Bursa Siang: Market Regional Masih Diguncang Virus Corona, IHSG Terpangkas Lagi

Bursa Siang: Market Regional Masih Diguncang Virus Corona, IHSG Terpangkas Lagi

Posted by Written on 30 January 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) parkir di teritori negatif pada sesi I perdagangan hari Kamis (30/1). IHSG tergerus -0,48 persen (-30 poin) ke level 6.083.

Indeks LQ45 -0,67% ke 993. Indeks IDX30 -0,64% ke level 544. Indeks IDX80 -0,71% ke 138. Indeks JII -0,71% ke posisi 662. Indeks Kompas100 -0,69% ke 1.242. Indeks Sri Kehati -0,59 persen ke 396. Indeks SMInfra18 -0,70 persen ke level 307.

Saham-saham teraktif: BHITPURA-W, REALTLKMJAYAANTMBMRI

Saham-saham top gainers LQ45: CPINICBPKLBFINDFPGASSMGR

Saham-saham top losers LQ45: BBCAUNTRADROTPIAINTPUNVRBMRI

Nilai transaksi mencapai Rp2,39 triliun. Volume trading sebanyak 26,48 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp30,92 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat +0,037 persen ke level Rp13.625 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham dan pasar valas Asia melemah pada perdagangan di sesi pagi hari Kamis (30/1) seiring korban jiwa akibat wabah virus Corona di China meningkat dan lebih banyak kasus yang dilaporkan di seluruh dunia.

"Dalam beberapa hari virus Corona telah mengguncang dan kebijakan the Fed kesulitan mengukur skala guncangan besar yang berpotensi muncul dari China," kata Alan Ruskin Analis pada Deutsche Bank seperti dikutip Reuters.

Para investor masih terus memantau perkembangan wabah virus Corona yang sedang berlangsung di China. China's National Health Commission menyatakan telah menyebabkan 170 orang meninggal serta menginfeksi sebanyak 7.711 orang, demikian seperti dikutip CNBC.

The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 1,5 persen - 1,75 persen sebagaimana diperkirakan para analis. The Fed dalam pernyataan mengatakan faktor penentu kebijakan tersebut adalah perkiraan bahwa target inflasi dapat kembali ke level 2 persen selain faktor lapangan kerja yang tetap kuat. Sementara pertumbuhan ekonomi berlangsung moderat.

Chairman the Fed Jerome Powell mengakui risiko perlambatan ekonomi China bagi ekonomi global. Namun menurutnya terlalu dini mengatkan sejauh mana dampaknya terhadap AS.

Indeks Hang Seng melanjutkan pelemahan. Pasar saham Taiwan longsor pasca libur Imlek dan kembali beraktivitas. Indeks Taiex di bursa Taiwan melemah 5,25 persen seiring pelemahan tajam saham Hon Hai Precision Industry (Foxconn) sebesar 9,5 persen. Foxconn merupakan raksasa manufaktur dan pemasok bagi Apple Inc.

Adapun market saham Tokyo juga terkoreksi setelah Indeks Nikkei 225 tumbang di saat sesi siang masih berlangsung. Indeks Topix turun 1,77 persen.
Di bursa saham Korsel, Indeks Kospi ikut tertekan sejalan tekanan terhadap saham unggulan Samasung Electronics yang turun 2,5 persen. Laba Samsung kuartal IV turun 34 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia melemah ke zona negatif dan Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) turun 1,71 persen. Market saham China masih libur tahun baru Imlek.

Indeks Bursa Asia


Nilai Tukar Asia Pasifik


Oil
Harga minyak melemah pada perdagangan hari Kamis (30/1) di sesi pagi seiring korban jiwa wabah virus Corona di China naik menjadi 170 orang serta makin banyak maskapai penerbangan membatalkan penerbangan ke kota-kota utama di China. Di sisi lain naiknya persediaan minyak mentah AS menambah sentimen negatif.
Minyak Brent drop 35 sen ke harga USD59,46 per barel (02.25 GMT). Sedangkan minyak WTI turun 30 sen ke level USD53,03 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin
 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author