Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Posted by Written on 20 January 2020


Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (20/1), bursa saham Asia dibuka sedikit menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,3%. Indeks berlanjut menguat 0,32% (22,50 poin) menjadi 7.086,60 pada pukul 8:05 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bertambah 0,14% (34,43 poin) di posisi 24.075,69, setelah dibuka menguat 0,11% dan Topix naik 0,38%. Saham Fast Retailing anjlok sekitar 1%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,46%, Samsung Electronics melaju 1%, dan berlanjut melaju 0,62% ke level 2.264,52.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat tipis 0,04% (11,88 poin) di posisi 29.068,30 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,14% menjadi 3.079,75.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren penguatan indeks pada pembukaan pasar Asia, setelah berhasil keluar dari tekanan pelemahan pada sesi perdagangan akhir pekan lalu, dengan menguat 0,09% di posisi 6.291. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,64% menjadi USD26,560.
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi mengawali pekan ini dengan melanjutkan proses kenaikan. Secara teknikal, beberapa indicator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan di area positif.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan positifnya data ekonomi China serta housing starts AS, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah dan emas juga diprediksi akan menambah katalis positf bagi indeks.
IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 6.265 dan resistance di level 6.315. 
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: BMRI (Buy, Support: Rp7.575, Resist: Rp7.875), AALI (Buy, Support: Rp12.600, Resist: Rp13.125), BBNI (Buy, Support: Rp7.650, Resist: Rp7.875), ERAA (Buy, Support: Rp1.690, Resist: Rp1.820).

  • ETF: XIPI (Buy, Support: Rp178, Resist: Rp181), XIHD (Buy, Support: Rp506, Resist: Rp513), 

    XPDV (Buy, Support: Rp492, Resist: Rp499).


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan mencatatkan level tertinggi, setelah rilis data perumahan di AS yang kuat, serta sinyal ketahanan ekonomi China yang meningkatkan harapan rebound  pertumbuhan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi China tahun 2019 mencapai 6,1%, namun tumbuh paling rendah dalam 30 tahun terakhir. Pembangunan rumah di AS pada Desember melonjak 17%, tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Secara mingguan S&P 500 melonjak 1,96%, Dow Jones melompat 1,82% dan Nasdaq melesat 2,29%. Data FactSet menunjukkan lebih dari 8% emiten S&P 500 telah melaporkan kinerja kuartalannya, 72% diantaranya membukukan kinerja lebih baik dari ekspektasi.
  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,17% (50,46 poin) menjadi 29.348,10.

  • S&P 500 naik 0,39% (12,81 poin) ke level 3.329,62.

  • Nasdaq Composite bertambah 0,34% (31,81 poin) ke posisi 9.388,94.
Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup dengan menyentuh level tertinggi, setelah Komisaris Perdagangan Uni Eropa Phil Hogan mengisyaratkan sinyal positif setelah melakukan negosiasi dengan AS. Laju inflasi zona Euro periode Desember sedikit menguat, menjadi 1,3% dari 1% pada bulan sebelumnya. Namun masih di bawah target inflasi Bank Sentral Eropa sebesar 2%.
Indeks STOXX 600 naik 0,96% menjadi 424,56, dipimpin lonjakan harga saham sektor tambang sebesar 2%, Saham BHP Group melesar 2,3%. Komisi Uni Eropa beniat menegosiasikan sengketa perdagangan terbuka antara AS dan Uni Eropa, terkait masalah-masalah seperti pajak digital Perancis dan subsidi industri dirgantara. 
Pasar juga merespon positif sinyal ekonomi China.
  • DAX 30 Frankfurt naik 0,72% (96,7 poin) menjadi 13.526,13.

  • FTSE 100 London melaju 0,85% (64,75 poin) ke posisi 7.674,56

  • CAC 40 Paris melonjak 1,02% (61,69 poin) ke level 6.100,72.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menutup pekan lalu dengan menguat,, ditopang rilis data perumahan AS yang lebih baik dari perkiraan. Pembangunan perumahan mencapai 1,608 juta unit pada Desember naik dari 1,375 juta unit pada November 2019, melebihi ekspektasi pasar sebesar 1,373 juta unit.
Data perumahan terbaru, dan data penjualan ritel sebelumnya, telah meredakan kekhawatiran tentang kesehatan keuangan konsumen dan rumah tangga AS. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju , naik 0,29% menjadi 97,606.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1092-0.0045-0.40%
Poundsterling (GBP-USD)1.3016-0.0064-0.49%
Yen (USD-JPY)110.14-0.02-0.02%
Yuan (USD-CNY)6.8598-0.0217-0.32%
Rupiah (USD-IDR)13,645.002.50+0.02%

Sumber : Bloomberg.com, 17/1/2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu bergerak cenderung. Lambannya laju pertumbuhan PDB China menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan minyak, menandingi optimisme yang muncul dari penandatanganan perjanjian perdagangan AS-China awal pekan ini.
Sementara itu, data menunjukkan, kilang minyak China pada 2019 memproses 651,98 juta ton minyak mentah, setara 13,04 juta barel per hari lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya setara 7,6 juta bph. Secara mingguan harga minyak Brent turun 0,2%, dan WTI turun 0,8%.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 23 sen menjadi USD 64,85 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 2 sen menjadi USD 58,54 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup menguat, namun secara mingguan turun 0,3%. Analis mengatakan ada minat yang terus menerus dalam pembelian emas disertai adanya kekhawatiran terhadap tensi geopolitik dan perekonomian global. Harga emas mendapat tekanan dari pasar saham yang membukukan rekor tertinggi. Harga logam lainnya, seperti perak menguat 0,3% ke harga USD 18 per ounce, palladium naik 9% menjadi USD2. 475,60, platinum naik 1,6% menjadi USD1.019,78.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% ke level USD 1.557,12 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,4% menjadi USD 1.557,12 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author