IHSG Tumbang Lagi Dimotori Saham-saham Agri

IHSG Tumbang Lagi Dimotori Saham-saham Agri

Posted by Written on 13 February 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) lengser ke zona pelemahan pada perdagangan hari Kamis (13/2). IHSG berakhir ke level 5.871 setelah tergerus -0,70 persen (-42 poin).

Saham-saham agri menjadi lokomotif pelemahan IHSG . Sektor tersebut melemah paling signifikan sebesar 2,73 persen. Emiten agri yang terpuruk antara lain BISI, SMART, TBLASIMPBWPTLSIP dan AALI

Indeks LQ45 -0,71% ke 954.

Indeks IDX30 -0,62% ke 521.

Indeks IDX80 -0,87% ke 132.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,65% ke 617.

Indeks Kompas100 -0,71% ke 1.195.

Indeks Sri Kehati -0,62% ke 382.

Indeks SM Infra18 -1,64% ke 289.

Saham Teraktif: MNCNAYLS-W, TOWRTAMABHITTAMA-W, LUCK

Saham Top Gainer LQ45: BBNIACESADROERAAPWONBBRIITMG

Saham Top Loser LQ45: BBCAASIIUNTRHMSPJPFATBIGWIKA

Nilai traksaksi Rp6,81 triliun. Volume perdagangan sebanyak 61,71 juta lot saham. Investor asing net buy Rp49,45 miliar

Nilai tukar rupiah drop -0,15 persen ke level Rp13.675 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Rally pasar saham Asia terhenti pada perdagangan hari Kamis (13/2), harga obligasi naik dan kurs mata uang negara terkait wabah virus corona tertekan seiring lonjakan korban meninggal akibat virus tersebut. Kenaikan kasus infeksi juga menekan harapan bahwa penyebaran virus corona telah melambat.

Ditemukan kasus 242 kematian baru di Hubei sebagai pusat wabah virus corona. Jumlah tersebut dua kali lipat dari jumlah korban pada hari sebelumnya dan mengkonfirmasi 14.840 kasus baru per 12 Februari.

Lonjakan kasus baru tersebut terjadi setelah otoritas setempat mengadopsi metodologi baru untuk menghitung infeksi sehingga kasus meningkat tujuh kali lipat dari hari sebelumnya.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun di bawah 1,6 persen. Mata uang Yuan melemah 0,1 persen.

Tidak ada kepanikan dalam hal ini karena kenaikan jumlah kasus sejauh ini tampaknya dapat diatasi di Hubei, demikian menurut Analis Societe Generale, Frank Benzimra. "Sebagian besar pasar telah mengganti kerugian mereka sehingga posisi offer itu mungkin menjadi beberapa alasan untuk aksi jual di pasar Asia," ujarnya seperti dikutip Reuters.

Pasar saham China finis melemah saat akhir sesi. Indeks Shenzhen Composite drop 0,769 persen ke 1.771. Indeks Shenzhen Component turun 0,7 persen di level 10.864. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga berakhir di zona negatif.

Pelemahan juga terjadi di pasar saham Jepang setelah Indeks Nikkei 225 melaju di jalur negatif ketika akhir sesi perdagangan. Indeks Topix turun 0,34 persen ke 1.713. Saham unggulan Softbank Group turun 5,09 persen setelah merilis kinerja laba kuartalan yang sedikit turun.
Sementara di bursa Korea Selatan, Indeks Kospi gagal bertahan di zona penguatan saat sesi siang ketika berakhir melemah. Pelemahan ini seiring tertekannya saham otomotif unggulan, Hyundai Motor yang harga sahamnya turun 2,21 persen.
Adapun Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia mampu bertahan positif. Indeks S&P/ASX200 menguat sejak sesi siang. Sedangkan Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) bergerak melemah 0,17 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 98,995 dibanding level sebelumnya di posisi 98,980.
Kurs yen naik ke level 109,79 terhadap USD dari posisi sebelumnya di level 110,09.
Dolar Australia melemah di level $0,6716 dari posisi sebelumnya di $0,6738.

Indeks Bursa Asia


Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona merah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (13/2) pagi waktu setempat seiring wabah virus corona di China masih tetap menjadi fokus utama perhatian para investor.
Indeks DAX (Jerman) -0,31% pada posisi 13.706.
Indeks FTSE (Inggris) -0,91% ke level 7.466.
Indeks cAC (Perancis) -0,49% di posisi 6.074.

Oil
Harga minyak mixed pada perdagangan hari Kamis (13/2) di sesi sore seiring kekhawatiran penurunan demand yang disebabkan oleh pembatasan perjalanan secara resmi terkait wabah virus corona di China, merupakan negara importer terbesar kedua di dunia. Sentimen tersebut mengalahkan katalis positif ekspektasi pemangkasan produksi negara-negara produsen minyak.
Minyak Brent drop 6 sen ke harga USD55,73 per barel (07.35 GMT). Sedangkan minyak WTI melaju 5 sen ke level USD51,22 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author