Bursa Pagi: Dibuka Lemah Asia Bergerak Naik, IHSG Tertekan Berpotensi Rebound

Bursa Pagi: Dibuka Lemah Asia Bergerak Naik, IHSG Tertekan Berpotensi Rebound

Posted by Written on 22 January 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (22/1) dibuka mixed, berusaha melepaskan tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang tersengat oleh kekhawatiran penyebaran wabah virus korona dari China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang bergerak relatif mendatar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia yang menguat 0,3%, dan berlanjut melaju 0,64%(45,50 poin) ke level 7.111,80 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,20% (47,63 poin) ke posisi 23.912,19, setelah dibuka cenderung mendatar di kisaran level 23.880, dan Topix sedikit melemah di tengah kejatuhan harga saham Fast Retailing sebesar 1,29%. Indeks Kospi, Korea Selatan, juga dibuka mendatar di kisaran level 2.240, dan berlanjut naik 0,40% menjadi 2.248,74.

Lanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik, mencapai 0,43% (121,63 poin) menjadi 28.106,96 pada pukul 8:45 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China merosot 0,84% ke level 3.026,36.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah tertekan di teritori negatif pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melemah 0,11% menjadi 6.238. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1.88% menjadi USD26,06.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan mengalami tekanan pelemahan, namun berpotensi mengalami technical rebound. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya sinyal bearish menuju area jenuh jual yang mengindikasikan adanya potensi rebound.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global seiring dengan kekhawatiran investor tentang kemungkinan wabah virus corona, serta kesepakatan dagang fase kedua AS-China yang kemungkinan tidak akan menghapus tarif, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Sementara itu tertekannya harga sejumlah komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, timah, emas dan batu bara juga diprediksi akan menambah katalis negatif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 6.210 dan resistance di level 6.270.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBNI (Buy, Support: Rp7.450, Resist: Rp7.700), ASII (Buy, Support: Rp6.925, Resist: Rp7.100), 

    INKP (Buy, Support: Rp7.900, Resist: Rp8.250), TBIG (Buy, Support: Rp1.095, Resist: Rp1.195).

  • ETF: XDIF (Buy, Support: Rp504, Resist: Rp509), XPLC (Buy, Support: Rp501, Resist: Rp507), 

    XPID (Buy, Support: Rp550, Resist: Rp557).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir turun, setelah Pusat Pengendalian Penyakit AS mengatakan seorang pelancong dari China didiagnosis dengan kasus pertama virus korona di Seattle, AS. 

Kekhawatiran tentang virus korona, mengingatkan para pedagang akan kejatuhan ekonomi akibat krisis Sindrom Pernafasan Akut Parah ( SARS ) yang mematikan pada periode 2003. Saham perusahaan kasino dan hotel, serta penerbangan berguguran karena mengkhawatirkan dampak virus korona terhadap sektor perjalanan dan pariwisata internasional.

Sentimen juga memburuk setelah Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan, kesepakatan perdagangan fase dua AS-China mungkin tidak menghapus semua tarif yang ada. Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif pada mobil-mobil Eropa jika kesepakatan perdagangan tidak dapat dicapai. 

IMF menurunkan prakiraan pertumbuhan ekonomi global 2020 dari 3,4% menjadi 3,3%, Ekonomi AS diproyeksikan tumbuh 2%, turun 0,1% dari perkiraan sebelumnya.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,52% (-152,06 poin) ke level 29.196,04.

  • S&P 500 melemah 0,27% (-8,83 poin) menjadi 3.320,79.

  • Nasdaq Composite berkurang 0,19% (-18,14 poin) di posisi 9.370,81.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, karena kekhawatiran tentang jenis baru pneumonia di China.Indeks STOXX 600 turun 0,14% menjadi 423,39, dipimpin kejatuhan harga saham sektor sumber daya dasar sebesar 1,2%, sementara sektor jasa keuangan naik 0,6%. Fokus pasar bergeser ke acara WEF tahunan di Davos, dimana perubahan iklim dan bisnis yang berkelanjutan akan menjadi fokus utama dan risiko perdagangan internasional dan ketidakstabilan geopolitik juga akan menjadi agenda.

Kekhawatiran penyebaran virus korona juga menghantui bursa saham Eropa, mengingatkan para pelaku pasar akan wabah SARS yang menewaskan 800 orang pada periode 2002/2003.Saham UBS anjlok 4,5% karena gagal melampaui target laba 2019. Saham Hugo Boss melambung 6,8% setelah melaporkan pertumbuhan penjualan kuartal keempat lebih baik dari perkiraan. Saham Lonza melesat 7,5% ke rekor tertinggi setelah melaporkan lonjakan laba bersih 15% untuk 2019.

  • DAX 30 Frankfurt naik tipis 0,05% (6,93 poin) menjadi 13.555,87.

  • FTSE 100 London turun 0,53% (-40,74 poin) ke posisi 7.610,70.

  • CAC 40 Paris menyusut 0,54% (-32,55 poin) ke level 6.045,99.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, bersamaan dengan turunnya nilai tukar yuan dan yen, tersengat berita penyebaran virus korona di China yang mengurangi sminat berisiko di pasar keuangan. Mata uang yang terkait dengan perdagangan dan pariwisata China juga menyusut. China melaporkan kematian keempat akibat virus korona dan pejabat AS mengonfirmasi kasus pertama virus tersebut di AS.

Sebaliknya, euro sedikit menguat terhadap dolar. Survei dari lembaga riset ZEW Jerman menunjukkan bahwa mood di antara investor Jerman jauh lebih cerah dari perkiraan pada Januari. Bank Sentral Eropa diperkirakan juga akan menawarkan pandangan yang lebih cerah tentang ekonomi Eropa. Poundsterling juga menguat, karena ekonomi Inggris menciptakan lapangan kerja pada tingkat tercepat dalam hampir satu tahun pada periode September-November. Indeks Dolar AS melemah 0,08% menjadi USD97,531.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10840.0002+0.02%6:34 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3047-0.0003-0.02%6:34 PM
Yen (USD-JPY)109.880.01+0.01%6:33 PM
Yuan (USD-CNY)6.89950.0325+0.47%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,669.0030.00+0.22%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 21/1/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak melemah. Pasar mengekspektasikan pasokan yang lebih besar akan menyerap gangguan yang memangkas produksi minyak mentah Libya. Hampir semua kapasitas ekspor minyak mentah Libya berada di bawah kondisi force majeure setelah blokade jaringan pipa di kawasan timur dan barat negara itu. Gelombang protes anti-pemerintah di Irak, pada awalnya juga mendukung harga minyak, tetapi para pejabat di Baghdad mengatakan, output ladang minyak di sebelah selatan tidak terpengaruh kerusuhan itu. ING mengatakan kapasitas cadangan OPEC , yang lebih dari 3 juta bph, cukup meyakinkan pasar.

Dana Moneter Internasional (IMF), memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global 2020 sekitar 0,1% menjadi 3,3% karena perlambatan di India dan  emerging market  lainnya. Tetapi IMF mengatakan kesepakatan perdagangan AS-China menjadi sinyal kebangkitan aktivitas perdagangan dan manufaktur. Barclays memperkirakan permintaan minyak pada 2020 akan naik 1,4 juta bph, atau 50.000 bph lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, naik dari 900.000 bph pada 2019.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 65 sen menjadi USD64,55 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 20 sen menjadi USD58,34 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup menurun, di tengah perdagangan yang fluktuatif. Investor mengambil keuntungan ( profit taking ) setelah harga emas mencapai level tertinggi dua pekan di awal sesi. Kejatuhan harga ekuitas akibat kekhawatiran wabah virus di China, menahan harga emas.

Fokus pasar cenderung beralih ke The Fed yang akn menggelar rapat kebijakan pertama tahun ini pada akhir Januari. Harga logam mulia lainnya; palladium anjlok 4% menjadi USD2.400,12 per ounce, perak menyusut 1,3% menjadi USD17,83, dan platinum merosot 1,1% menjadi USD1.004,17.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.558,60 per ounce.

  • Harga emas berjangka juga turun 0,14% menjadi USD1.558,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author