Bursa Pagi: Penurunan Tajam Global-Regional Berlanjut, IHSG Bearish

Bursa Pagi: Penurunan Tajam Global-Regional Berlanjut, IHSG Bearish

Posted by Written on 28 January 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (28/1), kembali dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan tajam indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah meningkatnya penyebaran virus corona yang sudah menjangkiti sedikitnya 2900 orang. Indeks MSCI Asia ex-Jepang tergelincir 0,7%.

Mengawali perdagangan hari ini, bursa saham Australia dibuka kembali setelah libur panjang akhir pekan dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 sebesar 1,5%, seiring kejatuhan harga sejumlah komoditas sumber daya dasar pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut meluncur turun 1,30% (-92,20 poin) ke posisi 6.998,30 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,66% (-155,15 poin) menjadi 23.188,36, setelah dibuka melorot 0,81% dan Topix anjlok 0,92%. Saham Fanuc drop lebih dari 1,6%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka kembali setelah libur panjang dengan terperosok 2,4%, saham Samsung Electronics terpangkas hampir 3%, dan berlanjut menukik 2,59% ke level 2.187,89.

Bursa saham Hongkong dan China, hari ini masih libur.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional. Indeks terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin, dan ditutup menurun tajam 1,78% ke level 6.133. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange rontok 3,14% menjadi USD25,27.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan tren  bearish  di tengah muramnya bursa ekuitas global. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bearish continuation menuju jenuh jual, membuka peluang technical rebound.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global dan regional serta sebagian besar harga komoditas, yang dipicu oleh kekhawatiran penyebaran virus corona diprediksi masih akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 6.095 dan resistance di level 6.165.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: UNVR (Buy, Support: Rp8.150, Resist: Rp8.400), INDF (Buy on Weakness, Support: Rp8.050, Resist: Rp8.200), ICBP (Buy on Weakness, Support: Rp11.575, Resist: Rp11.725), BBRI (Buy on Weakness, Support: Rp4.600, Resist: Rp4.700).

  • ETF: XIIF (Buy on Weakness, Support: Rp594, Resist: Rp621), XIJI (Buy on Weakness, Support: Rp666, Resist: Rp687), XISC (Buy on Weakness, Support: Rp667, Resist: Rp706).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi kembali ditutup dengan membukukan penurunan tajam, dihantui kekhawatiran dampak virus tersebut terhadap ekonomi dunia, seiring bertambahnya kasus virus corona. Sejauh ini ada 2.862 kasus yang dikonfirmasi di China dan 81 orang meninggal. Indeks Dow Jones mencatatkan penurunan satu hari terbesar sejak Oktober bersama dengan kejatuhan beruntun terpanjang sejak Agustus.

Harga saham maskapai penerbangan, agen perjalanan, hotel & hiburan, serta terknologi berguguran. United, Delta dan American airlines terjerembab 3-5%. Saham Las Vegas Sands dan Wynn Resorts longsor 6,8% dan 8,1%. Expedia, Carnaval dan Marriott International semuanya anjlok setidaknya 2,1%. Saham konsumen dengan eksposur ke China seperti Apple, Disney, Nike dan Estee Lauder merosot sekitar 2%. Caterpillar terjungkal 3,3%. VanEck Vectors Semiconductor ETF, Nvidia dan Micron Technology terpenggal lebih dari 4%.

  • Dow Jones Industrial Average anjlok 1,57% (-453,93 poin) ke level 28.535,80.

  • S&P 500 juga terperosok 1,57% (-51,84 poin) ke posisi 3,243.63.

  • Nasdaq Composite rontok 1,89% (-175,60 poin) menjadi 9.139,31.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga terpuruk di zona merah, dihantam isu virus corona, seiring terdeteksinya keberadaan virus tersebut di sejumlah negara di Asia dan lainnya, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Australia, dan Kanada. Indeks STOXX 600 anjlok 2,26% menjadi 414,07, dipimpin kejatuhan harga saham-saham di sektor sumber daya dasar hingga 4,3%. Semua sektor dan bursa utama terbenam di teritori negatif.

Saham Air France, KLM , British Airways, International Consolidated Airlines Group, dan Easyjet semuanya tergeincir lebih dari 5%. Saham CNH Industrial rontok 7%. Namun saham Wienerberger melonjak 1,5%, dan NMC Health melompat leboh dari 1%. Aset  safe-haven  tradisional seperti emas dan yen Jepang melonjak karena investor mencari perlindungan dari dampak ekonomi potensial, dengan momok krisis SARS 2003 menghantui pasar.

  • FTSE 100 London terperosok 2,29% (-173,93 poin) menjadi 7.412,05.

  • DAX 30 Frankfurt terjungkal 2,74% (-371,91 poin) ke posisi 13.204,77.

  • CAC 40 Paris terpangkas 2,68% (-161,24 poin) ke level 5.863,02.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, bersamaan dengan kenaikan nilai tukar yen Jepang dan franc Swiss. Meluasnya penyebaran virus corona merontokkan yuan dan dolar Australia hingga level terendah empat bulan. Investor mengkhawatirkan dampak virus corona terhadap sektor perjalanan, pariwisata dan kegiatan ekonomi yang lebih luas.

Namun kendati aset safe-haven  menguat, pergerakan mata uang relatif terbatas karena ekspektasi bahwa masalah virus corona akan bisa tertangani dengan cepat. Likuiditas yang rendah ikut meredam pergerakan pasar, karena pasar keuangan di China, Hong Kong, Singapura dan Australia tutup. Indeks dolar menguat 0,11% menjadi 97,956.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10190.000.00%6:51 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30580.0001+0.01%6:51 PM
Yen (USD-JPY)108.940.04+0.04%6:50 PM
Yuan (USD-CNY)6.9109-0.0317-0.46%-
Rupiah (USD-IDR)13,615.0032.00+0.24%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 27/1/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melanjutkan penurunan, melorot 2% ke posisi terendah tiga bulan. Ketakutan terhadap penyebaran virus korona, membatasi aktivitas perjalanan dan memicu ekspektasi penurunan permintaan minyak mentah.Tahun lalu, China mencatatkan rekor impor minyak sebesar 10,12 juta bph.

Banyaknya pembatalan penerbangan di, dari dan ke China mengancam permintaan minyak dari salah satu area pertumbuhan global yang paling stabil. Bahan bakar jet diperkirakan menyumbang sekitar 15% dari pertumbuhan permintaan di China. Merespon kekhawatiran pasar, sumber OPEC mengatakan ada "diskusi awal" di OPEC + untuk perpanjangan pemotongan pasokan minyak saat ini jika ada kebutuhan.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,53 (-2,5%) menjadi USD59,16 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,05 (-1,9%) menjadi USD53,14 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup di level tertinggi tiga pekan. Investor memburu emas sebagai  safe-haven , seiring meningkatnya kekhawatiran penyebaran virus corona yang  telah menyebar ke lebih dari 10 negara, termasuk Amerika Serikat dan Prancis.

Investor juga akan mencermati rapat kebijakan pertama Federal Reserve AS tahun ini pada 28-29 Januari, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Harga logam mulailainnya; palladium anjlok 5,8% menjadi USD2.287,46 per ounce, platinum merosot 1,8% menjadi USD983,76, dan perak turun 0,2% menjadi USD18,05 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.577,31 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,3% menjadi USD1.577,4 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author