Bursa Pagi: Asia Bergerak Turun, Ancam Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Bergerak Turun, Ancam Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 18 December 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini dibuka bervariasi dan berlanjut melemah, merespon pergerakan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang berbeda arah. PM Inggris Boris Johnson memunculkan kembali kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan, di tengah memudarnya eforia ekspektasi kesepakatan dagang fase satu AS-China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang bergerak mendatar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang cenderung mendatar di kisaran level 6.851, diwarnai penurunan harga saham perbankan dan pertambangan. Indeks berlanjut menyusut 0,04% (-3,00 poin) di posisi 6.844,30 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,30% (-71,86 poin) menjadi 23.994,26, setelah dibuka melemah 0,12%, dan Topix berkurang 0,19%. Data ekspor Jepang November lalu anjlok 7,9% (ytd), penurunan selama 12 bulan berturut-turut, dan impor rontok 15,7%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,14%, dan juga berlanjut turun 0,28% menjadi 2.189,62.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,37% (103,03 poin) menjadi 27.946,74 pada pukul 8:35WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,03% di posisi 3.021,47.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil meredam tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup naik 0,53% ke level 6.244. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,52% menjadi USD25,37.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berusaha melanjutkan tren kenaikan jangka pendek, didukung capital inflow. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan perkembangan positif seputar tercapainya kesepakatan dagang fase satu antara AS dan China diprediksi masih akan menjadi sentimen positif di pasar. Selain itu  rebound nilai tukar rupiah serta naiknya sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, timah dan emas juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6.215 dan  resistance  di level 6.270. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: INTP (Buy, Support: Rp19.750, Resist: Rp20.250), LSIP (Buy, Support: Rp1.390, Resist: Rp1.440), PGAS (Buy, Support: Rp2.110, Resist: Rp2.170), BBTN (Buy, Support: Rp2.140, Resist: Rp2.230).

  • ETF: XPDV (Buy, Support: Rp481, Resist: Rp487), XIJI (Buy, Support: Rp701, Resist: Rp710), 

    XPES (Buy, Support: Rp433, Resist: Rp438).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan melanjutkan reli untuk empat sesi beruntun, indeks S&P 500 mencapai level tertinggi sepanjang masa. Meski konflik perdagangan AS-China masih belum sepenuhnya terselesaikan. Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan bahwa kesepakatan fase pertama AS-China "sepenuhnya dapat ditegakkan." Beberapa masalah , termasuk transfer teknologi, tidak akan ditangani sepenuhnya sampai kesepakatan fase-kedua tercapai.

Rilis data perumahan AS periode November naik melebihi perkiraan karena izin mendirikan bangunan melonjak ke level tertinggi 12 tahun. Saham Netflix melonjak lebih dari 3% setelah mengungkapkan pertumbuhan pelanggan di Asia-Pasifik dan Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Johnson & Johnson naik 1,5% setelah analis Morgan Stanley meng- upgrade sahamnya. Apple naik 0,3% mencapai rekor tertinggi baru.

  • S&P 500 naik tipis 0,03% (1,07 poin) di posisi 3.198,25.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,11% (31,27 poin) menjadi 28.267,16.

  • Nasdaq Composite bertambah 0,10% (9,13 poin) di level 8.823,36.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir lebih rendah, kehati-hatian muncul kembali menyusul reli di seluruh dunia merespon kesepakatan perdagangan "fase pertama" AS-China. Para  trader  juga bereaksi terhadap ancaman PM Inggris Boris Johnson mengenai hard Brexit jika Uni Eropa tidak menyetujui perjanjian perdagangan bebas pada akhir 2020. Inggris dijadwalkan meninggalkan blok itu sebelum 31 Januari. Bank of England, Senin, mengumumkan rencana untuk mengubah persyaratan modal bagi perbankan Inggris agar mereka dapat terus menyalurkan kredit jika terjadi krisis ekonomi.

Indeks STOXX 600 melorot 0,68% menjadi 414,92, dipimpin kejatuhan harga saham produsen barang rumah tangga sebesar 2,7%. Saham migas dan utilitas naik masing-masing 0,61% dan 0,53%. Saham Unilever rontok 6,9% setelah memotong perkiraan pertumbuhan penjualan 2020. Saham perbankan Inggris berguguran, dipimpin kejatuhan Lloyds 5,9%. Virgin Money Inggris merosot turun 4,9%. Sejumlah developer perumahan Inggris juga turun tajam.

  • FTSE 100 London naik tipis 0,08% (6,23 poin) di posisi 7.525,28.

  • DAX 30 Frankfurt anjlok 0,89% (-119,83 poin) ke level 13.287,83.

  • CAC 40 Paris turun 0,39% (-23,40 poin) menjadi 5.968,26.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit menguat, terangkat kejatuhan poundsterling setelah PM Inggris menyuarakan kembali kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan. Johnson akan menggunakan kontrolnya atas parlemen untuk melarang segala perpanjangan masa transisi Brexit setelah 2020, sehingga membuat pasar keuangan ketakutan. Mata uang yang rentan terhadap isu perdagangan melemah karena euforia dari perjanjian perdagangan AS-China memudar. Indeks dolar AS naik 0,20% menjadi 97,222.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11520.0002+0.02%6:16 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31310.000.00%6:16 PM
Yen (USD-JPY)109.520.04+0.04%6:16 PM
Yuan (USD-CNY)6.99690.0031+0.04%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,996.50-13.50-0.10%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 17/12/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi ditutup menguat. Harga minyak melampaui USD60 per barel didukung oleh harapan bahwa kesepakatan perdagangan AS-China akan meningkatkan permintaan minyak pada 2020 dan prospek pasokan minyak mentah Asy ang lebih rendah. Sejumlah bank termasuk JP Morgan dan Goldman Sachs merevisi perkiraan harga minyak tahun 2020 di tengah membaiknya prospek perdagangan dan perjanjian baru yang dipimpin OPEC untuk mengekang produksi.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 67 sen menjadi USD66,01 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 73 sen (1,2%) menjadi USD60,94 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup relatif stabil, karena data manufaktur Amerika yang kuat mendorong minat terhadap aset berisiko, mengimbangi keraguan pada kesepakatan perdagangan AS-China. Data Federal Reserve menunjukkan  outpu manufaktur AS periode November  rebound me lebihi perkiraan pada November. Munculnya kembali kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan menahan harga emas. Harga palladium anjlok 1,7% menjadi USD1.944,60 per ounce, platinum berkurang 0,3% menjadi USD926,73, dan perak turun 0,1% menjadi USD17,01 per ounce

  • Harga emas di pasar spot sedikit berubah menjadi USD1.476,23 per ounce.

  • Harga emas berjangka tidak berubah di posisi USD1.480,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author