Bursa Pagi: Ikuti Wall Street, Asia Melaju, IHSG Menuju 6.000

Bursa Pagi: Ikuti Wall Street, Asia Melaju, IHSG Menuju 6.000

Posted by Written on 11 February 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (11/2), dibuka cenderung menguat berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham Wall Street yang didukung lonjakan sektor teknologi. Investor tetap mewaspadai dampak penyebaran virus korona yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di China, hingga Senin malam. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,17%. Bursa saham Jepang hari ini libur.
Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka naik lebih dari dari 0,5% ditopang kenaikan hampir di semua sektor. Indeks berlanjut melaju 0,72% (50,80 poin) ke posisi 7.063,30 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan melompat 0,86% (18,82 poin) ke levl 2.219,89, setelah dibuka melaju 0,7%, saham LG melesat lebih dari 3,5%.
Melanjutkan tren penguatan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik, melonjak 1,0% (272,91 poin) ke level 27.514,25 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,14% menjadi 2.894,54.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada kecenderungan kenaikan harga saham di bursa global dan regional, setelah tenggelam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 0,79% ke level 5.952.
Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan kembali berusaha kembali ke atas level 6.000 didukung rilis sejumlah data ekonomi yang cukup baik. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan, sebagian besar indikator berada pada posisi yang cukup optimistis. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,16% menjadi USD24,54.
Tim Riset Indo Premier berpendapat berlanjutnya kekhawatiran investor terhadap terus bertambahnya jumlah terinfeksi virus korona, serta turunnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, batu bara diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks. Sementara itu rebound indeks bursa global seiring dengan menguatnya sejumlah saham sektor teknologi diprediksi akan menjadi katalis positif di pasar.
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 5.910 dan  resistance  di level 5.985. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: BBCA (Buy, Support: Rp33.500, Resist: Rp34.250), MDKA (Buy, Support: Rp1.200, Resist: Rp1.255), BBRI (Buy on Weakness, Support: Rp4.450, Resist: Rp4.580), TLKM (Buy, Support: Rp3.760, Resist: Rp3.850).

  • ETF: XPLQ ( SELL , Support: Rp477, Resist: Rp486), XIIC ( SELL , Support: Rp470, Resist: Rp478), 

    XPID ( SELL , Support: Rp520, Resist: Rp528).


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona hijau, dipimpin kenaikan tajam harga saham teknologi seperti Amazon yang mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq ke level tertinggi sepanjang masa. 
Amazon melejit 2,6% melampaui level USD2.100 per saham untuk pertama kalinya. Netflix, Alphabet, Microsoft, Visa dan Cisco Systems semuanya melonjak lebih dari 1%. Tesla melesat lebih dari 3%. Boeing meningkat 2% lebih tinggi. Saham Apple anjlok 1,9% di tengah kekhawatiran wabah virus korona.
Akhir pekan lalu, meski anjlok lebih dari 200 poin, Wall Street mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Juni. Data ketenagakerjaan bulanan AS yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan lebih dari 200.000 pekerjaan diciptakan pada Januari. Institute for Supply Management mengatakan aktivitas manufaktur AS  rebound  pada Januari, sementara pertumbuhan di sektor jasa meningkat.
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,6% (174,31 poin) menjadi 29.276,82.

  • S&P 500 meningkat 0,73% (24,38 poin) ke posisi 3.352,09.

  • Nasdaq Composite Index melonjak 1,13% (107,88 poin) ke level 9.628,39.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup variatif, di tengah kekhawatiran wabah virus korona di China yang terlah menewaskan lebih dari 900 orang, dan lebih 40.000 terinveksi. Rilis data inflasi Januari China menguat, indeks harga produsen naik 0,1% dan harga konsumen meningkat 5,4% ( year-on-year ). Pabrik-pabrik China dijadwalkan untuk memulai kembali aktivitas, setelah liburan Tahun Baru Imlek, tetapi banyak yang diperkirakan tetap tutup lebih lama. Badai Ciara menghantam Inggris dan bagian utara Eropa menghentikan sebagian besar aktivitas di kawasan tersebut.
Indeks STOXX 600 menguat 0,07% menjadi 424,64, dipimpin kenaikan harga saham sektor konstuksi sebesar 0,6%. Saham minyak dan gas memimpin penurunan, merosot lebih dari 1%. Pabrikan otomotif Daimler berencana memotong hingga 15.000 pekerjaan karena mengintensifkan langkah-langkah pemangkasan biaya. 
Saham NMC Health melambung 32% setelah mengumumkan telah menerima dua tawaran dari empaat investor.
  • FTSE 100 London turun 0,27% (-19,82 poin) menjadi 7.446,88.

  • DAX 30 Frankfurt menyusut 0,15% (-19,78 poin) ke posisi 13.494,03.

  • CAC 40 Paris berkurang 0,23% (14,08 poin) ke level 6.015,67.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, mencapai level tertinggi empat bulan terhadap euro. Prospek bullish ekonomi AS dan data makro zona euro yang lemah membuat greenback lebih menarik ketimbang mata uang  tunggal it u. Kekhawatiran tentang virus korona mendorong permintaan dolar sebagai aset safe haven.
Pertumbuhan lapangan kerja di Amerika berakselerasi pada Januari. Sebaliknya,  output  industri Jerman mencatat penurunan terbesar pada Desember sejak resesi tahun 2009. Ketidakpastian politik di Jerman merupakan beban tambahan bagi pergerakan euro. Indeks dolar naik 015% menjadi 98,832.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.091-0.0001-0.01%6:33 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2912-0.0003-0.02%6:33 PM
Yen (USD-JPY)109.770.000.00%6:33 PM
Yuan (USD-CNY)6.9843-0.0181-0.26%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,711.5036.50+0.27%--

Sumber : Bloomberg.com, 10/2/2020 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, mencapai level terendah sejak Desember 2018. Permintaan minyak China melorot setelah merebaknya wabah virus korona. Harga minyak WTI anjlok lebih dari 25% dari puncaknya pada Januari kembali di bawah level USD50 per barel. Para trader juga menunggu apakah Rusia akan bergabung dengan produsen lain untuk mengurangi produksi lebih lanjut.

Harga Brent dan WTI berada di wilayah jenuh jual masing-masing selama 13 hari dan 14 hari, garis bearish 
terpanjang sejak November 2018. Impor minyak mentah dan gas alam China anjlok. Kilang-kilang China dikabarkan mengatakan akan memotong penyulingan sekitar 940.000 bph bulan ini. Sementara terminal impor memangkas pesanan untuk pengiriman baru dan beberapa di antaranya menyatakan force majeure. OPEC + telah memangkas produksi 1,2 juta bph sejak Januari 2019, dan komite teknikal menyarankan untuk memangkas 600.000 barel lagi.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, anjlok USD1,14 (-2,0%), menjadi USD53,33 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 75 sen (-1,5%), menjadi USD49,57 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melesat ke level tertinggi dalam sepekan, investor mencari safe haven dari dampak ekonomi penyebaran virus korona. WHO) mengatakan jumlah kasus virus korona di luar China bisa menjadi "puncak gunung es". Penguatan dolar AS membatasi kenaikan harga emas. Pasar menunggu pidato Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, di hadapan Kongres AS, Selasa dan Rabu ini, terutama untuk komentarnya terkait dengan virus China.

Harga emas sudah melonjak hampir 4% sepanjang 2020, setelah kenaikan tahunan sekitar 18% pada tahun lalu. Harga logam mulai lainnya; palladium melesat 1,2% menjadi USD2.343,89 per ounce, perak naik 0,8% menjadi USD17,81, sedangkan platinum turun 0,3% menjadi USD962,04.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,40% menjadi USD1.575,71 per ounce.

  • Harga emas berjangka juga naik 0,42% menjadi USD1.579,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author