Bursa Sore: Obligasi Global Mendaki, Wabah Corona Masih Tekan IHSG dan Pasar Regional

Bursa Sore: Obligasi Global Mendaki, Wabah Corona Masih Tekan IHSG dan Pasar Regional

Posted by Written on 28 January 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tersandung ke zona merah pada perdagangan hari Selasa (28/1). IHSG melemah -0,36 persen (-23 poin) ke level 6.111.

Indeks LQ45 -0,31% ke 1.000. Indeks IDX30 -0,33% ke level 547. Indeks IDX80 -0,17% ke 139. Indeks JII -0,42% ke posisi 665. Indeks Kompas100 -0,27% ke 1.249. Indeks Sri Kehati -0,14 persen ke 398. Indeks SMInfra18 +0,25 persen ke level 310.

Saham-saham teraktif: TOWRLUCKBBRIBBCAADROTCPI

TLKM

Saham-saham top gainers LQ45: WIKAMEDCPTBABSDEWSKTPTPPADRO

Saham-saham top losers LQ45: ICBPUNTRTLKMPGASTPIA

UNVREXCL

Nilai transaksi mencapai Rp6,71 triliun. Volume trading sebanyak 62,86 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp469,29 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,29 persen ke level Rp13.605 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia terpukul pada perdagangan hari Selasa (28/1) seiring korban jiwa wabah virus Corona di China semakin meningkat sehingga membuat para investor resah terhadap perekonomian akibat wabah. 

Sebaliknya situasi ini mendorong aset obligasi seiring ekspektasi bank sentral akan menjaga stimulus.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) turun 0,81 persen.

"Dampaknya pada ekonomi China mungkin lebih sulit untuk dikelola dibanding yang pernah terjadi seperti epidemi SARS pada 2003 dimana China mengadopsi kebijakan fiskal ekspansif di antaranya pemangkasan pajak untuk membantu upaya pemulihan," kata Matthew Sherwood, Analis pada Perpetual (Sydney) seperti dikutip Reuters.

Tim Analis JP Morgan menilai kekhawatiran tentang penularan virus corona telah mendorong imbal hasil surat utang melemah. Risiko terkini telah mendorong yield surat utang AS jauh di bawah dari apa yang terlihat dari fundamentalnya.

Yield surat utang tenor 10 tahun ke posisi terendah 1,598 persen, terburuk sejak 10 Oktober. Imbal hasil tenor 2 tahun juga turun tajam.

Indeks Kospi di market saham Korsel melemah hingga 3 persen lebih.

Sementara pasar saham Jepang juga terkoreksi meski tidak setajam indeks utama pasar Asia lainnya. Indeks Topix turun 0,6 persen ke level 1.692. Indeks S&P/ASX 200 pun demikian bergerak ke zona merah.

Pasar saham China dan Hong Kong libur.

Otoritas bidang kesehatan pemerintah China seperti dikutip CNBC menyatakan wabah virus Corona telah mengakibatkan 106 orang meninggal dunia dan menginfeksi sebanyak 4.515 orang.

Saham-saham maskapai penerbangan tumbang. Korean Air Lines tumbang 6,69 persen. Qantas Airways turun 5,22 persen. Singapore Airlines turun 2,95 persen dan Japan Airlines turun 0,38 persen.

Mata uang dolar AS bergerak menguat. Sementara kurs Yen turun tipis terhadap USD. Dolar Australia terkoreksi terhadap USD.


Indeks Bursa Asia



Nilai Tukar Asia Pasifik



Bursa Eropa

Market saham Eropa menghijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (28/1) pagi waktu setempat. Para pemodal memantau perkembangan terkait wabah virus Corona di China setelah market global merosot pada perdagangan awal pekan ini.

Indeks DAX (Jerman) +0,4% pada posisi 13.264.

Indeks FTSE (Inggris) +0,39% ke level 7.440.

Indeks CAC (Perancis) +0,48% di posisi 5.891.


Oil

Harga minyak variatif pada perdagangan hari Selasa (28/1) di sesi sore seiring penyebaran virus jenis baru di China dapat menekan demand terhadap minyak. Namun beberapa analis menyatakan pelemahan harga minyak mungkin berlebihan.

Minyak Brent melemah 4 sen ke harga USD59,28 per barel (05.40 GMT). Sedangkan minyak WTI naik 4 sen ke level USD53,18 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author