Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Naik, Dukung Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Naik, Dukung Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 12 February 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (12/1), dibuka  mixed  cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, didukung oleh optimisme baru melambatnya pertambahan jumlah kasus virus korona di China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,16%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka menguat 0,4%, harga saham Commonwealth Bank of Australia melesat 3,06%. Penguatan indeks berlanjut 0,43% (30,40poin) ke posisi 7.085,70 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meningkat 0,48% (112,84 poin) ke level 23.798,82, setelah dibuka naik 0,49% dan Topix bertambah 0,23%. Saham Softbank Group melambung 10,47%, setelah hakim menyetujui mereger T-Mobile dan Sprint yang sahamnya dimiliki Softbank. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka melemah 0,11% dan berlanjut menyusut 0,06% menjadi 2.221,73.

Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka naik 0,48% (133,34 poin) ke posisi 27.717,22 pada pukul 8:40 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China turun 0,21% ke level 2.895,56.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah ditutup menguat tipis 0,04% di posisi 5.954 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,33% menjadi USD24,62.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan, didukung capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan membentuk pola bearish counter attack.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya beberapa harga komoditas seperti CPO dan emas diprediksi akan menjadi katalis negatif di pasar. Sementara itu investor juga masih akan mencermati perkembangan terbaru terkait penyebaran virus Korona yang diperkirakan akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi China.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan support di level 5.925 dan resistance di level 5.990.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: MEDC (Buy, Support: Rp690, Resist: Rp735), BWPT (Buy, Support: Rp117, Resist: Rp128), 

    ADRO (Buy, Support: Rp1.295, Resist: Rp1.345), WIKA (Buy, Support: Rp1.915, Resist: Rp2.000).

  • ETF: XBLQ ( SELL , Support: Rp462, Resist: Rp469), XIIT ( SELL , Support: Rp538, Resist: Rp546), 

    XPES ( SELL , Support: Rp395, Resist: Rp400).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat, setelah kesaksian Chairman Federal Reserve Jerome Powell di depan House Financial Services Committee. Ia mengatakan bank sentral "memantau dengan cermat" situasi coronavirus  an mencatat bahwa "terlalu dini untuk mengatakan" bagaimana coronavirus  pada akhirnya akan berdampak pada ekonomi AS. Data Universitas Johns Hopkins menunjukkan jumlah kasus baru yang dikonfirmasi merupakan yang terendah sejak akhir Januari, meningkatkan optimisme terhadap upaya China negara itu untuk menahan penyebaran wabah tersebut.

Saham Under Armour anjlok lebih dari 18% karena hasil kuartalan yang mengecewakan dan memperingatkan wabah virus korona bisa menurunkan penjualan antara USD50 juta hingga USD60 juta. Saham Sprint melonjak lebih dari 70% sementara T-Mobile melesat 10,8%, setelah hakim menyetujui merger kedua perusahaan itu. 

Data lowongan pekerjaan AS pada Desember turun ke level terendah dua tahun, mencapai 6,4 juta, penurunan terbesar terjadi di sektor transportasi, utilitas dan jasa pendidikan, di antara sektor-sektor lainnya

  • S&P 500 ditutup menguat 0,17% (5,66 poin) menjadi 3.357,75.
  • Nasdaq Composite bertambah 0,11% (10,55 poin) ke posisi 9.638,94.

  • Dow Jones Industrial Average mendatar di level 29.276,34.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup lebih tinggi, investor terus memantau penyebaran virus korona dan pengaruhnya terhadap perekonomian global. Virus korona telah menginfeksi 42.638 orang dan menewaskan 1.016 di seluruh daratan China, namun perlambatan penambahan kasus baru memberikan momentum kenaikan pasar saham global. Peneliti pemerintah China, memperingatkan bahwa wabah coronavirus dapat mengurangi 1 poin persentase tingkat pertumbuhan ekonomi negara itu pada 2020. 

Beberapa negara anggota Uni Eropa memasuki ketidakpastian politik yang baru.

Indeks STOXX 600 melaju 0,9% menjadi 428,48, dipimpin kenaikan harga saham sektor perjalanan dan wisata sebesar 1,9%. Pabrikan otomotif China, Geely, mengumumkan rencana untuk merger dengan Volvo, untuk masuk ke bursa Hong Kong dan Stockholm. Airbus meluncurkan pesawat baru di Singapore Airshow, yang dirancang untuk mengurangi emisi karbon sebesar 20%. Saham Daimler melemah 1% setelah pabrikan mobil Jerman itu mengalami kerugian pada kuartal keempat 2019 dan memotong dividennya.

  • FTSE 100 London melaju 0,71% (52,56 poin) ke posisi 7.499,44.

  • DAX 30 Frankfurt melonjak 0,99% ( 133,81 poin) ke level 13.627,84.

  • CAC 40 Paris meningkat 0,65% (39,09 poin) menjadi 6.054,76.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, karena minat terhadap aset berisiko meningkat yang didorong oleh meredanya kekhawatiran atas wabah virus korona China. Investor merespons pernyataan penasihat kesehatan China bahwa wabah tersebut mungkin sudah mencapai puncaknya dan diperkirakan akan berakhir April. Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan kepada Kongres, bahwa ekonomi AS berada di tempat yang baik, namun terlalu dini untuk memperhitungkan dampak  coronavirus terhadap ekonomi AS dan dunia. 

Data lowongan pekerjaan di AS turun selama dua bulan berturut-turut pada Desember, mencapai level terendah dalam dua tahun. Indeks dolar turun dari level tertinggi empat bulan, dengan berkurang 0,11% menjadi 98,721.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.09180.0002+0.02%6:33 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29550.0003+0.02%6:33 PM
Yen (USD-JPY)109.830.04+0.04%6:34 PM
Yuan (USD-CNY)6.9660-0.0183-0.26%--
Rupiah (USD-IDR)13,674.50-37.00-0.27%--

Sumber : Bloomberg.com, 11/2/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pagi tadi melonjak sekitar 1%, bangkit dari posisi terendah 13 bulan. Pertambahan jumlah kasus virus korona di China melambat, meredakan kekhawatiran atas potensi kehancuran permintaan minyak yang berpanjangan. Meski begitu, investor tetap waspada bahwa permintaan minyak China dapat mengalami tekanan lebih lanjut jika virus korona itu tidak dapat ditangani dan jika OPEC + gagal menyepakati langkah-langkah lebih lanjut untuk mendukung harga.

BUMN penyulingan China berencana memotong permintaan minyak mentah sebanyak 940.000 barel per hari (bph) - hampir 1% dari permintaan dunia - pada Februari. Badan Informasi Energi AS memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun ini sebesar 310.000 bph setelah wabah virus korona merebak. Persediaan minyak mentah AS naik 6 juta barel pekan lalu, dibandingkan ekspektasi analis untuk peningkatan 3 juta barel, kata API.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 74 sen (1,4%) menjadi USD54,01 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 37 sen (0,8%) menjadi USD49,94 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, investor memilih aset berisiko setelah penurunan penambahan jumlah kasus virus korona yang dikonfirmasi di China. Pasar keuangan global mencatat level tertinggi yang baru dan pabrik-pabrik di China perlahan-lahan kembali beraktivitas. Penurunan harga emas sedikit tertahan oleh kesaksian Powell di depan Komite Kongres AS, yang mengutip tentang potensi ancaman dari virus korona dan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi jangka panjang.

Harga logam mulia lainnya; palladium turun 0,6% menjadi USD2.339,26 per ounce, perak melemah 0,7% menjadi USD17,63, sedangkan platinum naik 0,9% menjadi USD969,43

  • Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.567,26 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,6% menjadi USD1.570,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author