Bursa Pagi: Eropa-Asia Bergerak Lemah, Tekanan Turun Bebani Laju IHSG

Bursa Pagi: Eropa-Asia Bergerak Lemah, Tekanan Turun Bebani Laju IHSG

Posted by Written on 21 January 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (21/1), dibuka sedikit melemah, melanjutkan tren pergerakan indeks acuan di bursa saham utama Eropa, di tengah aktivitas perdagangan yang relatif sepi karena libur Martin Luther King di bursa saham Wall Street. IMF menyatakan prospek ekonomi global "tetap lamban" dan memangkas perkiraan pertumbuhan 2019 dan 2020 menjadi 2,9% dan 3,3%.

Investor menunggu rilis laporan kuartalan dan keputusan suku bunga Bank of Japan, siang ini. Indeks MSCI Asia ex-Jepang dibuka mendatar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,2%. Indeks berlanjut menyusut 0,29% (-20,20 poin) menjadi 7.059,30 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang sedikit melemah 0,09% (-20,58 poin) di posisi 24.062,93, setelah dibuka sedikit berkurang di kisaran level 24.050, Topix juga dibuka mendatar. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit melemah di kisaran level 2.260, dan berlanjut menguat tipis 0,08% di level 2.264,51.

Mempertegas tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun tajam 1,20% (-346,53 poin) ke level 28.449,38 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,32% ke posisi 3.085,79.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Asia yang cenderung melemah, setelah gagal mempertahankan posisinya di teritori positif pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 0,74% ke level 6.245.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini cenderung masih akan mengalami tekanan penurunan, meskipun tetap memiliki peluang kenaikan di rentang konsolidasi. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pelemahan lanjutan, cenderung bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat menguatnya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, timah, emas diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu melemahnya indeks bursa regional serta tertekannya nilai tukar rupiah diprediksi akan menjadi katalis negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di level 6.215 dan resistance di level 6.275. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: KLBF (Buy, Support: Rp1.600, Resist: Rp1.640), UNTR (Buy on Weakness, Support: Rp21.125, Resist: Rp21.875), TOWR (Buy, Support: Rp775, Resist: Rp795), TPIA (Buy, Support: Rp9.500, Resist: Rp9.850).

  • ETF: XBLQ ( SELL , Support: Rp486, Resist: Rp496), XIIT ( SELL , Support: Rp565, Resist: Rp576), 

    XIIC ( SELL , Support: Rp1.145, Resist: Rp1.158).


Bursa Eropa dan AS

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung melemah. Perdagangan saham agak kurang bergairah karena para pembuat kebijakan dan pemimpin bisnis menghadiri konferensi tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF)di Davos, Swiss, dan bursa saham Wall Street tutup memperingati Hari Martin Luther King. 

Indeks STOXX 600 melemah 0,14% menjadi 423,98, dipimpin penurunan harga saham produsen peralatan rumah tangga sebesar 0,9%, sementara saham asuransi menguat 0,5%.

Sementara itu, PM Inggris Boris Johnson menjadi tuan rumah pertemuan 21 pemimpin Afrika di London, dalam upaya untuk meningkatkan hubungan perdagangan Inggris dengan benua itu sebelum Brexit. Bank Rakyat China mempertahankan suku bunga pinjaman mendorong kenaikan harga saham Asia.

  • FTSE 100 London turun 0,30% (-23,12 poin) menjadi 7.651,44.

  • CAC 40 Paris menyusut 0,36% (-22,18 poin) ke posisi 6.078,54.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,17% (22,81 poin) ke level 13.548,94.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia tadi malam melejit ke level terkuat tahun 2020, setelah data pekan lalu mengonfirmasi bahwa ekonomi AS bertahan dengan baik. Investor menunggu rilis sejumlah data ekonomi serta rapat kebijakan Bank of Japan, Selasa, dan rapat Bank Sentral Eropa (ECB), Kamis. Volatilitas valas berada di dekat posisi terendah sepanjang masa, dengan volume perdagangan relatif tipis karena pasar Asia akan merayakan Tahun Baru Imlek dan pasar keuangan AS tutup karena libur Hari Martin Luther King.

Data yang diumumkan Jumat menunjukkan pembangunan rumah di AS melonjak ke level tertinggi 13 tahun pada Desember. Penjualan ritel juga naik dan indeks aktivitas manufaktur melambung ke level tertinggi dalam delapan bulan. Indeks dolar, ukuran kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju menguat 0,1% menjadi 97,606.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10950.000.00%6:41 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3004-0.0006-0.05%6:40 PM
Yen (USD-JPY)110.16-0.02-0.02%6:40 PM
Yuan (USD-CNY)6.86700.0072+0.10%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,639.00-6.00-0.04%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 20/1/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea hingga dini hari tadi bergerak menguat, melejit ke level tertinggi dalam lebih dari satu pekan, setelah dua basis produksi minyak mentah terbesar di Libya ditutup karena blokade militer. Penutupan itu, yang mengikuti blokade pelabuhan minyak besar di sebelah timur, berisiko menghentikan hampir semua  output  minyak Libya.

Kenaikan harga minyak mereda setelah beberapa analis mengatakan gangguan pasokan di Libya hanya akan berumur pendek dan bisa diimbangi oleh produsen lain. Aktivitas pasar relatif sepi karena libur Martin Luther King Jr di Amerika Serikat

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 37 sen (0,6%), menjadi USD65,22 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 24 sen (0,4%), menjadi USD58,78 per barel.
Harga emas ditutup di level tertinggi lebih dari sepekan, setelah serangan rudal di Yaman akhir pekan lalu yang menimbulkan kekhawatiran geopolitik di kawasan tersebut. Pembelian emas menjelang Tahun Baru Imlek ikut mendongkrak harga emas. Pasar mencermati isu menjelang rapat kebijakan Federal Reserve AS bulan ini yang diekspektasikan akan mempertahankan suku bunga acuan.

Data menunjukkan, para spekulan di bursa berjangka COMEX, memangkas posisi  bullish  mereka terhadap emas pada 14 Januari lalu. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar dunia naik 2,20% menjadi 898,82 ton pada akhir pekan lalu. Harga paladium melonjak 0,9% menjdi USD2.502 per ounce, perk bertambah 0,4% menjadi USD18,07, dan platinum meningkat 0,8% menjadi USD1.026,53.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.560,89 per ounce.

  • Harga emas di pasar berjangka mendatar di posisi USD1.560,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author