Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, IHSG Konsolidasi di Area Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, IHSG Konsolidasi di Area Jenuh Beli

Posted by Written on 10 December 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (10/12), dibuka melemah, melanjutkan tren penyusutan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Investor menunggu rilis data Indeks Harga Konsumen dan Indeks Harga Produsen, setelah sebelumnya merilis data perdagangan yang melemah. Indeks MSCI Asia ex-Jepang berkurang 0,04%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tipis indeks ASX 200, Australia di kisaran level 6.727,50. Indeks menyusut 0,09% (-5,80 poin) di posisi 6.724,20 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang juga melemah 0,16% (-36,84 poin) menjadi 23.393,86, setelah dibuka menyusut 0,19% pada awal perdagangan, dan Topix cenderung mendatar. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka tergerus 0,24%, dan berlanjut mendatar di level 2.088,57.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 0,51% (-136,17 poin) ke level 26.358,56 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,30% ke posisi 2.905,88.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks di bursa saham global dan regional, setelah ditutup dengan mencatatkan penguatan tipis pada sesi perdagangan kemarin menjadi 6.193. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melemah 0,12% menjadi USD24,99.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan bergerak dengan kecenderungan melemah, berpotensi terkoreksi, meskitetap berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajar untuk melanjutkan tren kenaikan jangka pendek. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global seiring dengan sikap hati-hati investor menjelang batas akhir rencana penerapan tarif impor tambahan oleh AS terhadap barang China, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Di sisi lain menguatnya nilai tukar rupiah serta naiknya beberapa harga komoditas seperti CPO, timah dan emas serta mulai adanya aksi window dressing diprediksi akan menjadi katalis positif. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di level 6.165 dan resistance di level 6.225.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: CTRA (Buy, Support: Rp1.015, Resist: Rp1.110), BMTR (Buy, Support: Rp348, Resist: Rp374), 

    SMRA (Buy, Support: Rp1.000, Resist: Rp1.115), BBTN (Buy, Support: Rp2.170, Resist: Rp2.210).

  • ETF: XIIF (Buy, Support: Rp620, Resist: Rp642), XIIC (Buy, Support: Rp1.117, Resist: Rp1.130), 

    XMTS (Buy, Support: Rp492, Resist: Rp500).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah untuk pertama kalinya dalam empat hari, karena investor mengambil untung setelah reli tajam di sesi sebelumnya. Saham Apple anjlok 1,4% memimpin kejatuhan Dow. Fokus investor kembali ke prospek perundingan dagang AS-China, dengan waktu kurang dari satu pekan sebelum Washington mengenakan tarif lebih tinggi pada impor barang China. Pelaku pasar juga menunggu hasil pemilu di Inggris dan keputusan Federal Reserve pada pekan ini. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, sementara pemilu Inggris dinilai akan membuat lebih dekat menuju Brexit.

Saham Virgin Galactic melonjak lebih dari 12% setelah analis Morgan Stanley memberikan rating "overweight". Saham ArQule, yang mengembangkan obat kanker, melambung lebih dari dua kali lipat setelah setuju untuk diakuisisi oleh Merck. Saham Merck turun 0,2 %. Morgan Stanley turun 0,4% karena akan memangkas 1.500 tenaga kerja di seluruh dunia.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,40% (-105,46 poin) ke level 27.909,60.

  • S&P 500 berkurang 0,32% (-9,95 poin) menjadi 3.135,96.

  • Nasdaq Composite menyusut 0,4% (-34,70 poin) ke level 8.621,83.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup lebih rendah karena data ekspor China yang lemah, terdampak perang dagang yang berkepanjangan dengan AS. Ekspor China pada November anjlok 1,1% (yoy), memasuki bulan keempat berturut-turut, jauh dari perkiraan ekspansi 1%, menjelang pemberlakuan kenaikan tarif impor barang China oleh AS pada 15 Desember. Data ekspor-impor Jerman untuk Oktober, meningkat 1,2%. Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan, negaranya siap menghadapi ancaman Washington untuk mengenakan tarif impor pada beberapa produk Prancis.

Indeks STOXX 600 melemah 0,24% menjadi 406,39, dipimpin penurunan harga saham minyak dan gas hingga 1%. Saham Tullow Oil longsor lebih dari 71%, setelah CEO raksasa minyak Inggris itu mengundurkan diri. 

Sementara itu, sektor ritel menguat 0,5%. Saham jaringan supermarket Inggris, Tesco, melejit 4,6% setelah muncul laporan akan menjual bisnisnya di Thailand dan Malaysia. Saham Osram Licht melambung 15% setelah AMS mengumumkan tawaran pengambilalihan. Saham AMS merosot 4,7%. Carl Zeiss Meditec melesat lebih dari 10% setelah Deutsche Bank meng- upgrade  rekomendasi sahamnya.

  • FTSE 100 London turun tipis 0,08% (-5,76 poin) di posisi 7.233,90.

  • DAX 30 Frankfurt melorot 0,46% (-60,97 poin) menjadi 13.105,61.

  • CAC 40 Paris merosot 0,59% (-34,66 poin) ke level 5.837,25.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit melemah, investor menunggu perkembangan terbaru dalam perang dagang AS-China yang sudah berlangsung selama 17 bulan. Lemahnya rilis data ekspor China membebani minat investor terhadap aset berisiko, sementara rencana Washington untuk mengenakan kenaikan tarif tambahan terhadap impor barang China pada 15 Desember juga minim kejelasannya. China mengatakan bahwa mereka berharap bisa membuat kesepakatan perdagangan dengan AS sesegera mungkin.

Investor juga akan mencermati sejumlah kebijakan bank sentral jelang pertemuan kebijakan Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa pekan ini, meskipun keduanya diperkirakan tidak akan mengubah kebijakannya. 

Poundsterling menguat didorong jajak pendapat teranyar menjelang pemilu di Inggris pekan ini. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,06% menjadi USD97,64.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10640.000.00%6:26 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3144-0.0003-0.02%6:26 PM
Yen (USD-JPY)108.570.01+0.01%6:26 PM
Yuan (USD-CNY)7.03920.0043+0.06%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,010.00-27.50-0.20%2:44 AM

Sumber : Bloomberg.com, 9/12/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, setelah rilis data ekspor China yang melemah selama empat bulan berturut-turut. Investor mengkhawatirkan kerusakan permintaan global akibat perang dagang antara Washington dan Beijing. Pekan lalu, WTI melambung sekitar 7% didorong prospek produksi yang lebih rendah dari OPEC + yang akan memperdalam pemotongan produksi dari 1,2 juta barel per hari (bph) menjadi 1,7 juta bph, mewakili sekitar 1,7% dari produksi global.

Goldman Sachs merevisi perkiraan harga spot Brent menjadi USD63 per barel untuk 2020, naik dari prediksi sebelumnya yakni USD60. BofA Merrill Lynch mengatakan kepatuhan OPEC + bersama dengan perkembangan ekonomi yang positif seperti kesepakatan perdagangan AS-China dapat mendorong Brent menjadi USD70 per barel sebelum kuartal kedua 2020.

  • Harga minyak berjangka Brent, turun 14 sen (-0,22%) menjadi USD64,25 per barel.

  • Harga minyak berjangka WTI, turun 18 sen (-0,3%) menjadi USD59,02 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat karena ketidakpastian perundingan perdagangan AS-China menjelang tenggat waktu penerapan tarif impor barang China pada 15 Desember. Pasar menantikan rapat kebijakan The Fed yang dimulai Selasa ini. Goldman Sachs, mengatakan permintaan investasi untuk emas akan didukung oleh kekhawatiran resesi dan ketidakpastian politik, memperkirakan harga di level USD1.600 per ounce selama periode tiga dan 12 bulan.

Logam autocatalyst, palladium melejit menembus rekor tertinggi di USD1.898,50 per ounce, sebelum ditutup naik 0,3% menjadi USD1.883,29 per ounce. Harga palladium sudah melambung hampir 50% sepanjang 2019, meskipun perkembangan sektor otomotif global melemah. Regulasi emisi yang semakin ketat meningkatkan permintaan palladium. Logam lainnya, platinum dan perak masing-masing menguat 0,2% menjadi USD897,36 dan USD16,60 per ounce

  • Harga emas di pasar spot naik 0,12% menjadi USD1.461,15 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,2% menjadi USD1.464,9 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author