Bursa Siang: Dampak Virus Corona Bagi Manufaktur China Tekan Market Regional, IHSG Juga Terhambat

Bursa Siang: Dampak Virus Corona Bagi Manufaktur China Tekan Market Regional, IHSG Juga Terhambat

Posted by Written on 10 February 2020


Ipotnews - Laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tertekan pada sesi I perdagangan hari Senin (10/2). IHSG ke level 5.957 setelah melemah -0,70 persen (-43 poin).

Indeks LQ45 -0,92% ke 967. Indeks IDX30 -0,83% ke level 529. Indeks IDX80 -1,01% ke 135. Indeks JII -0,84% ke posisi 639. Indeks Kompas100 -0,91% ke 1.212. Indeks Sri Kehati -0,73 persen ke 387. Indeks SMInfra18 -1,09 persen ke level 297.

Saham-saham teraktif: LUCKREALTRIN,BMRI, ASIIWIKA

Saham-saham top gainers LQ45: TLKMICBP

Saham-saham top losers LQ45: BBCASMGRHMSPBBTNUNVRBMRIGGRM

Nilai transaksi mencapai Rp2,57 triliun. Volume trading sebanyak 29,67 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp272,73 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,29 persen ke level Rp13.710 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia tertekan di jalur pelemahan pada perdagangan di sesi pagi hari Senin (10/2) karena para pemodal terus memantau dampak wabah virus corona yang sedang berlangsung terhadap manufaktur china. Pabrik-pabrik di Tiongkok bersiap aktif lagi pada Senin awal pekan ini namun diperkirakan masih banyak yang berhenti operasi lebih lama.

Ini berarti gangguan lebih lanjut rantai pasokan pada banyak perusahaan. Karantina dan kebijakan lain yang diberlakukan untuk menahan virus dapat terus mengganggu manufaktur elektronik.

"Provinsi Hubei sebagai pusat penyebaran virus corona adalah salah satu pusat produksi utama Tiongkok khususnya di sektor baja, mobil dan elektronik," demikian kata Tim Analis DBS Group Research yang berbasis di Singapura. Menurut Tim Analis tersebut, sebagian besar ekonomi ASia mengimpor 20-30 persen barang setengah jadi dari Tiongkok. Hal ini menggarisbawahi kerentanan pasokan jika pandemi menyebabkan produksi dan pengiriman terhenti.

Pasar saham Tiongkok ke zona pelemahan. Indeks Shenzhen Composite drop 0,204 persen dan Indeks Shenzhen Component melemah 0,22 persen. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga parkir di zona merah.

Pelemahan di bursa china dan Hong Kong tersebut setelah rilis data inflasi dan inflasi di tingkat produsen di china. Inflasi china periode Januari naik 5,4 persen atau lebih tinggi dari perkiraan sebesar 4,9 persen. Sedangkan Inflasi di tingkat Produsen china naik 0,1 persen.
Market saham Jepang juga melemah ke zona merah. Indeks Nikkei 225 ke area negatif saat sesi siang masih berlangsung. Indeks Topix drop -0,65 persen. Indeks Kospi turun 0,63 persen.
Adapun Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia juga ke level negatif. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) drop 0,5 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 98,644 dibanding level sebelumnya di posisi 97,6. Sementara dolar Australia drop di level $0,6698 dari posisi sebelumnya di $0,672. Kurs yen melemah di level 109,75 terhadap USD dari posisi sebelumnya di level $109,55.

Indeks Bursa Asia


Oil
Harga minyak melemah pada perdagangan hari Senin (10/2) di sesi pagi seiring momok kelebihan pasokan di pasar setelah penyebaran virus corona menghantam demand di china, importir terbesar di dunia.
Minyak Brent drop 38 sen ke harga USD54,09 per barel (01.00 GMT). Bahkan Brent sempat menyentuh level terendah di USD53,63 per barel. Sedangkan minyak WTI melemah 38 sen ke level USD49,94 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author