Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Laju IHSG Menuju Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Laju IHSG Menuju Jenuh Beli

Posted by Written on 17 December 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (17/12), dibuka cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang mencatatkan rekor baru, dan melanjutkan sentimen positif perjanjian 'fase satu' AS-China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,1%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan tipis indeks ASX 200, Australia di kisaran level 6856. Indeks bergerak melemah 0,11% (-7,60 poin) menjadi 6.842,10 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat 0,22% (52,30 poin) ke posisi 24.004,65, setelah dibuka meningkat 0,51%, dan Topix naik 0,43%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,35% ditopang lonjakan harga saham Samsung Electronics dan SK Hynix lebih dari 1,5%, dan berlanjut bertambah 0,29% menjadi 2/174,33.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah berhasil bertahan di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dengan menguat 0,23% menjadi 6.211. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melonjak 0,86% menjadi USD25,24.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berusaha mempertahankan tren kenaikan, melanjutkan pola uptrend didukung capital inflow. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi wajar karena pergerakan menuju jenuh beli.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,45% (122,60 poin) menjadi 27.630,69 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,04% menjadi 2.983,33.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan optimisme investor terkait tercapainya kesepakatan dagang fase satu antara AS dan China serta positifnya data ekonomi China pada bulan November diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel dan batu bara juga diprediksi akan menambah katalis positif bagi indeks.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6.180 dan  resistance  di level 6.240.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: UNTR (Buy, Support: Rp21.225, Resist: Rp22.850), WTON (Buy, Support: Rp440, Resist: Rp480), INDF (Buy, Support: Rp7.750, Resist: Rp8.000), GGRM (Buy, Support: Rp52.000, Resist: Rp54.000).

  • ETF: XIIT (Buy, Support: Rp556, Resist: Rp561), XPLC (Buy, Support: Rp495, Resist: Rp500), 

    XPID (Buy, Support: Rp540, Resist: Rp544).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan rekor tertinggi, merespon kesepakatan perdagangan fase pertama AS-China membuka jalan untuk mengakhiri tahun dengan catatan positif. Washington akan membatalkan beberapa pungutan terhadap produk-produk China dan Beijing akan meningkatkan pembelian produk pertanian AS. Sentimen juga terangkat oleh data ekonomi yang kuat dari China. 

Produksi industri China naik 6,2% pada November (yoy), melampaui ekspektasi. Penjualan ritel di China juga melonjak 8% bulan lalu.

Saham teknologi melompat 0,9% dipimpin kenaikan Micron Technology (3,4%) dan Western Digital (4,1%). 

Goldman Sachs membantu Dow mencapai level tertinggi sepanjang masa dengan melonjak 1,4%. Meski begitu, kehati-hatian tetap ada karena rincian tentang sejumlah aspek utama kesepakatan perdagangan, seperti pembelian pertanian dan defisit perdagangan AS, masih belum jelas. Laju indeks juga tertahan oleh kejatuhan 2,8% saham Boeing, setelah Kepala Badan Penerbangan Federal Steve Dickson yang mengatakan kembalinya jet 737 Max tidak mungkin dilakukan sampai 2020.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,4% (100,51 poin) menjadi 28.235,89.

  • S&P 500 meningkat 0,7% (22,65 poin) ke posisi 3.191,45.

  • Nasdaq Composite melaju 0,9% (79,35 poin) ke level 8.814,23.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga menguat, setelah AS dan China mencapai kesepakatan perdagangan 'fase pertama'. Meskipun pelaku pasar masih mempertanyakan beberapa detail dari kesepakatan yang masih kabur, terutama skala pembelian pertanian dan prospek China menyeimbangkan aliran perdagangan bilateral. Indeks STOXX 600 melonjak 1,39% ke level 417,75, sempat mencapai rekor tertinggi dengan menembus level 418, dipimpin kenaikan harga saham sektor sumber daya dasar sebesar 2,3%.

Indeks PMI komposit zona euro periode Desember dari IHS Markit  flash  mencapai 50,6 sesuai dengan ekspektasi, kinerja sektor jasa mengimbangi kinerja manufaktur yang mengecewakan. PMI manufaktur di posisi 45,9 di bawah perkiraan 47,3, turun dari 46,9 pada November. Sektor jasa dan manufaktur Inggris menurun lebih tajam, PMI komposit mencapai 48,5, terendah sejak pertengahan 2016. Saham Royal Mail melambung hampir 7%, diikuti kenaikan 6,75% saham Hargreaves Lansdown. Saham Electrolux dan Tullow Oil anjlok 10,6% dan 9,1%. Saham bank Italia menguat setelah pemerintah menyetujui  bailout  Popolare Di Bari.

  • FTSE 100 Inggirs melesat 2,25% (165,61 poin) ke level 7.519,05.

  • DAX 30 Jerman melaju 0,94% (124,94 poin) menjadi 13.407,66.

  • CAC 40 melonjak 1,23% (72,64 poin) ke posisi 5.991,66.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit melemah, kendati pergerakan nilai tukar valuta asing cenderung stabil, mengantisipasi detail lebih lanjut perjanjian perdagangan AS-China. Meski delegasi perdagangan China menyatakan optimisme tentang kesepakatan itu, namun tetap berhati-hati. Sumber Reuters di Beijing mengatakan, kesepakatan itu bertahap, dan tidak berarti bahwa sengketa perdagangan diselesaikan sekali dan untuk semua. Indeks dolar, ukuran kurs greenback terhadap enam mata uang negara turun 0,16%, menjadi 97,019.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1140-0.0004-0.04%6:21 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3279-0.0053-0.40%6:20 PM
Yen (USD-JPY)109.610.06+0.05%6:21 PM
Yuan (USD-CNY)6.99380.0086+0.12%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,010.0020.00+0.14%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 16/12/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, di tengah harapan kenaikan permintaan energi dari dorongan kesepakatan perdagangan AS-China. Tetapi harga tetap di bawah level tertinggi tiga bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Analis mengatakan, kemajuan perdagangan dapat meningkatkan permintaan minyak, tetapi pasar masih menimbang manfaat dari kesepakatan itu, dan pasar menunggu detil kesepakatan tersebut.

Kenaikan harga minyak juga didukung oleh rilis data yang menunjukkan  output  industri dan pertumbuhan penjualan ritel China pada November meningkat lebih dari perkiraan. Tetapi pertumbuhan di China diperkirakan berlanjut melambat tahun depan, dengan kemungkinan tergat pertumbuhan sekitar 6%, turun dari 6-6,5% tahun ini.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 16 sen menjadi USD65,37 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 14 sen menjadi USD60,21 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup relatif stabil, karena dolar melemah dan investor mencari kejelasan tentang kesepakatan perdagangan "fase pertama" AS-China, yang mengimbangi kenaikan di pasar ekuitas. Namun, kesepakatan awal yang banyak dinantikan itu gagal memicu aksi jual emas. Harga logam lain; palladium melonjak 2,4% menjadi USD1.977,28 per ounce, platinum naik 0,1% menjadi USD928,93, dan perak menguat 0,7% menjadi USD17,05.

  • Harga emas di pasar spot bergerak tipis di kisaran USD1.476,19 per ounce.

  • Harga emas berjangka bergeming di posisi USD1.480,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author