Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Posted by Written on 10 January 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (10/1), bursa saham Asia dibuka dengan melanjutkan kenaikan, mengikuti perkembangan positif di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Investor merespon positif meredanya ketegangan AS-Iran dan rencana kunjungan Wakil PM China ke Washington pekan depan. Kenaikan penjualan iPhone di China mendongkrak harga saham pemasok produk teknologi di Asia.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,69% meski diwarnai kejatuhan harga saham sektor pertambangan seiring berakhirnya reli harga emas. Kenaikan indeks berlanjut 0,61% (41,60 poin) ke level 6.915,80 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,35% (82,25 poin) menjadi 23.822,12, setelah dibuka naik 0,41% dan Topix menguat 0,39%. Saham Sharp dan Japan Display melesat 2% dan 1,28%.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,47%, didukung kenaikan harga saham Samsung electronic dan LG Display sebesar 1,71% dan 0,32%, dan berlanjut meningkat 0,45% ke posisi 2.196,18.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil bermanuver di zona hijau sejak pembukaan sesi perdagangan kemarin dan ditutup melaju 0,78% ke level 6.274. Harga ETF saham Indonesia( EIDO )di New York Stocks Exchange menguat 0,04% menjadi USD25,68.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat, bertambah 0,25% (72,80 poin) menjadi 28.633,80 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga menguat 0,25% ke posisi 3.102,76.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan proses kenaikan jangka pendek dengan sinyal positif ditunjang data makro yang stabil dan berlanjutnya capital inflow. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan dengan kecenderungan bullish reversal.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran, serta semakin dekatnya penandatanganan kesepakatan dagang fase satu AS-China, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Selain itu menguatnya sejumlah harga komoditas seperti CPO, nikel, timah dan batu bara juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6.245 dan  resistance  di level 6.305. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: AALI (Buy, Support: Rp13.450, Resist: Rp14.300), ASII (Buy, Support: Rp6.775, Resist: Rp6.950), 

    BMRI (Buy, Support: Rp7.550, Resist: Rp7.850), BBNI (Buy, Support: Rp7.500, Resist: Rp7.900).

  • ETF: XIIC (Buy, Support: Rp1.136, Resist: Rp1.159), XDIF (Buy, Support: Rp499, Resist: Rp511), 

    XPLC (Buy, Support: Rp499, Resist: Rp509).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan mencatatkan rekor tertinggi baru, dipimpin kenaikan harga saham sektor teknologi, seiring meredanya ketegangan konflik AS-Iran. Wall Street juga mencerna data klaim pengangguran mingguan yang turun 9.000 menjadi 214.000 dari 223.000, lebih baik dari proyeksi 220.000. Sementara itu, ADP dan Moody's Analytics mengatakan  payroll  swasta AS meningkat 202.000 pada Desember, melampaui estimasi 150.000. Investor merespon positif pernyataan Kementerian Perdagangan China bahwa Wakil PM Liu He akan terbang ke Washington untuk menandatangani perjanjian fase pertama dengan AS.

Saham Apple melonjak 2,1% setelah data pemerintah China menunjukkan penjualan iPhone naik 18% pada Desember. Sektor teknologi S&P 500 melejit 1,1%, dipimpin oleh kenaikan 2,4% saham AMD, setelah Mizuho Securities meng- upgradrekomendasinya menjadi "beli" dari "netral". Goldman Sachs naik 2,1% setelah Bank of America meng- upgrade rekomendasinya  menjadi "beli" dari "netral". Boeing melejit 1,5% karena Presiden AS Donald Trump tidak percaya bahwa kecelakaan pesawat 737 di Iran karena kesalahan mekanis.

  • Dow Jones Industrial Average melaju0,74% (211,81 poin) ke posisi 28.956,90.

  • S&P 500 naik 0,67% (21,65 poin) menjadi 3.274,70.

  • Nasdaq Composite meningkat 0,81% (74,18 poin) ke level 9.203,43.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, di tengah meredanya ketegangan AS-Iran merespon pernyataan Trump bahwa Teheran "tampaknya akan mundur" dan akan "segera menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan terhadap rezim Iran". Trump meminta sekutu AS untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015 dan membentuk perjanjian baru. Investor juga menyambut positif rencana kunjungan Wakil PM China Liu He ke Washington untuk menandatangani perjanjian perdagangan "fase pertama" dengan AS, pekan depan
Indeks STOXX 600 menguat 0,31% menjadi 419,64, dipimpin kenaikan harga saham teknologi dan telekomunikasi lebih dari 1%, namun sektor sumber daya dasar turun 0,8%. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan Inggris "pada dasarnya tidak mungkin" menegosiasikan semua aspek hubungan masa depan dengan Uni Eropa pada akhir 2020. Data output pabrik Jerman meningkat 1,1% pada November, mengalahkan ekspektasi dan memberikan sinyal bahwa ekonomi terbesar Eropa itu mendapatkan momentum pada akhir 2019.

  • DAX 30 Frankfurt melonjak 1,31% (174,88 poin) ke level 13.495,06.

  • FTSE 100 London naik 0,31% (23,19 poin) menjadi 7.598,12.

  • CAC 30 Paris bertambah 0,19% (11,55 poin) ke posisi 6.042,55.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, di tengah kejatuhan yen. Konflik AS-Iran mereda, mendorong investor untuk lebih berani mengambil risiko. Trump menanggapi serangan Iran terhadap pasukan AS dengan sanksi, bukan kekerasan, sementara Teheran tidak memberikan sinyal akan membalas lebih jauh serangan drone AS, yang menewaskan komandan militer seniornya.

Fokus investor beralih pada kesepakatan perdagangan fase pertama AS-China pada pekan depan. Investor menilai kesepakatan itu akan menghapus salah satu ketidakpastian terbesar dalam ekonomi dunia dan membantu mendorong pertumbuhan global tahun ini. Pelaku pasar juga akan mencermati laporan penggajian non-pertanian AS, yang akan dirilis Jumat, dengan perkiraan 164.000 pekerjaan baru pada Desember, turun dari 266.000 pada bulan sebelumnya. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap mata uang negara maju menguat 0,16% menjadi di 97,45.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11070.0001+0.01%6:34 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30690.0002+0.02%6:34 PM
Yen (USD-JPY)109.520.000.00%6:34 PM
Yuan (USD-CNY)6.9322-0.0136-0.20%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,854.00-46.00-0.33%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 9/1/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak melemah. Pasar memperhatikan peningkatan stok minyak mentah AS dan menjauh dari kekhawatiran konflik AS-Iran. Secara umum, harga bergerak kembali ke posisi sebelum serangan drone AS, 3 Januari lalu. Stok mingguan minyak mentah AS naik 1,2 juta barel, jauh dari estimasi penurunan 3,6 juta barel. Analis JPMorgan mempertahankan proyeksi mereka untuk harga rata-rata Brent USD64,50 per barel tahun ini. Ketegangan AS-Iran akan menambah biaya asuransi pengiriman minyak, yang akan membebani harga minyak terutama ke pembeli di Asia.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 5 sen menjadi USD65,37 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 7 sen menjadi USD59,56 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, setelah melewati level psikologis USD1.600 untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Pasar berspekulasi AS-Iran tidak akan meningkatkan konflik lebih lanjut, sehingga menurunkan permintaan akan aset safe haven, termasuk emas.

Penyusutan permintaan emas juga tercermin dalam kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF  bullion  terbesar di dunia yang turun 1,05% pada sesi Rabu. Harga logam lainnya; palladium turun 0,4% menjadi USD2.096,06 per ounce, perak anjlok 1% menjadi USD17,90, sedangkan platinum melonjak 1,2% menjadi USD964,82.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.552,28 per ounce

  • Harga emas berjangka turun 0,4% menjadi USD1.554,3 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author