Bursa Sore: IHSG Bergerak di Zona Merah Sepanjang Sesi

Bursa Sore: IHSG Bergerak di Zona Merah Sepanjang Sesi

Posted by Written on 06 January 2020


Ipotnews - Gempuran terhadap Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berlanjut hingga akhir perdagangan hari Senin (06/1). Indeks longsor -1,04 persen (-67 poin) ke level 6.257.

Indeks LQ45 -1,10% ke 1.010. Indeks IDX30 -1,07% ke level 551. Indeks IDX80 -1,12% ke 142. Indeks JII -1,34% ke posisi 690. Indeks Kompas100 -1,15% ke 1.270. Indeks Sri Kehati -1,13 persen ke 399. Indeks SMInfra18 -0,56 persen ke level 324.

Saham-saham teraktif: MNCNANTMTOWRMDKATCPI

MEDCPSAB

Saham-saham top gainers LQ45: ANTMLPPFJPFAPTBAICBPUNTREXCL

Saham-saham top losers LQ45: INDFSMGRPGASTLKMMEDCCPINBSDE

Nilai transaksi mencapai Rp5,12 triliun. Volume trading sebanyak 64,15 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp48,38 miliar.

Nilai tukar rupiah terkoreksi -0,11 persen ke level Rp13.935 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia Pasifik terjungkal di sesi pagi pada perdagangan hari Senin (6/1) seiring ketegangan politik yang terus meningkat di Timur Tengah.

Market saham Jepang bergerak negatif bahkan menjadi lokomotif pelemahan pasar Asia. Koreks negatif juga terjadi pada Indeks Kospi di bursa Korsel.

Begitu juga dengan bursa saham Hong Kong ke zona negatif. Sementara market saham China daratan melawan arus tren pelemahan seiring penguatan Indeks Shanghai Composite, Indeks Shenzhen Composite dan Indeks Shenzhen Component.

Market saham Australia mengakhiri perdagangan dengan bergerak flat terbebani pelemahan yang terjadi pada subsektor finansial sebesar 0,58 persen. Namun sektor energi berhasil menguat 1,27 persen.
"Risiko eskalasi lebih lanjut jelas telah meningkat mengingat serangan langsung terhadap Iran, ancaman pembalasan Iran dan keinginan Trump untuk terlihat tangguh yang merupakan ancaman pendorong harga minyak melonjat lebih tinggi," kata Shane Oliver, Analis pada lembaga AMP Capital seperti dikutip Reuters.
Menurutnya secara historis harga minyak perlu naik dua kali lipat agar bisa menjadi ancaman besar bagi pertumbuhan global dan saat ini kondisi (harga minyak) masih jauh dari itu.
Indeks Bursa Asia
Indeks MSCI Asia Pasifik -0,7%
Indeks Nikkei 225 -1,91% ke 23.204.
Indeks Topix -1,39% di posisi 1.697.
Indeks Shanghai Composite -0,01% ke 3.083.
Indeks Shenzhen Component +0,39% di 10.698.
Indeks Shenzhen Composite +0,44% ke level 1.768.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,79% pada 28.226.
Indeks Kospi (Korsel) -0,98% di level 2.155.
Indeks S&P/ASX200 (Australia) +0,03% di posisi 6.735.
Indeks STI (Singapura) -0,77% ke level 3.213.

Nilai Tukar
Indeks dolar AS melemah tipis ke level 96,869 dibanding posisi sebelumnya di level 96,897.
Nilai tukar yen melorot di posisi 108,04 dibanding sebelumnya ke level 107,75.
Dolar Australia menguat ke level $0,6939 dibanding sesi sebelumnya di level $0,6930.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (6/1) pagi waktu setempat. Para investor memantau naiknya ketegangan politik antara AS dan Iran.
Indeks DAX (Jerman) -1,08% pada level 13.076.
Indeks FTSE (Inggris) -0,45% ke posisi 7.587.
Indeks CAC (Perancis) -0,71% di level 6.001.

Oil
Harga minyak lanjut naik di sesi sore pada perdagangan hari Senin (06/1), mendorong minyak Brent ke level USD70 per barel. Hal ini terjadi di tengah retorika AS, Iran dan Irak yang mengipasi ketegangan konflik di Timur tengah pasca terbunuhnya petinggi militer Iran.
Minyak Brent menguat USD1,43 ke harga USD70,03 per barel (07.47 GMT). Sedangkan minyak WTI naik USD1,10 ke level USD64,15 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author