Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Naik, IHSG Menunggu Sinyal Reversal

Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Naik, IHSG Menunggu Sinyal Reversal

Posted by Written on 04 February 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (4/2), dibuka mixed, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street setelah China mengambil sejumlah upaya untuk meredam dampak penyebaran virus korona. Indkes MSCI Asia ex-Jepang naik tipis 0,07%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200 di kisaran level 6.930. Indeks berlanjut menguat 0,15% (10,70 poin) menjadi 6.934,00 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,31% (-71,04 poin) di posisi 22.900,90, setelah dibuka turun 0,46% dan Topix menyusut 0,34%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,29% dan berlanjut melaju 0,73% ke level 2.134,37.

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik, mencapai 0,51% (134,68 poin) ke posisi 26.491,66 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China masih terkoreksi 2,23% ke level 2.685,27.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di ursa saham global dan regional yang cenderung menguat, setelah terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 0,94% ke level 5.884. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melemah 0,12% menjadi USD24,15.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi mengalami technical rebound di tengah aksi jual yang mulai jenuh, meskipun belum memberikan sinyal reversal. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi rebound, namun masih dibayangi tren bearish jangka panjang.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, masih adanya kekhawatiran investor tehadap penyebaran virus korona dengan korban yang terus bertambah, melemahnya nilai tukar rupiah, serta tertekannya sejumlah harga komoditas, seperti minyak mentah, nikel, timah, emas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu menguatnya indeks bursa global seiring dengan solidnya data ISM Manufacturing PMI AS pada bulan Januari, serta positifnya kinerja keuangan dari Nike dan Tesla diprediksi akan menjadi katalis positif bagi indeks.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 5.830 dan  resistance  di level 5.930.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ICBP (Buy, Support: Rp11.300, Resist: Rp11.500), SSIA (Buy, Support: Rp655, Resist: Rp685), 

    MNCN (Buy, Support: Rp1.585, Resist: Rp1.645), HMSP (Buy on Weakness, Support: Rp2.030, Resist: Rp2.110).

  • ETF: XIPI ( SELL , Support: Rp167, Resist: Rp171), XIHD ( SELL , Support: Rp472, Resist: Rp478), 

    XISR ( SELL , Support: Rp383, Resist: Rp389).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat, meskipun kekhawatiran akan virus korona tetap bertahan. Institute for Supply Management mengatakan indeks aktivitas manufaktur AS periode Januari meningkat, berlawanan dengan ekspektasi. Gilead Sciences melonjak 5,0 % karena dikabarkan sedang mengembangkan obat antivirus baru yang akan diuji di China untuk melawan virus korona.

Saham Nike melesat 3,1% memimpin kenaikan indeks Dow Jones. Tesla melambung lebih dari 19% setelah analis Argus Research menaikkan target harganya menjadi USD808 per lembar. Netflix melejit 3,7% dan Alphabet melesat 3,6%. Saham Carnival melorot lebih dari 1% setelah mengkonfirmasi salah satu tamunya positif virus korona. Exxon Mobil anjlok 2,3% karena Goldman Sachs memangkas rating raksasa minyak itu.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,5% (143,78 poin) menjadi 28.399,81.
  • S&P 500 meningkat 0,73% (23,40 poin) ke posisi 3.248,92.

  • Nasdaq Composite Index melonjak 1,34% (122,47 poin) ke level 9.273,40.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir lebih tinggi karena kekhawatiran akan dampak wabah virus korona mulai mereda. Sentimen investor meningkat setelah People's Bank of China mengumumkan akan menyuntikkan likuiditas senilai 1,2 triliun yuan (sekitar USD173 miliar) ke pasar. Investor juga mengikuti perkembangan setelah Inggris keluar dari UE pada Jumat malam. Indeks STOXX 600 menguat 0,25% menjadi 411,72, dipimpin kenaikan saham teknologi, namun sektor minyak dan gas berguguran.

Negosiasi Brexit diperkirakan agak alot setelah Menteri Luar Negeri Inggris, mengatakan Inggris "tidak akan mengikuti aturan Uni Eropa" dalam setiap perjanjian perdagangan pasca-Brexit. Indeks PMI sektor manufaktur zona euro tercatat berada di level tertinggi sembilan bulan, sebesar 47,9, mesekipun masih di bawah level ekspansif 50. Ryanair mengumumkan kenaikan pada ekspektasi pendapatan kuartal ketiga, dan perkiraan laba, sehingga sahamnya melesat sekitar 6%.

  • FTSE 100 melaju 0,55% (40,30 poin) ke level 7.326,31.

  • DAX 30 Frankfurt meningkat 0,49% (63,22 poin) ke posisi menjadi 13.045,19.

  • CAC 40 Paris naik 0,45% (26,17 poin) menjadi 5.832,51.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri sesi perdagangan dengan menguat, di tengah pelemahan mata uang safe haven  yen dan franc Swiss. Sentimen risiko meningkat dan kekhawatiran tentang virus korona mereda setelah China mengambil langkah untuk meredam dampak ekonomi dari epidemi tersebut.

Bank Sentral China di luar dugaan menurunkan suku bunga 10 basis poin dan menyuntikkan likuiditas senilai 1,2 triliun yuan (USD174 miliar) melalui operasi  reverse repo  untuk memastikan likuiditas cukup memadai dan mendukung perusahaan yang terkena dampak epidemi virus tersebut. Penguatan dolar didukung oleh rilis indeks manufaktur Institute for Supply Management AS yang di luar dugaan menguat pada Januari. Indeks Dolar AS naik 0,42% menjadi 97,80.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10620.0002+0.02%6:40 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29980.0003+0.02%6:40 PM
Yen (USD-JPY)108.62-0.07-0.06%6:40 PM
Yuan (USD-CNY)7.02150.1106+1.60%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,741.5086.50+0.63%--

Sumber : Bloomberg.com, 3/2/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun ke level terendah dalam lebih dari satu tahun. Wabah virus korona membatasi permintaan China. Fitch mengatakan wabah coronavirus dapat mendorong surplus pasar minyak global dan OPEC + perlu memangkas produksi lebih banyak jika epidemi terjadi selama beberapa bulan.

Kilang minyak China, Sinopec Corp mengatakan fasilitasnya memotong produksi bulan ini sekitar 600.000 barel per hari (bph), atau 12%, penurunan tertajam dalam lebih dari satu dekade. Kilang independen di Provinsi Shandong, yang secara kolektif mengimpor sekitar seperlima dari minyak mentah China, juga dikabarkan memangkas produksi sebesar 30-50% dalam sepekan. OPEC +, sedang mempertimbangkan pengurangan produksi minyak mereka sekitar 500.000 bph. Opsi lain yang dipertimbangkan adalah pemotongan sementara 1 juta bph oleh Arab Saudi untuk menyentak pasar minyak.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI anjlok USD1,45 (-2,8%) menjadi USD50,11 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent rontok USD2,21 (-3,9%) menjadi USD54,41 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup merosot, tertekan penguatan dolar dan investor memilih aset berisiko. China mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi tekanan pada ekonominya yang terdampak wabah coronavirus.

Rilis data COMEX menunjukkan, spekulan memangkas posisi  bullish  mereka dalam kontrak emas pada pekan terakhir Januari. Harga logam mulai lainnya; perak anjlok 2,1% menjadi USD17,65 per ounce, palladium melambung 1,7% menjadi USD2.317,17 dan platinum melonjak 1,1% menjadi USD966,72.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,9% menjadi USD1.576,76 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,45% menjadi USD1.580,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author