari 1.600 orang.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan index ASX 200, Australia sebesar 0,34%, di tengah kejatuhan indeks sektor keuangan sebesar 0,84%. Indeks berlanjut melemah 0,25% (-17,60 poin) menjadi 7.112,60 pada pukul 8:35 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang merosot 1,06% (-251,04 poin) ke level 23.436,55, setelah dibuka anjlok 1,34% dan Topix terperosok 1,44%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,47% dan berlanjut berkurang 0,25% ke posisi 2.237,99.
Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka melemah 0,18% (48,89 poin) menjadi 27.766,71. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,27% ke posisi 2.924,99.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks saham Asia, setelah membukukan penurunan tipis 0,09% di posisi 5.866 pada akhir sesi perdagangan pekan lalu. 
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melemah 0,08% menjadi USD24,09.
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini secara teknikal berpotensi kembali ke level 5.900, jelang rilis neraca perdagangan BPS yang membaik. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi rebound di area jenuh jual.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya nilai tukar rupiah serta sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, emas, dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu kekhawatiran investor seiring dengan terus bertambahnya jumlah terinfeksi dan korban meninggal dari virus corona diprediksi akan menjadi katalis negatif di pasar.
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat terbatas dengan  support  di level 5.835 dan resistance di level 5.895. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan , antara lain;
  • Saham: INDF (Buy, Support: Rp7.000, Resist: Rp7.275), PTBA (Buy, Support: Rp2.270, Resist: Rp2.400), 

    BBNI (Buy, Support: Rp7.350, Resist: Rp7.700), JPFA (Buy, Support: Rp1.435, Resist: Rp1.550).

  • ETF: XISR ( SELL , Support: Rp385, Resist: Rp389), XPSG (Buy, Support: Rp421, Resist: Rp426),

    R-LQ45X (Buy, Support: Rp985, Resist: Rp995).


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan membukukan kenaikan mingguan meskipun bergerak cenderung mendatar. Indeks S&P 500 naik 1,6%, Dow Jones naik 1% dan Nasdaq meningkat 2,2% dibanding pekan lalu. Rilis data penjualan ritel inti, tidak termasuk penjualan mobil, bensin, material bangunan dan pangan, periode Desember hanya naik 0,2%, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 0,5%, dan di bawah ekspektasi 0,3%. Penjualan toko pakaian mengalami penurunan terburuk sejak 2009. Penjualan ritel inti sangat terkait erat dengan komponen belanja konsumen yang mencapai 2/3 dalam PDB AS.
Bursa saham bergairah kembali setelah CNBC memberitakan bahwa pemerintah AS mempertimbangkan insentif pajak bagi investor lokal pembeli saham. Rilis data laba beberapa emiten melampaui indikator perekonomian AS. Kinerja Nvidia dan Expedia. Saham Nvidia melesat 7%, dan Expedia melambung 11% karena kinerja keungan yang kuat. Menurut data FactSet, lebih dari 77% emiten S&P 500 telah merilis kinerjanya, 72% persen di antaranya mengalahkan perkiraan analis.
  • Dow Jones Industrial Average ( DJIA ) melemah 0,09% (-25,23 poin) di posisi 29.398,08.

  • S&P 500 menguat 0,18% (6,22 poin) menjadi 3.380,16.

  • Nasdaq Composite bertambah 0,2% (19,21 poin) ke level 9.731,18.
Bursa saham utama Eropa menutup pekan lalu dengan cenderung melemah dihantui kekhawatiran epidemi virus korona di China serta perlambatan kinerja emiten. Komisi Kesehatan Nasional China menginformasikan tambahan angka kematian sebanyak 121 orang dan 5.090 kasus baru virus korona di China, korban meninggal dunia telah mencapai 1.380 orang. Pertumbuhan ekonomi zona euro melambat pada kuartal terakhir 2019, menjadi 0,1%
Indeks STOXX 600 menyusut 0,13% menjadi 430,52. Saham sektor properti dan utilitas membukukan kenaikan tertinggi sebesar 1,5%. Harga saham Renault melemah karena secara tak terduga membukukan rugi tahun 2019, kerugian pertama setelah 10 tahun. Astra Zeneca turun 4% karena memperkirakan penurunan kinerja tertekan wabah virus corona. Saham RBS turun 7% setelah merevisi target  return  dan memangkas investasi.
  • DAX 30 Frankfurt sedikit melemah 0,01% (-1,22 poin) di posisi 13.744,21.

  • FTSE 100 London melorot 0,58% (-42,9 poin) ke level 7.409,13.

  • CAC 40 Paris turun 0,39% (- 23,79 poin) menjadi 6.069,35.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan menguat tipis. Dolar melemah terhadap euro meskipun kekhawatiran pertumbuhan zona euro diperkirakan akan terus membebani.
Kecemasan tentang dampak virus corona terhadap China yang terkait dengan ekonomi Eropa, membuat ekonomi Eropa rentan.
Chrysler menutup salah satu pabrik mereka di Eropa Timur karena kekurangan pasokan dari China. PDB zona euro kuartal IV tumbuh 0,1% (qtq) , jauh di bawah ekspektasi 0,9%. Ekonomi Jerman mengalami stagnasi pada kuartal keempat karena konsumsi swasta dan pengeluaran negara berkurang. Indeks Dolar AS sedikit menguat 0,06% menjadi 99,124.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.0831-0.001-0.09%
Poundsterling (GBP-USD)1.30470.0001+0.01%
Yen (USD-JPY)109.78-0.04-0.04%
Yuan (USD-CNY)6.98700.0098+0.14%
Rupiah (USD-IDR)13,693.00-1.00-0.01%

Sumber : Bloomberg.com, 14/2/2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat masuk ke jalur kenaikan mingguan pertama sejak Januari. Harga minyak Brent telah turun 15% sejak awal tahun. Para investor berspekulasi bahwa dampak ekonomi akibat virus korona hanya jangka pendek dan memperkirakan stimulus bank sentral China akan berlanjut untuk mengatasi perlambatan.
WHO menyatakan kenaikan berlipat kasus infeksi virus korona di China tidak berarti epidemi meluas, tetapi karena keputusan untuk mereklasifikasi berkas kasus-kasus terduga infeksi. Lebih dari 1.380 orang telah meninggal akibat virus kprona di China. Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan permintaan minyak kuartal pertama tahun ini akan turun dibandingkan tahun sebelumnya, untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan tahun 2009. Merespon pernyataan IEA, OPEC + mempertimbangkan pemangkasan produksi lebih besar.
  • Harga minyak Brent naik 89 sen menjadi USD 57,23 per barel, naik 4,4% secara mingguan.

  • Harga minyak WTI naik 63 sen menjadi USD 52,05 per barel, naik 3,3% secara mingguan.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pekan lalu ditutup menguat, naik 0,7% secara mingguan. Para pemodal memperkirakan aset  safe haven  akan menjadi sarana lindung nilai terhadap dampak ekonomi akibat wabah virus korona. Investor keluar dari aset berisiko akibat berita yang sering berubah terkait wabah virus korona.
Harga logam berharga lainnya; paladium turun 0,87% menjadi USD2.330,53 per ounce, perak naik 0,5% ke harga USD17,705, dan platinum turun 0,76% menjadi USD 967,3.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.581,25 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,4 % ke level USD1.585,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author