Bursa Pagi: Global-Regional Kurang Bertenaga, IHSG Berkutat di Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Kurang Bertenaga, IHSG Berkutat di Jenuh Beli

Posted by Written on 11 December 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (11/12), dibuka dibuka sedikit menguat, berusaha keluar dari tekanan pelemahan indeks pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve hari ini. AS masih tarik ulur tentang rencana penerapan tambahan tarif impor produk China pada 15 Desember nanti. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,13%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka naik 0,3%. Indeks berlanjut menguat 0,23% (15,70 poin) menjadi 6.722,60 pada pukul 8:25WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,19% (-44,09 poin) ke posisi 23.366,10, setelah dibuka dengan sedikit penambahandi kisaran level 23.380. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,15%, namun berlanjut menyusut 0,07% di level 2.096,63.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit melemah 0,10% (-26,53 poin) menjadi 26.410,09 pada pukul 8:35 WIB. Tapiindeks Shanghai Composite, China naik 0,18% ke posisi 2.922,60.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor terkait batas waktu rencana pengenaan tarif impor tambahan oleh AS terhadap barang asal China yang akan berlaku pada 15 Desember, diprediksi masih akan memberikan sentimen negatif bagi indeks. Di sisi lain, menguatnya sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, timah dan emas diprediksi akan menjadi katalis positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6.155 dan  resistance  di level 6.210. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: TLKM (Buy on Weakness, Support: Rp4.010, Resist: Rp4.070), BMRI (Buy, Support: Rp7.200, Resist: Rp7.550), TOWR (Buy, Support: Rp735, Resist: Rp765), KLBF (Buy, Support: Rp1.555, Resist: Rp1.590)

  • ETF: XISI ( SELL , Support: Rp338, Resist: Rp344), XISC ( SELL , Support: Rp709, Resist: Rp719), XIPI ( SELL , Support: Rp173, Resist: Rp175).
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan labil indeks acuan dibursa saham global dan regional, setelah gagal mempertahankan tren kenaikan pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melemah 0,17% menjadi 6.183. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,32% menjadi USD25,07.
Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih akan mengalami konsolidasi negatif, namun masih berpotensiuntuk melaju kezona hijau. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan meskipun cenderung terkonsolidasi negatif area jenuh beli.

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir sedikit lebih rendah, pelaku pasar menimbang sinyal yang bertentangan terkait perundingan perdagangan AS-China. China dan AS memiliki waktu hingga Minggu untuk mencapai kesepakatan perdagangan fase pertama, sebelum pemberlakuan tarif impor yang lebih tinggi. 
Wall Street Journal melaporkan , AS berencana menunda penerapan tarif tambahan bagi China, karena kedua belah pihak berupaya menyelesaikan perjanjian. Negosiator AS meminta pejabat China untuk berkomitmen terhadap beberapa pembelian pertanian di muka sebelum menjadi suatu kesepakatan. AS juga menginginkan adanya review setiap tiga bulan.
Sementara itu, China ingin melakukan pembelian produk pertanian AS secara proporsional dengan penghapusan tarif oleh AS. South China Morning Post melaporkan, China dan AS tidak mungkin mencapai kesepakatan perdagangan pekan ini, karena AS lebih fokus pada penyelesaian kesepakatan perdagangan dengan Meksiko dan Kanada. Investor juga mencermati jalannya rapat kebijakan dua hari Federal Reserve, yang terakhir pada tahun ini. Saham Netflix anjlok 3,1% setelah analis Needham men- downgrade  menjadi "underperform" dari "hold".
                Dow Jones Industrial Average melemah 0,1% (-27,88 poin) menjadi 27.881,72.
                S&P 500 menyusut 0,11% (-3,44 poin) ke posisi 3.132,52.

                Nasdaq Composite turun tipis 0,07% (-5,64 poin) di level 8.616,18.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga mengakhiri perdagangan dengan cenderung melemah, meskipun muncul berita bahwa AS akan menunda penerapan tarif tambahan untuk impor barang China yang dijadwalkan pada 15 Desember. Indeks STOXX 600 turun 0,26% menjadi 405,34, dipimpin kejatuhan harga saham telekomunikasi 0,8%. Indikator sentimen ekonomi ZEW Jerman periode Desember melonjak menjadi 10,7, dari -2,1 pada November, didukung data kenaikan ekspor yang tak terduga dan stabilnya data ekonomi di seluruh kawasan euro.
Partai politik Inggris berkampanye menjelang pemilu Kamis, yang akan menentukan pelaksanaan Brexit dan kebijakan ekonomi negara itu. Partai Konservatif PM Boris Johnson tetap menjadi favorit untuk memenangkan mayoritas kursi parlemen. Rilis data PDB Inggris pada Oktober tidak banyak berubah dibanding bulan sebelumnya. Tumbuh dengan laju tahunan paling lambat dalam hampir tujuh tahun, hanya naik 0,7% (yoy) setelah menyusut dalam dua bulan sebelumnya.
    • CAC 40 Paris menguat 0,19% (10,78 poin) menjadi 5.848,03.

    • FTSE 100 London menyusut 0,28% (-20,14 poin) ke posisi 7.213,76.

    • DAX 30 Frankfurt turun 0,27% (34,89 poin) ke level 13.070,72.


    • Nilai Tukar Dolar AS

  • Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir cenderung melemah, setelah rilis hasil survei sentimen ekonomi Jerman yang lebih baik dari perkiraan yang mendongkrak euro. Namun sepanjang tahun ini, euro masih melemah terhadap dolar, merosot sekitar 3,3%. Poundsterling menembus level tertinggi delapan bulan terhadap greenback menjelang pemilu Inggris. Para pedagang mengabaikan rilis data pertumbuhan ekonomi Inggris yang lemah dan lebih memperhatikan hari-hari terakhir kampanye sebelum pemilu, Kamis besok.
    Pergerakan pasar mata uang agak tertahan karena investor menunggu perkembangan rapat kebijakan AS dan Eropa, dan kelanjutan perundingan dagan AS-China sebelum batas waktu kenaikan tarif AS pada 15 Desember. Indeks dolar AS turun 0,24% menjadi 97,43.

    Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

    CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
    Euro (EUR-USD)1.10940.0002+0.02%6:23 PM
    Poundsterling (GBP-USD)1.3124-0.0032-0.24%6:23 PM
    Yen (USD-JPY)108.830.11+0.10%6:23 PM
    Yuan (USD-CNY)7.0342-0.0050-0.07%10:29 AM
    Rupiah (USD-IDR)14,019.509.50+0.07%3:47 AM

    Sumber : Bloomberg.com, 10/12/2019 (ET)

    Komoditas
    Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat setelah turun masing-masing 0,2% dan 0,3% pada sesi sebelumnya. Kesepakatan OPEC + untuk memperdalam pemotongan produksi menjadi 1,7 juta bph pada 2020 masih mendukung harga minyak, di tengah ketidakjelasan perundingan dagang AS-China yang mengaburkan prospek permintaan.
    Persediaan minyak mentah AS pekan lalu diperkirakan turun, sementara stok produk olahan terlihat lebih tinggi. Stok bensin diprediksi meningkat untuk pekan kelima berturut-turut. American Petroleum Institute (API) dan Badan Energi AS dijadwalkan untuk merilis datanya dalam dua hari ini.
    • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 7 sen menjadi USD64,32 per barel.

    • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 22 sen menjadi USD59,24 per barel.

    Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi mendapatkan dorongan dari ketidakpastian seputar perundingan dagang AS-China menjelang tenggat waktu pemberlakuan tarif 15 baru pada Desember dan pelemahan dolar. Laporan  Wall Street Journal  mengatakan negosiator perdagangan dari kedua belah pihak berencana untuk menunda tarif Desember, namun keraguan akan segera tercapainya kesepakatan fase-pertama tetap bertahan. Pasar juga menunggu proyeksi moneter untuk 2020 dari Federal Reserve, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada rapat kebijakan dua hari yang berakhir Rabu.
    Harga palladium melonjak melewati USD1.900 per ounce untuk kali pertama, ketika krisis listrik menghentikan produksi di tambang produsen utama Afrika Selatan. Harga palladium di pasar spot melonjak 0,72% menjadi USD1.894,70 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa USD1.901. 
    Harga platinum melejit 2,6% menjadi USD918,37 per ounce, dan perak menguat 0,2% menjadi USD16,63.
    • Harga emas di pasar spot naik 0,13% menjadi USD1.463,75 per ounce.

    • Harga emas berjangka menguat 0,21% menjadi USD1.468,1 per ounce.

    (AFP, CNBC , Reuters)
  • #YukNabungETF 
  • #IPOTKaryaAnakBangsa 
  • #BanggaPakeIPOT 
  • #IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author