Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpotensi Rebound

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpotensi Rebound

Posted by Written on 29 January 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (29/1), dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wallstreet, yang berusaha pulih dari tekanan aksi jual terbesar dalam tiga bulan terakhir karena kekhawatiran wabah virus korona. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,17%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan peningkatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,5%, jelang rilis indeks harga konsumen negara itu. Indeks berlanjut naik 0,38% (26,50 poin) menjadi 7.021,00 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak sedikit menguat 0,06% (13,50 poin) di posisi 23.229,21, setelah dibuka naik 0,38%, dan Topix bertambah 0,22%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,43% dan berlanjut menguat 0,16% menjadi 2.180,12.

Bursa saham Hongkong dibuka kembali setelah libur panjang Tahun Baru Imlek dengan mencatatkan kejatuhan indeks Hang Seng lebih dari 3% (-848,10 poin) ke level 27.101,54 pada pukul 8:35 WIB. Bursa saham China masih tutup melanjutkan libur.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan melemah 0,38% menjadi 6,111. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,91% menjadi USD25,50.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi berbalik menguat didukung capital inflow.  

Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi technical rebound, membentuk pola bullish di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, rebound indeks bursa global seiring dengan meredanya kekhawatiran investor terkait penyebaran virus corona diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah serta naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan timah juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 6.070 dan resistance di level 6.155.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: WIKA (Buy, Support: Rp1.905, Resist: Rp2.080), ASII (Buy, Support: Rp6.675, Resist: Rp6.950), 

    BBNI (Buy, Support: Rp7.325, Resist: Rp7.600), SMGR (Buy, Support: Rp12.450, Resist: Rp12.900).

  • ETF: XMTS (Buy, Support: Rp493, Resist: Rp501), XPSG (Buy, Support: Rp445, Resist: Rp453), 

    XPDV (Buy, Support: Rp472, Resist: Rp483).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, mengakhiri aksi jual terbesar dalam lebih dari tiga bulan karena investor mengkhawatirkan penyebaran wabah virus korona China. Di China, virus corona telah menewaskan lebih dari 100 orang, dan lebih dari 4.500 terinfeksi. Gedung Putih dikabarkan tengah mempertimbangkan pembatasan perjalanan ke China. Tingkat kepercayaan konsumen AS naik lebih tinggi dari perkiraan pada Januari karena sentimen di sekitar pasar tenaga kerja membaik.

Saham Apple dan Goldman Sachs naik lebih dari 1,5% memimpin kenaikan Dow Jones. Sektor teknologi dan keuangan mendorong laju S&P 500, dengan melesat lebih dari 2%. Sementara itu musim laporan keuangan perusahaan berlanjut dengan rilis kinerja keuangan Pfizer dan 3M yang mengecewakan sehingga rontok 5,1% dan 5,7%. Harley-Davidson juga mengalahkan ekspektasi, tetapi angka pendapatan yang mengecewakan membantu mengirim saham anjlok 3%. Data FactSet menunjukkan 67% emiten di S&P 500 yang telah melaporkan kinerjanya, membukukan laba lebih baik dari perkiraan.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,66% (187,05 poin) menjadi 28.722,85.

  • S&P 500 melaju 1,01% (32,63 poin) ke posisi 3.276,26.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,43% (130,37 poin) ke level 9.269,68.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup lebih tinggi, meskipun investor masih mengkhawatirkan perkembangan penyebaran virus corona di China. Otoritas kesehatan China mengkonfirmasi bahwa 106 orang meninggal dengan 4.515 orang terinfeksi. Inggris memulai periode transisi akan meninggalkan Uni Eropa, Jumat besok, kedua belah pihak berupaya mencapai target untuk menyetujui perjanjian perdagangan bebas yang baru tahun ini. UE menegaskan tidak pernah berkompromi tentang pasar tunggal.

Indeks STOXX 600 melaju 0,84% menjadi 417,56, dipimpin lonjakan harga saham sektor telekomunikasi sekitar 1,6%, sementara saham teknologi melemah. Inggris memberikan akses terbatas ke jaringan 5G kepada Huawei, menentang tekanan AS untuk menyingkirkan perusahaan itu karena dugaan masalah keamanan nasional. SAP melaporkan peningkatan laba bersih pada kuartal keempat, namun harga sahamnya anjlok 2%. 

Saham Avast longsor 9% menyusul laporan tentang penjualan data pengguna. Saham Swedbank melesat 8% setelah melaporkan laba kuartal keempat lebih baik dari perkiraan.

  • FTSE 100 London melaju 0,93% (68,64 poin) ke posisi 7.480,69.

  • DAX 30 Frankfurt meningkat 0,90% (118,92 poin) menjadi 13.323,69.

  • CAC 40 Paris melonjak 1,07% (62,80 poin) ke level 5.925,82.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, di tengah penurunan yen Jepang dan franc Swiss dari level tertinggi. Kekhawatiran kejatuhan ekonomi akibat wabah virus corona mulai mereda, kendati korban terus bertambah. Presiden Xi Jinping meyakini China akan mengalahkan virus "setan" itu, ketika sejumlah negara mulai berupaya membatasi perjalan warganya ke China. 

Federal Reserve AS memulai rapat kebijakan dua hari, sebagian besar kalangan memperkirakan bank sentral AS itu akan mempertahankan suku bunga. Indeks dolar, ukuran  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,4% menjadi 97,995.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10220.000.00%6:36 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3025-0.0003-0.02%6:36 PM
Yen (USD-JPY)109.170.02+0.02%6:36 PM
Yuan (USD-CNY)6.9109-0.0317-0.46%--
Rupiah (USD-IDR)13,644.0029.00+0.21%3:48 AM

Sumber : Bloomberg.com, 28/1/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, setelah jatuh selama lima sesi, didukung  rebounddi  bursa saham Wall Street. OPEC dan sekutunya dikabarkan membuka kemungkinan memperketat pasar di tengah kekhawatiran bahwa virus corona dapat membebani permintaan minyak.

Harga Brent dan WTI mengawali pekan ini dengan kejatuhan ke level terendah sejak Oktober. Brent anjlok 18% dan WTI merosot 21% dari tingkat tertinggi yang dicapai pada awal Januari lalu. Pasar menunggu laporan persediaan minyak mingguan AS dan rilis data American Petroleum Institute (API). Pasar mengekspektasikan peningkatan stok minyak mentah 500.000 barel minggu lalu, dan stok bensin kemungkinan memperpanjang kenaikan untuk pekan ke-12 berturut-turut.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 19 sen (0,3%), menjadi USD59,51 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik 34 sen (0,6%), menjadi USD53,48 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan membukukan penurunan tajam, di tengah rebound harga saham di bursa Eropa dan Wall Street, dan dolar naik mendekati level tertinggi dua bulan menjelang rapat The Fed. Indeks S&P 500 melonjak lebih dari 1%, sementara imbal hasil US Treasury 10-tahun bangkit dari dekat level terendah empat bulan.Rilis data pesanan barang tahan lama AS periode Desember memperlihatkan peningkatan 2,4%, jauh di atas ekspektasi kenaikan sebesar 0,4%, mendukung peluang The Fed untuk tidak bersikap dovish.

Namun, data pesanan baru barang modal utama AS turun paling tajam dalam delapan bulan, dan pengiriman barang yang lemah menunjukkan investasi bisnis berlanjut mengalami kontraksi pada kuartal keempat. 

Harga logam mulai lainnya bergerak variatif; palladium melonjak 1,2% menjadi USD2.295,53 per ounce, platinum naik 0,4% menjadi USD986,91, namun perak anjlok 3,5% menjadi USD17,45.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi USD1.570,64 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,46% menjadi USD1.570,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author