Bursa Pagi: Global-Regional Menghijau, IHSG Bearish Berpeluang Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Menghijau, IHSG Bearish Berpeluang Menguat

Posted by Written on 09 January 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (9/1), dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, seiring meredanya ketegangan konflik AS-Iran. Kedua pihak terlihat menahan diri dari perseteruan lebih lanjut. Harga minyak naik 0,72% pada pembukaan pasar Asia, setelah anjlok lebih dari 4% pada penutupan pasar Amerika.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,97%, didukung kenaikan harga saham sektor keuangan sebesar 1%. Laju indeks bertahan 0,91% (62,10 poin) ke posisi 6.879,70 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang masih meningkat 1,62% (375,17) ke level 23.579,93, setelah dibuka melejit 1,69% dan Topix melompat 1,38%. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka melesat 1,42% dan berlanjut melaju 1,16% menjadi 2.176,28.

Memperkuat tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 1,00% (279,73 poin) ke level 28.367,65 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,51% menjadi 3.082,64.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah tenggelam di zona merah pada sesei perdagangan kemarin, terperosok 0,85% ke level 6.225. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,79% menjadi USD25,67.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk berbalik ke teritori positif meskipun masih dibayangi tekanan pelemahan. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks masih dalam kecenderungan  bearish  memperihatkan adanya potensi pelemahan lanjutan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, meredanya kekhawatiran investor terkait ketegangan geopolitik di Timur Tengah -setelah Trump memperkirakan Iran akan mundur dan AS akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan terhadap Iran - diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah serta naiknya beberapa harga komoditas, yaitu nikel dan timah, juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 6.195 dan resistance di level 6.255.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: GGRM (Buy, Support: Rp55.000, Resist: Rp59.650), BBCA (Buy on Weakness, Support: Rp32.975, Resist: Rp33.600), BBRI (Buy on Weakness, Support: Rp4.340, Resist: Rp4.440), PTBA (Buy on Weakness, Support: Rp2.600, Resist: Rp2.740).

  • ETF: XISI ( SELL , Support: Rp334, Resist: Rp340), XIIF ( SELL , Support: Rp614, Resist: Rp632), 

    XPFT ( SELL , Support: Rp547, Resist: Rp557).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, setelah Presiden AS Donald Trump berbicara tentang serangan Iran di pangkalan udara Irak yang menampung pasukan Amerika. Trump mengisyaratkan tidak akan ada tindakan militer lebih lanjut, untuk saat ini, dan Teheran tampaknya menarik diri dari serangan lebih lanjut. Namun, dia menambahkan AS akan "segera menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan terhadap rezim Iran." Komentar Trump menekan  safe-haven  seperti emas karena investor kembali memburu ke aset berisiko.

Meski indeks sempat mencatatkan penurunan tajam, namun Wall Street memiliki pengalaman bahwa krisis AS-Iran sebelumnya jarang menyebabkan penurunan pasar yang berkepanjangan. Data dari Barclays menunjukkan S&P 500 rata-rata menguat hampir 3% dalam tiga bulan setelah konfrontasi dan meningkat menjadi 5,5% setelah enam bulan. Saham Boeing merosot 1,8%, setelah pesawat Boeing 737 milik Ukraina International Airlines terbakar dan jatuh setelah lepas landas dari Teheran, menewaskan 176 orang.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,56% (161,41 poin) ke posisi 28.745,09.

  • Nasdaq Composite meningkat 0,67% (60,66 poin) ke level 9.129,24.

  • S&P 500 bertambah 0,49% (15,87) poin menjadi 3.253,05.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup sedikit lebih tinggi, membalikkan pelemahan pada sesi sebelumnya setelah serangan rudal Iran yang menargetkan pasukan AS di Irak. Menteri Luar Negeri Iran Mohamad Javad Zarif menyatakan, "kami tidak mencari eskalasi atau perang, tetapi akan membela diri terhadap agresi apa pun." Indeks STOXX 600 menguat 0,17% menjadi 418,36, dipimpin kenaikan harga saham perjalanan dan wisata sebesar 0,6%. Sedangkan harga saham makanan dan minuman tergelincir 0,6%.

Rilis data pesanan pabrik Jerman turun secara tak terduga pada November karena melemahnya permintaan luar negeri. Namun, data yang diterbitkan Ifo di Munich, KOF di Zurich dan Istat di Roma, menunjukkan ekonomi zona euro mendapatkan momentum. Kelompok penelitian itu mengantisipasi pertumbuhan 0,3% (qoq) pada dua kuartal pertama 2020, dengan akselerasi produksi industri dan investasi.

  • FTSE 100 London sedikit menguat 0,01% (1,08 poin) di posisi 7.574,93.

  • DAX 30 Frankfurt meningkat 0,71% ( 93,35 poin) ke level 13.320,18.

  • CAC 40 Paris naik 0,31% (18,65 poin) menjadi 6.031,00.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, di tengah penurunan nilai mata uang safe haven, seiring meredanya ketegangan AS-Iran. Dalam pidato di Gedung Putih, Trump mengatakan AS tidak perlu menanggapi secara militer serangan rudal Iran ke pangkalan pasukan AS di Irak. Yen dan franc Swiss melorot setelah menyentuh level tertinggi lebih dari satu pekan. Harga emas dan minyak berjangka juga melemah.

Kenaikan dolar juga didukung rilis data penggajian swasta AS periode Desember melonjak 202.000 pekerjaan, lebih tinggi dari kenaikan bulan sebelumnya sebanyak 124.000, dan lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan 160.000 pekerjaan. Indeks dolar naik 0,3% menjadi 97,30.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11100.0005+0.05%6:24 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31020.0005+0.04%6:24 PM
Yen (USD-JPY)109.09-0.03-0.03%6:24 PM
Yuan (USD-CNY)6.94580.0007+0.01%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,900.0022.00+0.16%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 8/1/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi meluncur turun. Harga minyak berjangka anjlok lebih dari 4%, setelah sempat melonjak mendekati level tertinggi empat bulan pada awal perdagangan yang dipicu serangan roket Iran terhadap pasukan AS di Irak. Harga minyak bergerak turun karena tak ada laporan bahwa serangan roket itu telah merusak fasilitas minyak atau membahayakan warga AS.

Harga minyak juga tertekan oleh pernyataan Badan Informasi Energi (EIA) AS bahwa persediaan minyak mentah naik 1,2 juta barel pekan lalu, jauh melampaui ekspektasi penurunan 2,6 juta barel. Bertolak belakang dengan data asosiasi industri yang menunjukkan penurunan 5,9 juta barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok USD2,83 (-4,2%) , menjadi USD65,44 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD3,09 (-4,9%), menjadi USD59,61 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup turun sekitar 1%, setelah melompat ke atas level USD1.600 untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh tahun, pada sesi sebelumnya. Harga emas melonjak hingga 2,4% setelah Iran membalas serangan  drone  AS di Irak yang menyebabkan ketakutan akan perang baru di Timur Tengah. Pernyataan Trump yang meredakan kekhawatiran konflik lebih besar dengan Iran menjadi pemicu penurunan harga emas.

Harga logam mulai lainnya; palladium memperpanjang reli dengan melonjak 2,6% menjadi USD2.104,95 per ounce, platinum anjlok 1,4% menjadi USD957,02, dan perak merosot 1,3% menjadi USD18,15.

  • Harga emas di pasar spot turun hampir 1% menjadi USD1.559,22 per ounce.

  • Harga emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 0,9% menjadi USD1.560,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author