Bursa Sore: Bearish Kian Dalam, IHSG Kembali Tembus Level Support Psikologis

Bursa Sore: Bearish Kian Dalam, IHSG Kembali Tembus Level Support Psikologis

Posted by Written on 03 February 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) lanjut terkoreksi pada finis perdagangan hari Senin (3/2). IHSG melemah -0,94 persen (-56 poin) ke level 5.884.

Indeks LQ45 -0,91% ke 953. Indeks IDX30 -0,90% ke level 522. Indeks IDX80 -1,08% ke 133. Indeks JII -1,04% ke posisi 636. Indeks Kompas100 -1,00% ke 1.194. Indeks Sri Kehati -0,75 persen ke 380. Indeks SMInfra18 -0,86 persen ke level 295.

Saham-saham teraktif: MNCNBBCATOWRBCAPBBRITLKMBHIT

Saham-saham top gainers LQ45: BTPSLPPFINCOKLBFINTPMNCNSMGR

Saham-saham top losers LQ45: PGASHMSPWIKAGGRMBBCAUNTRBMRI

Nilai transaksi mencapai Rp6,96 triliun. Volume trading sebanyak 66,52 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp812,21 miliar.

Nilai tukar rupiah drop -0,66 persen ke level Rp13.740 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia jatuh pada perdagangan hari Senin (3/2), demikian pula dengan harga minyak serta komoditas. Hal ini terjadi di tengah koreksi tajam pasar saham China di perdagangan perdana pasca libur panjang tahun baru Imlek menyusul ketakutan terhadap wabah virus corona akan menekan demand di negara terbesar kedua di dunia tersebut.

Market saham China longsor signifikan saat akhir sesi pada perdagangan perdana pasca libur panjang. Bursa Tiongkok libur tahun baru Imlek selama sepekan. Indeks Shenzhen Component turun 8,45 persen ke 9.779. Indeks Shenzhen Composite drop 8,414 persen ke level 1.609.

Tumbangnya pasar saham China tersebut menyusul penetapan libur yang diperpanjang di tengah wabah virus corona yang sedang berlangsung. Wabah corona di China menyebabkan 300 orang meninggal dunia.

Hari Ahad kemarin, bank sentral China mengumumkan akan menyuntik likuiditas senilai 1,2 triliun yuan atau USD 173 miliar ke pasar melalui operasi pasar terbuka reverse repo. Kata bank sentral China, keseluruhan likuiditas dalam sistem akan menjadi 900 miliar yuan atau USD130 miliar, lebih banyak dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng menguat seiring penguatan saham unggulan di sektor teknologi. Saham Tencent dan Alibaba naik masing-masing 2,04 persen dan 2,5 persen.

Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo terkoreksi saat finis perdagangan. Indeks Topix turun 0,7 persen ke level 1.672. Sedangkan Indeks Kospi di bursa Korsel stagnan.
Koreksi tajam terjadi di pasar saham Australia. Indeks S&P/ASX 200 turun signifikan tertekan saham unggulan di sektor tambang. Saham tambang, BHP turun 2,92 persen.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melemah 0,81 persen.
Indeks dolar AS melorot ke level 97,486 dibanding sesi sebelumnya pada posisi 97,8. Kurs yen terhadap USD menguat di level 108,53 dibandingkan sesi kemarin di posisi 108,9 yen. Sementara dolar Australia turun di posisi $0,6699 dibanding level sebelumnya sebesar $0,676.
"Dampak terhadap pasar saham China telah sesuai (perkiraan) dengan apa yang terjadi ke depannya sehingga market sudah jatuh," ujar Rodrigo Catril, Analis pada National Australia Bank seperti dikutip Reuters.
Tetapi menurutnya posisi pasar dalam kondisi bahaya seiring banyaknya indikator pasar saham utama berada di level pivot yang mana hanya dengan satu berita buruk yang signifikan akan menyebabkan pelemahan lebih rendah lagi.

Indeks Saham Asia


Bursa Eropa
Market saham Asia ke zona hijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (3/2) pagi waktu setempat. Para pemodal menepis kekhawatiran terhadap sentimen Brexit dan perkembangan wabah virus corona.
Indeks DAX (Jerman) +0,42% pada posisi 13.036.
Indeks FTSE (Inggris) +0,24% ke level 7.303
Indeks CAC (Perancis) +0,29% di posisi 5.823.

Oil
Harga minyak melemah pada perdagangan hari Senin (3/2), tertekan oleh kekhawatiran pelemahan demand di China yang merupakan importer oil terbesar di dunia. Kekhawatiran ini seiring wabah virus corona yang sedang melanda China.
Minyak Brent turun 48 sen ke harga USD56,14 per barel (02.41 GMT). Sedangkan minyak WTI drop 24 sen ke level USD51,32 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author