Bursa Pagi: Jelang Akhir Pekan, Asia Dibuka Melaju Dukung Potensi Rebound IHSG

Bursa Pagi: Jelang Akhir Pekan, Asia Dibuka Melaju Dukung Potensi Rebound IHSG

Posted by Written on 31 January 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan di pengujung Januari (Jumat, 31/1), bursa saham Asia dibuka menguat, melanjutkan kenaikan saham acuan Wall Street, setelah WHO menetapkan wabah virus korona sebagai kondisi darurat kesehatan global. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,15%. China merilis indeks resmi aktivitas sektor manufaktur (PMI) periode Januari, di angka 50,00, sesuai ekspektasi.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka naik 0,45%, dan berlanjut meningkat 0,52% (36,40 poin) ke posisi 7.044,80 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 1,79% (410,73 poin) ke level 23.388,48, setelah dibuka melompat 0,88% dan Topix melaju 0,73%, didukung kenaikan harga saham Softbank Group dan Fanuc lebih dari 1%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,54%, dana berlanjut melaju 0,60% menjadi 2.160,81.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 1,17% (308,48 poin) ke level 26.757,61. pada pukul 8:35 WIB. Bursa saham China masih libur.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham AS dan Asia, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau dan ditutup turun tajam 0,91% ke level 6.057 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,61% menjadi USD25,01.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berkutat di rentang konsolidasi meskipun berpotensi technical rebound. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mulai memasuki area jenuh jual memperlihatkan adanya potensi rebound dengan laju yang lemah.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, timah dan emas diprediksi akan menjadi sentimen negatif. Sementara itu menguatnya indeks bursa global seiring dengan meredanya kekhawatiran investor terkait penyebaran virus corona diprediksi akan menjadi katalis positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 6.000 dan  resistance  di level 6.120.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBCA (Buy on Weakness, Support: Rp33.275, Resist: Rp34.150), AALI (Buy, Support: Rp11.675, Resist: Rp12.200), SSIA (Buy, Support: Rp660, Resist: Rp710), CPIN (Buy, Support: Rp6.425, Resist: Rp6.900).

  • ETF: XIIC ( SELL , Support: Rp1.108, Resist: Rp1.131), XDIF ( SELL , Support: Rp483, Resist: Rp495), 

    XPLC ( SELL , Support: Rp480, Resist: Rp493).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir lebih tinggi, setelah sempat turun tajam pada awal sesi. Wall Street mengurangi kerugian setelah WHO mengumumkan darurat kesehatan global, dan tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan ke China karena situasi yang terkendali. Jumlah kematian akibat virus korona sudah mencapai 171 orang, menjangkiti lebih dari 8.000 orang. Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun ke bawah surat utang bertenor 3-bulan, memicu inversi. Sepanjang pekan ini S&P 500 dan Dow sudah turun sekitar 0,4%, Nasdaq kehilangan 0,2%.

Saham maskapai penerbangan  rebound,  American dan United Airlines melonjak lebih dari 3%. Las Vegas Sands dan Wynn Resorts, melaju lebih dari 2%. Microsoft memimpin kenaikan Dow sebesar 2,8% karena melaporkan kinerja kuartalan lebih baik dari perkiraan. Tesla melambung 10,3% dan Facebook rontok lebih dari 6%. Sekitar 200 perusahaan S&P 500 telah melaporkan laba kuartalan, 70% di antaranya membukukan keuntungan lebih baik dari perkiraan

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,43% (124,99 poin) ke level 28.859,44.

  • S&P 500 menguat 0,31% (10,26 poin) ke posisi 3.283,66.

  • Nasdaq Composite bertambah 0,26% (23,77 poin) menjadi 9.298,93.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah terbebani lonjakan jumlah kematian akibat virus korona. Investor merespon keputusan Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga antara 1,5%-1,75%, dan Bank of England mempertahankan suku bunga acuannya 0,75%. Brexit menjadi agenda dalam rapat parlemen Eropa untuk terakhir kalinya, menjelang tenggat 31 Januari. Data Komisi Eropa menunjukkan sentimen zona euro melonjak pada Januari, indeks kepercayaan sektor manufaktur naik ke level tertinggi sejak Agustus.

Indeks STOXX 600 merosot 1,01% menjadi 415,16, dipimpin kejatuhan harga saham sektor migas sebesar 2,6%. Saham Royal Dutch Shell anjlok 4% karena melaporkan penurunan tajam laba bersih setahun penuh. 

Avast, longsor 13,2%, setelah mengumumkan akan menutup bisnis analitiknya, Jumpshot, karena skandal privasi data. Deutsche Bank naik 4,2%, meskipun membukukan rugi bersih setahun penuh 5,3 miliar euro (USD5,8 miliar). H&M melonjak 9,4% setelah membukukan kenaikan laba tahunan pertamanya sejak 2015.

  • FTSE 100 London melorot 1,36% (-101,61 poin) menjadi 7.381,96.

  • DAX 30 Frankfurt merosot 1,41% (-187,88 poin) ke level 13.157,12.

  • CAC 40 Paris anjlok 1,40% (83,12 poin) ke posisi 5.871,77.

Nilai Tukar Dolar AS


Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menurun tajam, merespon laporan tahunan ekonomi AS tahun 2019 yang tumbuh paling lambat dalam tiga tahun. 

Pemerintahan Presiden Donald Trump gagal memenuhi target pertumbuhan AS sebesar 3% untuk tahun kedua berturut-turut, kemerosotan investasi bisnis semakin dalam di tengah ketegangan perdagangan. Pertumbuhan belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS melambat, menjadi 1,8% setelah naik 3,2% di kuartal ketiga.

Analis mengatakan satu-satunya alasan bahwa PDB AS terlihat relatif sehat karena sesuatu yang sebenarnya cukup beracun bagi ekonomi AS, yaitu kenaikan tajam ekspor yang tidak berkelanjutan di tengah penurunan permintaan domestik. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,65% dalam dua pekan terakhir dibayangi kekhawatiran penyebaran virus korona, namun turun 0,13% menjadi 97,867 pada penutupan pagi tadi.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1031-0.0001-0.01%6:25 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3088-0.0005-0.04%6:25 PM
Yen (USD-JPY)108.90-0.06-0.06%6:25 PM
Yuan (USD-CNY)6.9109-0.0317-0.46%--
Rupiah (USD-IDR)13,656.5022.50+0.17%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 30/1/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak turun. Harga minyak merosot ke level terendah dalam tiga bulan, investor mencoba menilai kerusakan ekonomi yang mungkin ditimbulkan oleh wabah virus korona. Pasar juga mempertimbangkan kemungkinan pertemuan OPEC + lebih awal, menjadi awal Februari dari rencana Maret. Badan Informasi Energi AS menyebutkan, stok minyak mentah AS pekan lalu naik 3,5 juta barel, tujuh kali lipat ekspektasi. Stok bensin naik menjadi 261,1 juta barel, kenaikan ke 12 kali berturut-turut.

Kejatuhan harga minyak sedikit tertahan oleh pernyataan WHO yang menempatkan wabah virus korona sebagai darurat kesehatan global. AS melaporkan kasus pertama penularan virus korona dari manusia ke manusia, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengonfirmasikan enam kasus virus korona di AS.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok USD1,52 (-2,5%), menjadi USD58,29 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI melorot USD1,19 (-2,2%), menjadi USD52,14 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global akibat wabah virus korona melemahkan minat investor terhadap aset berisiko. 

Pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan melambat menjadi 5% bahkan lebih rendah akibat wabah virus korona.

Data pertumbuhan ekonomi yang melambat dan penurunan imbal hasil US Treasury ke posisi terendah tiga bulan, menambah daya tarik emas. Harga logam mulai lainnya; palladium stagnan di posisi USD2.289,70 per ounce, perak melonjak 2,3% menjadi USD17,94, platinum naik 0,1% menjadi USD974,71.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.583,93 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,8% menjadi USD1.583,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT #IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author