Bursa Sore: IHSG Menghijau Seiring Kebijakan Akomodatif Bank Sentral

Bursa Sore: IHSG Menghijau Seiring Kebijakan Akomodatif Bank Sentral

Posted by Written on 23 January 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melaju positif pada akhir perdagangan hari Kamis (23/1). IHSG menguat +0,25 persen (+15 poin) ke level 6.249.

Indeks LQ45 +0,37% ke 1.024. Indeks IDX30 +0,36% ke level 560. Indeks IDX80 +0,34% ke 143. Indeks JII +0,55% ke posisi 686. Indeks Kompas100 +0,31% ke 1.279. Indeks Sri Kehati +0,24 persen ke 405. Indeks SMInfra18 +0,20 persen ke level 317.

Pasar saham China menjadi penghela pelemahan indeks saham regional seiring sikap hati-hati para investor terhadap virus Corona di China. Sementara pasar saham domestik rebound setelah BI mempertahankan suku bunga acuan tetap di level 5 persen. Selain itu pernyataan BI bahwa pertumbuhan ekonomi mulai merambat naik juga menjadi sentimen positif bagi IHSG.

Saham-saham teraktif: TOWRKPIGLUCKMNCNTCPIDMNDGMFI

Saham-saham top gainers LQ45: ERAABSDEBRPTPWONJSMRCTRACPIN

Saham-saham top losers LQ45: TKIMAKRABMRIICBPWIKASRILKLBF

Nilai transaksi mencapai Rp6,36 triliun. Volume trading sebanyak 89,07 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp297,16 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat +0,073 persen ke level Rp13.630 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Tiongkok menjadi lokomotif koreksi tajam pasar saham Asia melemah pada perdagangan hari Kamis (23/1). Bursa Tiongkok ke level terlemah jika dihitung dalam 8 bulan terakhir.

Para investor cemas terhadap penyebaran jenis virus baru Corona di China ketika jutaan orang bersiap melakukan perjalanan seiring libur Tahun Baru Imlek.

"Pasar mengekspresikan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan," kata Michael McCarthy, Analis pada CMC Market seperti dikutip Reuters. Menurutnya virus Corona memunculkan sikap kehati-hatian. "Tidak ada alasan untuk ekspektasi pandemi global saat ini tetapi ada banyak penetapan valuasi kembali di pasar finansial," tambahnya.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) turun -1,02 persen.

Pasar saham Tiongkok makin tergelincir ke zona merah, turun signifikan. Indeks Shenzhen Component drop 3,52 persen ke 10.681. Indeks Shenzhen Composite juga melemah, sebesar 3,451 persen ke 1.756. 

Pelemahan juga terjadi di bursa saham Hong Kong dimana Indeks Hang Seng bergerak dalam tekanan saat final trading.

Sementara itu Indeks Nikkei 225 dan Indeks Topix di bursa Tokyo takluk ke teritori pelemahan. Indeks Topix turun 0,78 persen ke 1.730. Data ekspor Jepang periode Desember turun lebih besar dari perkiraan, yakni turun 6,3 persen. Penurunan tersebut jauh lebih buruk dari perkiraan sebesar 4,2 persen.
Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia melemah seiring rilis data lapangan kerja. Angka lapangan kerja Australia periode Desember sebesar 28.900 yang berarti jauh di atas perkiraan sebesar 15.000. Seiring hal tersebut mengantarkan apresiasi terhadap dolar Australia ke level $0,6869, bangkit dari pelemahan di sesi sebelumnya pada posisi $0,6836.

Indeks Bursa Asia


Nilai Tukar


Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (23/1) pagi waktu setempat. Pelemahan ini terjadi di tengah naiknya kekhawatiran terhadap penyebaran virus Corona di China serta kecemasan bahwa Uni Eropa adalah daftar target perang dagang selanjutnya President Donald Trump.
Indeks DAX (Jerman) -0,33 13.471.
Indeks FTSE (Inggris) -0,29 7.550.
Indeks CAC (Perancis) -0,38 5.988.

Oil
Harga minyak melemah pada perdagangan hari Kamis (23/1) di sesi sore. Harga minyak ke posisi terendah dalam 7 pekan terakhir di tengah kekhawatiran bahwa virus corona sudah menyebar luas dari China akan menurunkan demand terhadap BBM.
Minyak Brent melemah 87 sen ke harga USD62,34 per barel (07.33 GMT). Sedangkan minyak WTI turun 94 sen ke level USD55,80 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author