Bursa Pagi: Asia Dibuka Terjerembab, Potensi Laju IHSG Makin Terbatas

Bursa Pagi: Asia Dibuka Terjerembab, Potensi Laju IHSG Makin Terbatas

Posted by Written on 06 January 2020


Ipotnews -Mengawali pekan kedua tahun ini, Senin (6/1), bursa saham Asia dibuka menurun tajam, mengikuti tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu. Indeks berguguran tersengat oleh meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melambungkan harga minyak hingga 3%. Minyak Brent naik 1,69% pada pembukaan pasar Asia.

Bursa saham Australia memulai perdagangan hari ini dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 sebesar 0,72%, di tengah kejatuhan harga saham sektor keuangan sebesar 1,28%. Sektor energi naik 0,78%. Indeks berlanjut turun 0,58% (-39,00 poin) ke level 6.694,50 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terperosok 1,71% (-404,53 poin) di level 23.252,09, setelah dibuka terjungkal 1,85% dan Topix anjlok 1,48%. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka merosot 0,83% dan berlanjut terjerembab 0,93% ke posisi 2.156,18.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,37%(-104,31 poin) menjadi 28.347,19 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menyusut 0,47% (-14,60 poin) ke posisi 3.069,18.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan tajam indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah mengakhiri pekan lalu dengan membukukan kenaikan 0,63% ke level 6.323. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,39% menjadi USD25,58.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan secara terbatas. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan dengan pergerakan yang semakin jenuh.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor terkait meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah setelah AS mengkonfirmasi telah melakukan serangan udara yang menewaskan komandan militer Iran di Baghdad, serta Iran akan melakukan tindakan balasan terhadap AS, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain, menguatnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan emas diprediksi akan menjadi katalis positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6.290 dan  resistance  di level 6.355. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: PTPP (Buy, Support: Rp1.615, Resist: Rp1.815), CTRA (Buy, Support: Rp1.025, Resist: Rp1.070), PTBA (Buy, Support: Rp2.610, Resist: Rp2.730), MEDC (Buy, Support: Rp840, Resist: Rp980).

  • ETF: XIPI (Buy, Support: Rp179, Resist: Rp181), XIHD (Buy, Support: Rp501, Resist: Rp510), 

    XPES (Buy, Support: Rp433, Resist: Rp438).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street di pekan pertama 2020 ditutup meredup, menghentikan kenaikan beruntun lima pekan, setelah serangan udara AS di Irak. Kontraksi sektor manufaktur AS ikut menekan indeks, karena memunculkan kekhawatiran perlambatan ekonomi AS. Indeks manufaktur AS periode Desember versi ISM, turun ke level terendah dalam dekade lalu.Sektor perbankan terperosok 1,6%, seiring turunnya yield  obligasi pemerintah AS 10 tahun ke level terendah sejak 12 Desember lalu.

Dari 11 sektor dalam indeks S&P 500, hanya sektor real estat dan utilitas yang mampu bertahan di zona hijau. Saham terkait teknologi pertahanan menguat merespon berita serangan udara AS yang menewaskan seorang petinggi militer Iran. Begitu pula harga saham energi. Sebaliknya, saham maskapai penerbangan terkapar, terpukul oleh lonjakan harga minyak. Secara mingguan Dow Jones turun 0,04%, S&P 500 turun 0,17%, dan Nasdaq naik 0,16%.

  • Dow Jones Industrial Average anjlok 0,81% (-233,92 poin) ke level 28.634,88.

  • S&P 500 merosot 0,71% (23,00 poin) ke posisi 3.234,85.

  • Nasdaq Composite tergerus 0,79% (-71,42 poin) menjadi 9.020,77.
Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup tergelincir ke zona merah, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah. Investor keluar dari bursa saham setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan membalas kematian Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, akibat serangan udara di bandara Baghdad. Indeks STOXX 600 turun 0,3%, Saham-saham sektor penerbangan, serta perjalanan dan dan wisata berguguran karena lonjakan harga minyak hingga 3%.

Optimisme sempat mewarnai pasar global, didukung sinyal positif perbaikan hubungan dagang AS-China, pelonggaran moneter di China dan prospek perekonomian global yang lebih cerah. Namun data menunjukkan persentase pengangguran di Jerman periode Desember naik melebihi perkiraan. Sementara data manufaktur AS lebih buruk dari perkiraan.

  • DAX 30 Frankfurt terjungkal 1,25% (-166,79 poin) ke level 13.219,14.

  • FTSE 100 London naik 0,24% (18,10 poin) ke posisi 7.622,40.

  • CAC 40 Paris menguat 0,04% persen ke level 6.044,16.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan sedikit melemah, tertekan kenaikan mata uang safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Dolar juga terbebani oleh rilis indeks manufaktur ISM periode Desember menjadi 47,2 dari 48,1 pada November lalu, terendah sejak Juni 2009. Indeks dolar yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun 0,01% menjadi 96,838.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1161-0.0011-0.10%
Poundsterling (GBP-USD)1.3083-0.0062-0.47%
Yen (USD-JPY)108.09-0.48-0.44%
Yuan (USD-CNY)6.96630.0020+0.03%
Rupiah (USD-IDR)13,930.0037.00+0.27%

Sumber : Bloomberg.com, 3/1/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu naik signifikan, setelah konfirmasi bahwa petinggi militer Iran tewas dalam serangan udara AS di Baghdad. Kekhawatiran akan konflik lebih besar antara kedua negara dapat mengganggu produksi minyak Timur Tengah. Brent sempat menyentuh level USD69,50 per barel, dan WTI sempat mencapai USD64,09 per barel.

Sementara itu Badan Informasi Energi AS menyatakan persediaan minyak AS hingga 27 Desember turun 11,5 juta barel, lebih tinggi dari ekspektasi penurunan sebesar 5,5 juta barel. Harga minyak mencapai nilai terbaik sejak 2016. Harga WTI naik 10,68% pada Desember, kenaikan bulanan tertinggi sejak Januari 2019, naik 12,9% secara kuartalan, dan melonjak 34,36% pada tahun ini. Sedangkan Brent naik 5,7% pada Desember, 8,59% secara kuartalan, dan 34,46% sepanjang tahun lalu

  • Harga minyak Brent naik 3,6% menjadi USD68,67 per barel.

  • Harga minyak WTI naik 3 ,0% menjadi USD 63,05 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pekan lalu ditutup menguat, setelah pembunuhan seorang jenderal petinggi militer Iran oleh AS. Ketegangan itu, dikhawatirkan berpotensi mengganggu produksi energi dan menurunkan perekonomian global. Daya tarik emas juga diperkuat oleh penurunan yield obligasi pemerintah AS 10 tahun ke level 1,79% terendah dalam sebulan terakhir. Harga emas naik 1,5% ke posisi USD 1.551,8 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author