Bursa Sore: Makin Tergerus, IHSG Dilanda Aksi Jual Masif

Bursa Sore: Makin Tergerus, IHSG Dilanda Aksi Jual Masif

Posted by Written on 31 January 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diterpa aksi jual masif pada perdagangan hari Jumat (31/1). IHSG tergerus -1,94 persen (-118 poin) ke level 5.940.

Indeks LQ45 -2,56% ke 961. Indeks IDX30 -2,62% ke level 526. Indeks IDX80 -2,24% ke 134. Indeks JII -2,28% ke posisi 642. Indeks Kompas100 -2,25% ke 1.207. Indeks Sri Kehati -2,83 persen ke 383. Indeks SMInfra18 -2,41 persen ke level 298.

Saham-saham teraktif: BBCAPURABBRITOWRBCAPPGASREAL

Saham-saham top gainers LQ45: BRPTINCOMEDCJPFAMNCNGGRM

Saham-saham top losers LQ45: BBNICPINAKRAINDFPTPPBMRIPTBA

Nilai transaksi mencapai Rp8,09 triliun. Volume trading sebanyak 96,62 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp1,85 triliun.

Nilai tukar rupiah drop -0,07 persen ke level Rp13.650 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia berupaya bangkit pada finis perdagangan hari Jumat (31/1). Data indeks manufaktur China sesuai dengan ekspektasi di tengah harapan bahwa China dapat mengatasi wabah virus corona sekalipun wabah tersebut sudah semakin banyak korban meninggal dunia.

"Dampak wabah virus corona belum ditimbulkan pada data manufaktur (Indeks PMI) dan indikator lainnya karena pemerintah China menutup kota Wuhan dan memberlakukan kebijakan ketat di daerah lain sejak 23 Januari," demikian menurut penilaian tim analis Nomura seperti dikutip CNBC.

Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 berada di teritori positif saat akhir sesi. Pergerakan Nikkei 225 ditopang oleh penguatan saham unggulan seperti Tokyo Electron yang menguat 2,3 persen. Indeks Topix naik 0,58 persen ke 1.684.

Namun Indeks Kospi di bursa Korea Selatan terpangkas ketika finis perdagangan. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong berubah melemah. Begitu pula dengan Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia berada di area penguatan. Sementara itu Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) berbalik lesu, turun -0,3 persen setelah menguat di sesi pagi.
Indeks Manufaktur China bergerak stagnan di periode Januari, ke level 50. Data ini sebagaimana telah diperkirakan para analis menurut polling Reuters. Tetapi kalangan ekonom memperkirakan Indeks Manufaktur China periode Februari akan berada di rentang 40-45 poin atau turun tajam seiring merebaknya wabah virus corona.
Indeks dolar AS menguat ke level 97,944 dibanding sesi sebelumnya pada posisi 97,855. Kurs yen terhadap USD diperdagangkan di level 109,04 atau melemah dibandingkan sesi kemarin di posisi 108,8 yen. Sementara dolar Australia naik tipis di posisi $0,6713 dibanding level sebelumnya sebesar $0,6703.

Indeks Bursa Asia


Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona hijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (31/1) pagi waktu setempat. Investor berburu sinyal bahwa Cina telah berhasil menaan virus corona yang menyebar dengan cepat dan mengguncang pasar finansial global sepanjang pekan.
Indeks DAX (Jerman) +0,19% pada level 13.181.
Indeks FTSE (Inggris) +0,09% di posisi 7.388.
Indeks CAC (Perancis) +0,26% ke level 5.887.

Oil
Harga minyak melonjak pada perdagangan hari Jumat (31/1) di sesi sore merespon pernyataan organisasi kesehatan dunia (WHO). WHO menentang larangan perjalanan dan perdagangan saat menyatakan darurat global terkait penyebaran virus corona, sebuah virus jenis baru yang berasal dari China.
Minyak Brent naik 68 sen ke harga USD58,97 per barel (07.38 GMT). Sedangkan minyak WTI naik 70 sen ke level USD52,84 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author