Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Bullish Bergerak Menuju Jenuh Beli

Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Bullish Bergerak Menuju Jenuh Beli

Posted by Written on 09 December 2019


Ipotnews - Mengawali pekan kedua Desember, Senin (9/12), bursa saham Asia dibuka sedikit menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu. Laju indeks terhambat oleh rilis data ekspor China periode November yang turun 1,1% (yoy) memasuki bulan keempat berturut-turut, meski impor naik 0,3%, melebihi ekspektasi penurunan 1,8%. Indeks MSCI Asia ex-Jepang bertambah 0,08%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australiasebesar 0,2%. Indeks bergerak menguat 0,10% (6,40 poin) di posisi 6.713,40 pada pukul 8:10 WIB.

Indeks Nikkei 225, Jepang bertambah 0,26% (61,02 poin) menjadi 23.415,42, setelah dibuka naik 0,33%, dan Topix menguat 0,36%. Indeks Kospi, Korea Selatan sedikit menguat 0,13%, dan berlanjut naik 0,26% ke posisi 2.087,19.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit menguat, 0,07% (17,92 poin) di posisi 26.516,29 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,09% di level 2.914,75.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa saham Asia, setelah berhasil menutup perdagangan pekan lalu dengan kenaikan 0,56% ke level 6.186. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,36% menjadi USD25,02.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan proses kenaikandidukung capital inflow. Secara teknikal, indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation  bergerak memasuki area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional seiring dengan solidnya data tenaga kerja AS diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO dan nikel diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif bagi indeks.
IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 6.150 dan resistance di level 6.215.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: KLBF (Buy, Support: Rp1.550, Resist: Rp1.590), INKP (Buy, Support: Rp7.675, Resist: Rp8.200), SSIA (Buy, Support: Rp675, Resist: Rp715), ASII (Buy, Support: Rp6.675, Resist: Rp6.875).

  • ETF: XPID (Buy, Support: Rp536, Resist: Rp542), XPDV (Buy, Support: Rp473, Resist: Rp477), 

    XIJI (Buy, Support: Rp695, Resist: Rp708).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan membukukan lonjakan tajam, terbaik sejak 4 Oktober merespon rilis data pertumbuhan data lapangan pekerjaan AS yang lebih tinggi dari perkiraan. 

Data lapangan kerja AS periode November naik 266.000, lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan 187.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,5%, mencapai level terendah sejak 1969. Laporan tersebut dirilis di tengah sinyal beragam perkembangan negosiasi dagang AS-Cina menjelang penerapan tarif impor yang lebih tinggi pada 15 Desember nanti.

Presiden AS mengatakan perundingan berjalan dengan baik. Tapi Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS mengatakan bahwa Trump siap untuk "meninggalkan" negosiasi jika beberapa kondisi tidak terpenuhi. Saham 3M melesat 4%, memimpin kenaikan Dow Jones. Sektor energi melompat 2%, terbaik di S&P 500. Saham Alphabet dan Apple masing-masing meningkat 0,9% dan 1,9%. Saham Goldman Sachs melonjak 3,4%. Sektor industri dan keuangan masing-masing naik lebih dari 1%. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 1,84%, sementara tenor 2 tahun naik 1,62%.

  • Dow Jones Industrial Average melompat 1,2% (337,27 poin) ke level 28,015.06.

  • S&P 500 meningkat 0,9% (85,83 poin) ke posisi 3,145.91.

  • Nasdaq Composite melaju 1% (28,48 poin) menjadi 8,656.53.
Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu ditutup menguat, menyambut positif rilis data pekerjaan AS yang menguat dan pernyataan positif dari Washington tentang pembicaraan perdagangan dengan China. Data lapangan kerja periode Nopember di AS naik tertinggi dalam 10 bulan terakhir, yang mengonfirmasi bahwa ekonomi tetap berada pada jalur ekspansi yang moderat. Rilis data output industri Jerman periode Oktober di luar dugaan anjlok 1,7% jauh di bawah ekspektasi kenaikan 0,1%.

Sementara itu rilis defisit perdagangan Prancis memperlihatkan penurunan sebesar 4,73 miliar euro, di tengah aksi mogok pekerja sektor publik memprotes perubahan sistem pensiun. Indeks STOXX 600 naik 1,2% menjadi 407,35. Kenaikan harga minyak mendongkrak kenaikan harga saham terkait komoditas. Setelah menteri energi OPEC + menyepakati untuk membah pengurangan pembatasn produksi sebesar 500.000 barel per hari hingga Maret 2020, menjadi 1,7 juta bph. Saham ritel juga menguat, dipimpin kenaikan saham Marks & Spencer sebesar 4,1% setelah JP Morgan meningkatkan saham menjadi "neutral" dari "underweight".

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,86% (111,78 poin) menjadi 13.166,58.

  • FTSE 100 London melonjak 1,43% (101,81 poin) ke level 7.239,66.

  • CAC 40 Paris melompat 1,21% (70,36 poin) ke posisi 5.871,91.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu menguat , setelah melemah selama lima hari berturut-turut, terangkat oleh rilis data penciptaan lapangan pekerjaan di AS yang lebih tinggi dari perkiraan. Data penggajian sektor non-pertanian AS meningkat 266.000 pada November lalu, sektor manufaktur menutup 43.000 posisi yang hilang pada Oktober.

Peningkatan dalam dolar cukup moderat meskipun angka pekerjaan relatif kuat, tertahan oleh rilis data yang suram pada data penggajian sektor swasta, jasa-jasa, manufaktur, dan pengeluaran konstruksi, lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut dinilai akan mendukung Federal Reserve (Fed) untuk mempertahankan suku bunga setelah memotongnya tiga kali tahun ini. Indeks dolar naik 0,3% menjadi 97,70, namun sepanjang pekan lalu dolar melorot 0,6%, penurunan mingguan terbesar sejak awal November.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1060-0.0044-0.40%
Poundsterling (GBP-USD)1.3140-0.0017-0.13%
Yen (USD-JPY)108.58-0.18-0.17%
Yuan (USD-CNY)7.0350-0.0098-0.14%
Rupiah (USD-IDR)14,037.50-30.50-0.22%

Sumber : Bloomberg.com, 6/12/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges menutup pekan lalu dengan kenaikan lebih dari 1%. Harga minyak juga membukukan kenaikan tajam mingguan setelah OPEC + sepakat untuk memperdalam penurunan produksi sebesar 500.000 barel per hari sepanjang kuartal I - 2020 menjadi 1,7 juta bph. Secara mingguan, harga minyak Brent melompat sekitar 3%, dan WTI melonjak 7%.

Menteri Energi Arab Saudi mengatakan ,sebagai pengekspor minyak terbesar di dunia, negaranya akan melanjutkan pengurangan sukarela 400.000 bph. Dengan peningkatan kepatuhan dari anggota lain, pemotongan yang sebenarnya akan efektif sekitar 2,1 juta bph.

  • Harga minyak Brent naik 1,6% menjadi USD64,37 per barel.

  • Harga minyak WTI naik 77 sen (1,3%) menjadi USD 59,20 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup turun 1%, tertekan rilis data lapangan kerja AS periode Nopember yang memperbarui spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga, dan mendorong permintaan untuk aset berisiko. Pertumbuhan lapangan kerja AS menguat paling signifikan dalam 10 bulan terakhir, membenarkan bahwa ekonomi AS berada pada jalur ekspansi moderat meskipun terjadi kemerosotan manufaktur yang berkepanjangan.

Harga emas juga tertekan oleh sinyal positif China yang mengatakan akan menghapuskan tarif impor untuk beberapa pengiriman kedelai dan daging babi dari AS. Pasar menunggu rapat Tha Fed pada Selasa dan Rabu besok, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 1,50% hingga 1,75%. Harga paladium mencapai rekor tertinggi baru, sebesar USD1.880,37 per ounce untuk pertama kalinya. Tapi harga perak anjlok 2% menjadi USD16,60 per ounce, dan platinum turun 0,4% menjadi USD893,25

  • Harga emas di spot turun 1% menjadi USD 1,461.01 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 1,1% menjadi USD 1,465.1 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionneer


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author