Bursa Sore: Lesu di Sesi Jeda, IHSG Berakhir Menguat Tipis

Bursa Sore: Lesu di Sesi Jeda, IHSG Berakhir Menguat Tipis

Posted by Written on 03 December 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) naik tipis pada akhir perdagangan hari Selasa (3/12) setelah melemah di sesi rehat. Indeks melaju +3 poin (+0,06 persen) ke level 6.133.

Indeks LQ45 -0,05% ke 977. Indeks IDX30 -0,12% ke level 534. Indeks IDX80 -0,02% ke 138. Indeks JII -0,09% ke posisi 679. Indeks Kompas100 0,0% ke 1.235. Indeks Sri Kehati -0,51 persen ke 385. Indeks SMInfra18 -0,15 persen ke level 315.

Saham-saham teraktif: MNCNMAMIIPTVTOWRBHITTCPIFREN

Saham-saham top gainers LQ45: TKIMLPPFMNCNGGRMPGASHMSPCPIN

Saham-saham top losers LQ45: BSDEUNVRSCMAINDFTLKMBBCABBRI

Nilai transaksi mencapai Rp6,35 triliun. Volume trading sebanyak 94,06 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp17,41 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat +0,14 persen ke level Rp14.100 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia melemah pada perdagangan hari Selasa (3/12). Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengejutkan pasar dengan penerapan tarif impor produk dari Brazil dan Argentina. Langkah AS ini mengisi lagi kecemasan pasar terhadap tensi perdagangan global. Sementara data output pabrikan AS yang lemah menambah kesuraman.

Trump mengatakan akan mengenakan tarif impor produk baja dan alumunium dari Brazil dan Argentina. Trump menuduh Kedua negara melakukan devaluasi besar-besaran terhadap nilai tukar mereka.

Indeks manufaktur AS periode Nopember terkontraksi sehingga menorehkan pelemahan 4 bulan secara beruntun.

Analis pada lembaga CommSec (Sydney) Steven Daghlian, menilai tarif impor bagi Amerika Selatan mendominasi kekhawatiran pasar pada perdagangan hari Selasa. "Pasar sangat sensitif terhadap berita baik atau buruk terkait perselisihan AS-China tetapi juga hubungan AS dengan negara-negara lain," ujarnya seperti dikutip Reuters.

Bursa saham Australia menjadi lokomotif pelemahan market Asia. Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia turun -2,19 persen ke 6.712. Bank sentral Australia (The Reserve Bank of Australia) mempertahankan suku bunga acuan ke level 0,75 persen. Keputusan ini dinilai sejalan dengan perkiraan para analis.

Bursa saham Hong Kong juga melemah saat final trading. Indeks Hang Seng tergerus. Pelemahan ini seiring data penjualan ritel Hong Kong periode Oktober turun 26.2 persen (YoY). Ini adalah pelemahan terburuk terkait aksi demonstrasi anti pemerintah berbulan-bulan di Hong Kong.

Market saham China berbalik menguat setelah lesu di sesi pagi. Indeks Shenzhen Component naik 0,55 persen ke 9.657. Indeks Shenzhen Composite bergerak melaju positif 0,547 persen ke 1.605.
Sedangkan di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 tergelincir ke zona merah saat akhir. Sementara Indeks Topix melemah -0,45 persen ke level 1.706.
Di bursa saham Korsel, Indeks Kospi melorot -0,38 persen ke 2.084. Saham unggulan SK Hynix turun -2,24 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) melemah -0,41 persen.
Indeks dolar AS melemah ke level 97,89 dibanding sesi sebelumnya di posisi 98,3.
Nilai tukar yen melaju ke posisi 109,13 terhadap USD dibanding posisi sesi kemarin di 109,5 yen.
Dolar Australia menguat ke level $0,6844 dibanding sesi sebelumnya di level $0,6812.
Indeks Nikkei (Jepang) -0,64% ke level 23.379.
Indeks Shanghai (China) +0,31% ke posisi 2.884.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,20% pada level 26.391.
Indeks STI (Singapura) -0,55% ke level 3.170.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa ke zona hijau di menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (3/12) pagi waktu setempat. Penguatan berlangsung walaupun terjadi eskalasi tensi perang dagang sepanjang sesi sebelumnya.
Indeks DAX (Jerman) +0,74 persen pada level 13.060.
Indeks FTSE (Inggris) -0,09 persen di posisi 7.279
Indeks CAC (Perancis) +0,21 persen ke level 5.799.

Oil
Harga minyak menguat di sesi sore pada perdagangan hari Selasa (3/12) di tengah harapan OPEC dan sekutunya akan sepakat memangkas lebih dalam produksi minyak pada meeting pekan ini. Walaupun begitu beberapa analis skeptis kelanjutan kesepakatan pemangkasan ini tercapai.
Minyak Brent menguat 17 sen ke harga USD61,09 per barel (05:16 GMT). Sedangkan minyak WTI naik 25 sen ke level USD56,21 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author