Bursa Sore: Giliran Sektor Infrastruktur Tekan IHSG ke Zona Bearish

Bursa Sore: Giliran Sektor Infrastruktur Tekan IHSG ke Zona Bearish

Posted by Written on 14 February 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertahan di area bearish pada perdagangan hari Jumat (14/2). IHSG finis ke level 5.866 setelah tergerus -0,09 persen (-6 poin).

Pada finis perdagangan akhir pekan ini giliran sektor infrastruktur yang menahan laju IHSG . Sektor infrastruktur melemah paling dalam sebesar 1,62 persen. Saham-saham infrastruktur yang melorot di antaranya TBIG,TOWR, GIAATLKM dan BIRD

Indeks LQ45 -0,03% ke 953.

Indeks IDX30 +0,05% ke 521.

Indeks IDX80 +0,23% ke 133.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,39% ke 619.

Indeks Kompas100 -0,10% ke 1.193.

Indeks Sri Kehati -0,24% ke 381.

Indeks SM Infra18 +0,52% ke 290.

Saham Teraktif: LUCKTOWRMNCNDADA-W, TLKMPURABBCA

Saham Top Gainer LQ45: CPININTPJPFAUNTRSRILLPPFPWON

Saham Top Loser LQ45: ICBPBMRIAKRATBIGBBRIWSKTHMSP

Nilai traksaksi Rp6,21 triliun. Volume perdagangan sebanyak 63,88 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp363,55 miliar

Nilai tukar rupiah naik tipis +0,037 persen ke level Rp13.670 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia naik tipis pada perdagangan hari Jumat (14/2) menuju jalur penguatan mingguan keduanya berturut-turut dibantu oleh ekspektasi China akan membuat kebijakan untuk melunakkan dampak wabah virus corona terhadap perekonomian.

"China sudah melonggarkan kebijakan moneternya dan menyediakan lebih banyak likuiditas sementara untuk stimulus. Pabrik-pabrik mulai dibuka kembali walaupun beberapa di antaranya ada yang menunda operasional," kata Yukino Yamada, Analis pada Daiwa Securities seperti dikutip Reuters.

Sementara Ryutaro Kimura, Analis AXA Investment Management memperkirakan dampak cukup besar terhadap ekonomi global karena China sekarang berkontribusi 17 persen bagi ekonomi global dibanding ketika saat wabah SARS pada 2002-2003 yang hanya berkontribusi 4 persen.

"Itu berarti negara-negara cenderung mempertahankan suku bunga rendah lebih lama, menjaga imbal hasil obligasi global rendah. Ekspektasi seperti itu pada gilirannya mendukung harga saham dunia," kata Kimura.

Pasar saham China berhasil menguat saat tutup sesi. Indeks Shenzhen Composite naik 0,441 persen ke 1.779. Indeks Shenzhen Component menguat 0,48 persen ke 10.916. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga bergerak positif.

Pelemahan terjadi di pasar saham Jepang setelah Indeks Nikkei 225 melaju negatif saat akhir sesi. Indeks Topix turun 0,6 persen ke 1.702. Saham unggulan Fast Retailing turun 1,8 persen. Saham Nissan turun 9,64 persen setelah memperkirakan pendapatan operasi turun lebih dari 40 persen.
Sementara di bursa Korea Selatan, Indeks Kospi berhasil bangkit dari pelemahan ke zona penguatan. Adapun Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia juga ke level positif. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) bergerak naik 0,25 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 99,113 dibanding level sebelumnya di posisi 99,087.
Kurs yen naik tipis ke level 109,78 terhadap USD dari posisi sebelumnya di level 109,9 yen.
Dolar Australia melaju di level $0,6722 dari posisi sebelumnya di $0,6707.

Indeks Bursa Asia


Bursa Eropa
Market saham Eropa mixed saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (14/2) pagi waktu setempat seiring investor memantau epidemi virus corona di China dan perlambatan laba emiten.
Indeks DAX (Jerman) +0,12% pada posisi 13.761.
Indeks FTSE (Inggris) -0,14% ke level 7.441.
Indeks CAC (Perancis) +0,01% ke posisi 6.093.

Oil
Harga minyak berubah arah menguat pada perdagangan hari Jumat (14/2) di sesi sore di jalur penguatan mingguan pertamanya dalam 6 pekan terakhir. Laju harga ditopang oleh ekspektasi negara produsen minyak utama akan menerapkan pemangkasan produksi lebih besar untuk mengantisipasi perlambatan demand di China akibat epidemi virus corona.
Minyak Brent naik 13 sen ke harga USD56,47 per barel (07.31 GMT). Sedangkan minyak WTI menguat 14 sen ke level USD51,56 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author