Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berupaya Keluar dari Tekanan

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berupaya Keluar dari Tekanan

Posted by Written on 12 December 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (12/12) dibuka sedikit menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks saham acuan pada penutupan bursa saham Eropa dan Wall Street, yang terpengaruh oleh ekpektasi dan keputusan Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa untuk mempertahankan suku bunga. The Fed mengindikasikan untuk tidak menaikkan suku bunga pada tahun depan. Pasar mencermati kelanjutan perundingan dagang AS-China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,19%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,5%, dan berlanjut minus 0,54% (36,50 poin) ke level 6.706,10 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergeraak sedikit menguat 0,04% (9,74 poin) di posisi 23.401,60, setelah dibuka sedikit di atas garis datar di kisaran 23.375. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melompat 0,87% dan berlanjut melaju 0,94 ke level 2.125,81.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,72% (192,51 poin) ke level 26.837,94 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China sedikit menguat 0,07% di posisi 2.926,34.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan ada pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang sedikit menguat, setelah gagal bertahan di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melemah 0,06% di posisi 6.180. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange menguat 0,16% menjadi USD25,11.
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi terkoreksi di tengah upaya untuk untuk keluar dari fase konsolidasi dengan dukungan capital inflow. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya koreksi lanjutan di area jenuh beli.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, optimisme investor terkait keputusan The Fed yang mengisyaratkan tidak akan menaikkan suku bunga acuannya pada 2020 diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Di sisi lain, tertekannya sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, dan timah diprediksi akan menjadi katalis negatif di pasar.
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6.155 dan  resistance  di level 6.210.Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: PGAS (Buy, Support: Rp2.120, Resist: Rp2.200), MAPI (Buy, Support: Rp1.040, Resist: Rp1.085), 

    ACES (Buy, Support: Rp1.555, Resist: Rp1.705), BBCA (Buy, Support: Rp31.825, Resist: Rp31.975) .

  • ETF: XPFT ( SELL , Support: Rp540, Resist: Rp543), XIHD ( SELL , Support: Rp489, Resist: Rp493), 

    XISR ( SELL , Support: Rp394, Resist: Rp396.


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat, setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan mengindikasikan kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga pada 2020. Keputusan itu menghilangkan ketakutan investor bahwa bank sentral akan mengulangi kesalahan tahun lalu dengan mengetatkan kebijakan moneter secara prematur sehingga memukul bursa saham. Chairman The Fed, Jerome Powell mengatakan, bank sentral harus melihat kenaikan inflasi yang persisten dan signifikan sebelum menaikkan lagi suku bunga.
Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun menjadi 1,781%, sedangkan imbal hasil 2-tahun melemah jadi 1,611%. 
Investor mencermati perundingan dagang AS-China karena tidak ada indikasi yang jelas bahwa AS-China akan mencapai kesepakatan perdagangan sebelum 15 Desember. Saham United Technologies dan Disney melejit setidaknya 1%. Apple melonjak 0,9%. Home Depot anjlok 1,8% setelah merilis prospek pertumbuhan penjualan yang mengecewakan. Sektor teknologi di S&P 500 meningkat 0,7%. Saham Chevron melorot 1,4 persen setelah mengumumkan akan memangkas nilai asetnya karena harga minyak dan gas alam yang lebih rendah.
  • Dow Jones Industrial Average bertambah 0,1% (29,58 poin) menjadi 27.911,30.

  • S&P 500 menguat 0,29% (9,11 poin) ke posisi 3.141,63.

  • Nasdaq Composite naik 0,44% (37,87 poin) ke level 8.654,05.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, di tengah penantian investor terhadap keputusan suku bunga The Fed, sambil memantau perkembangan perundingan AS-China menjelang tenggat kenaikan tarif impor pada 15 Desember. Jajak pendapat final YouGov menjelang pemilu Inggris, Kamis, menunjukkan semakin ketatnya persaingan, menurunkan keyakinan akan kemenangan mayoritas kursi Parlemen oleh Partai Konservatif PM Boris Johnson.
Indeks STOXX 600 naik 0,22% menjadi 406,22, dipimpin kenaikan sektor utilitas dan sumber daya dasar. Saham Credit Suisse turun 0,2% setelah merevisi perkirakan return on tangible equity 2019 menjadi di atas 8% dari sebelumnya 10-11%. Tullow Oil melambung 14,4%, setelah longsor 70% pada sesi Senin. Inditex, melonjak 5,2% setelah melaporkan pertumbuhan laba yang kuat. Saham JD Sports anjlok 9,5% setelah Pentland, pemilik saham terbesar, mengumumkan pengurangan pemilikan sahamnya.
  • FTSE 100 London naik tipis 0,03% (2,49 poin) di posisi 7.216,25.

  • DAX 30 Frankfurt meningkat 0,58% (76,02 poin) ke level 13.146,74.

  • CAC 40 Paris menguat 0,22% (12,85 poin) menjadi 5.860,88.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melorot ke level terendah empat bulan, setelah keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuan overnight dalam kisaran target 1,50% hingga 1,75%. Chairman Jerome Powell menghendaki kenaikan inflasi yang signifikan dan persisten sebelum menaikkan suku bunga.
Euro menguat menjelang rapat kebijakan pertama bos ECB yang baru, Christine Lagarde. Poundsterling sedikit berfluktuasi dalam perdagangan yang tipis menjelang pemilu Inggris, mengabaikan jajak pendapat yang menunjukkan Partai Konservatif yang berkuasa mungkin gagal memenangkan suara mayoritas di Parlemen. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,29% menjadi 97,128.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11330.0003+0.03%6:34 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31960.000.00%6:35 PM
Yen (USD-JPY)108.55-0.01-0.01%6:34 PM
Yuan (USD-CNY)7.03880.0046+0.07%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,038.0018.50+0.13%12/10/2019

Sumber : Bloomberg.com, 11/12/2019 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, merosot sekitar 1%, menyusul lonjakan stok minyak mentah AS. Investor juga menunggu apakah Washington akan menerapkan tarif impor baru terhadap produk China akan berlaku akhir pekan ini. Badan Informasi Energi menyebutkan stok minyak mentah AS naik 822.000 barel pekan lalu jauh melebihi ekspektasi penurunan penurunan 2,8 juta barel, menjadi 447,9 juta barel atau sekitar 4% di atas rata-rata lima tahun.
Namun, stok di Cushing, Oklahoma, berkurang 3,4 juta barel pekan lalu, penurunan terbesar sejak Februari 2018. Persediaan bensin AS melonjak 5,4 juta barel dan produk sulingan, yang mencakup solar dan minyak pemanas, melesat 4,1 juta barel, lebih dari dua kali lipat ekspektasi para analis. Harga bensin dan minyak pemanas berjangka AS turun sekitar 2%. Tingkat pemanfaatan kilang turun 1,3 poin persentase, pekan lalu, menjadi 90,6% dari total kapasitas. Konsumsi bensin motor turun menjadi 8,8 juta barel per hari (bph), tingkat terendah sejak Februari.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 62 sen (-1%), menjadi USD63,72 per barel.

  • Haga minyak mentah berjangka WTI turun 48 sen (-0,8%), menjadi USD58,76 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, seiring dengan semakin dekatnya tenggat penerapan tarif baru impor produk China oleh AS. Pasar juga mempertahankan posisi menjelang keputusan hasil rapat kebijakan The Fed dan Bank Sentral Eropa, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil. Penasihat ekonomi dan perdagangan Gedung Putih diperkirakan bertemu dengan Trump dalam beberapa hari mendatang.
Palladium kembali mencetak rekor di tengah kendala pasokan, naik 0,9% menjadi USD1.912,83 per ounce. Harga platinum melonjak 1,8% dan perak melaju 0,8% menjadi USD16,80 per ounce.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.470,20 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,5% menjadi USD1.475 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author