Bursa Pagi: Global-Regional Lanjutkan Kenaikan, IHSG Berpeluang Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Lanjutkan Kenaikan, IHSG Berpeluang Menguat

Posted by Written on 05 February 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (5/2), dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Indeks global terangkat oleh sejumlah langkah Beijing untuk membatasi penyebaran dan meredam dampak ekonomi krisis virus korona yang telah menewaskan 490 orang dan 24.000 kasus terjangkit.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,67% didukung kenaikan harga saham sektor keuangan sebesar 0,43%. Kenaikan indeks sedikit mereda menjadi 0,50% (34,40poin) ke posisi 6.983,10 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melaju 0,96% (220,70 poin) ke level 23.305,29, setelah dibuka melonjak 1,22% dan Topix melompat 1,17% di tengah pelemahan yen. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,98% dan berlanjut naik 0,47% menjadi 2.167,97.

Melanjutkan tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka di zona hijau, melaju 0,72% (193,34 poin) ke posisi 26.896,32 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga naik 0,33% menjadi 2.792,37.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup melaju 0,65% ke level 5.922. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melonjak 1,37% menjadi USD24,48.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan proses kenaikan didukung capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan, berusaha kembali ke atas level 6.000 meskipun sinyal reversal masih belum terkonfirmasi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan naiknya sejumlah saham sektor teknologi di tengah meredanya kekhawatiran investor terkait penyebaran virus korona diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks. Sementara itu  rebound sebagian besar harga komoditas seperti CPO, nikel, timah dan batu bara diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar. Dari dalam negeri, investor juga akan mencermati rilis data PDB pada kuartal IV/2019 dimana berdasarkan konsensus akan berada di level 5,04% yoy.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 5.895 dan resistance di level 5.950. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

Saham: BBCA (Buy, Support: Rp32.675, Resist: Rp33.350), BBNI (Buy, Support: Rp7.225, Resist: Rp7.500), 

TBIG (Buy, Support: Rp1.155, Resist: Rp1.215), INCO (Buy, Support: Rp3.250, Resist: Rp3.400).

ETF: XBNI (Buy, Support: Rp1.055, Resist: Rp1.084), XPDV (Buy, Support: Rp451, Resist: Rp463), XIJI (Buy, Support: Rp642, Resist: Rp650).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan meningkat tajam karena pasar pulih kembali dari aksi jual besar-besaran yang dipicu kekhawatiran dampak virus korona. Reuters melaporkan  Bank Sentral China (PBoC) akan memangkas suku bunga pinjaman utama serta persyaratan cadangan perbankan dalam beberapa pekan mendatang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya PBoC menyatakan akan menginjeksi likuiditas hingga mencapai lebih dari 1 triliun yuan. Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, menyebutkan wabah virus korona bukan "bencana bagi ekonomi AS".

Saham Apple melonjak 3,3%, Nvidia dan Micron masing-masing naik lebih dari 2,5%. Saham Carnival yang terkena dampak langsung virus korona, melaju 1,9%, dan saham maskapai penerbangan, American dan United melambung lebih dari 5%. Tesla meroket lebih dari 13%, setelah sempat terbang lebih dari 24%, terbaik dalam enam tahun. Microsoft dan Caterpillar melejit 3%.

  • Dow Jones Industrial Average melompat 1,44% (409 poin) menjadi 28.807,63.

  • S&P 500 melonjak 1,5% (48,67 poin) ke posisi 3.297,59.

  • Nasdaq Composite Index melesat 2,1% (194,57 poin) ke level 9.467,97.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup naik tinggi, investor mengesampingkan kekhawatiran dampak wabah coronavirus terhadap ekonomi.Fokus pasar Eropa juga terarah pada rencana perundingan perdagangan Inggris dan Uni Eropa. Kedua belah pihak menetapkan posisi negosiasi yang berbeda tentang hubungan di masa mendatang.

Indeks STOXX 600 melompat ,64% menjadi 418,47, dipimpin kenaikan harga saham sumber daya dasar dengan melonjak 3,6%. Saham raksasa energi BP melesat 4%, dan Carlsberg melonjak sekitar 3%, karena melaporkan kinerja keuangan tyang kuat. Saham Ambu, Denmark meroket 24% setelah melaporkan pertumbuhan penjualan dua digit untuk kuartal pertama 2019/2020. Namun saham Micro Focus longsor 22%.

  • FTSE 100 London melompat 1,55% (113,51 poin) menjadi 7.439,82.

  • DAX 30 Frankfurt melonjak 1,81% (236,55 poin) ke posisi 13.281,74.

  • CAC 40 Paris melesat 1,76% (102,54 poin) menjadi 5.935,05.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat. 

Mata uang  safe-haven,  yen dan franc Swiss tergelincir seiring meningkatnya minat terhadap aset berisiko, setelah China mengumumkan sejumlah langkah guna mengendalikan dan membatasi dampak ekonomi virus korona. Dalam dua hari terakhir, PBoC menyuntikkan 1,7 triliun yuan (USD242,74 miliar) melalui operasi pasar terbuka dan akan menggelontorkan ratusan miliar dolar ke dalam sistem keuangan pekan ini.

Mata uang terkait komoditas seperti dolar Australia dan Selandia Baru bersama dengan yuan China di pasar offshore mencatat kenaikan. Poundsterling melepaskan diri dari kekhawatiran  hard  Brexit, bangkit dari level terendah hampir enam pekan terhadap dolar AS. Indeks Dolar AS menguat 0,16% menjadi 97,961.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10450.0001+0.01%6:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30330.0002+0.02%6:30 PM
Yen (USD-JPY)109.49-0.03-0.03%6:31 PM
Yuan (USD-CNY)6.9984-0.0231-0.33%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,715.00-26.50-0.19%--
Sumber : Bloomberg.com, 4/2/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi masih bergerak turun ke titik terendah sejak Januari 2019. Pasar dihantui kekhawatiran kejatuhan permintaan energi karena dampak jangka panjang wabah virus korona.

Pada awal perdagangan, harga minyak sempat melonjak di tengah harapan pengurangan produksi minyak OPEC + sebanyak 500.000 barel per hari. Namun kesepakatan itu akan menghadapi ketidakpastian mengenai berapa lama krisis virus korona akan berlangsung. Menteri Energi Rusia Alexander Novak bahwa dia tidak yakin ini saatnya untuk memperketat pembatasan produksi minyak.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent,turun 49 sen (-0,9%) menjadi USD53,96 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 50 sen (-1%) menjadi USD49,61 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup merosot lebih dari 1%, terbebani sejumlah langkah China untuk mengurangi dampak ekonomi dari epidemi virus korona. Investor kembali memburu aset berisiko. Wall Street menguat didorong pemulihan saham dunia, setelah langkah intervensi pasar Bank Sentral China dan sejumlah upaya Beijing termasuk menandatangani lebih banyak belanja pemerintah, keringanan pajak dan subsidi untuk sektor yang terdampak virus.

Data pesanan baru untuk barang-barang buatan AS melonjak 1,8% pada Desember, mengalahkan perkiraan konsensus untuk kenaikan 1,2%. Impor emas India pada Januari anjlok 48% dari tahun sebelumnya karena inflasi mendekati rekor tertinggi mendorong pembeli mengurangi pembelian emas. Harga logam mulai lain; palladium melambung 4,5% menjadi USD2.423,76 per ounce, perak turun 0,5% menjadi USD17,57, dan platinum berkurang 0,4% menjadi USD962,83.

  • Harga emas di pasar spot turun 1,61% menjadi USD1.550,69 per ounce.

  • Harga emas berjangka anjlok 1,7% menjadi USD1.555,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author