Bursa Sore: Finis Menghijau, IHSG Balik ke Level Psikologis

Bursa Sore: Finis Menghijau, IHSG Balik ke Level Psikologis

Posted by Written on 29 November 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) finis menguat pada perdagangan hari Jumat (29/11). Indeks bertambah +58 poin (+0,99 persen) ke level 6.011.

Indeks LQ45 +1,14% ke 956. Indeks IDX30 +1,22% ke level 523. Indeks IDX80 +1,08% ke 135. Indeks JII +1,11% ke posisi 667. Indeks Kompas100 +1,01% ke 1.208. Indeks Sri Kehati +1,20 persen ke 379. Indeks SMInfra18 +1,47 persen ke level 306.

Saham-saham teraktif: MAMIIPTVMNCNTLKM

PUREJSKYENVY

Saham-saham top gainers LQ45: JSMRAKRABBTNEXCLCTRASCMABMRI

Saham-saham top losers LQ45: INCOADROSMGRLPPFINKPPTBAMNCN

Nilai transaksi mencapai Rp7,23 triliun. Volume trading sebanyak 108,92 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp219,81 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,11 persen ke level Rp14.100 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia tergelincir pada perdagangan hari Jumat (29/11). Investor bersikap hati-hati mengkhawatirkan RUU AS yang mendukung gerakan pro demokrasi di Hong Kong. Hal tersebut berpotensi melumpuhkan upaya untuk mengakhiri konflik dagang AS vs China.

"Asumsi sebagian besar investor adalah bahwa ini tidak akan menggagalkan perundingan perdagangan mengingat China menderita akibat perlambatan ekonomi," kata Norihiro Fujito, Analis pada Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities seperti dikutip Reuters.

"Bagi para investor China dan Masyarakat Hong Kong, Kami sangat berhati-hati," ujar Jackson Wong, Direktur Aset Manajemen di Amber Hill Capital. "Kami wait and see apakah kedua negara akan melakukan tindakan apapun," tambahnya.

Bursa saham Hong Kong menjadi motor pelemahan market Asia. Indeks Hang Seng terkoreksi signifikan. Saham unggulan, AIA turun -2,24 persen.

Market saham China melemah di akhir sesi. Indeks Shenzhen Component ke zona merah, drop -0,42 persen ke 9.582. Indeks Shenzhen Composite bergerak turun -0,297 persen ke level 1.593.
Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 juga melemah saat akhir perdagangan. Indeks Topix melemah -0,51 persen ke 1.699.
Sedangkan di bursa saham Korsel, Indeks Kospi melemah -1,45 persen seiring pelemahan saham unggulan. 
Harga saham Hyundai Motor turun -2,42 persen. Bank of Korea pada Jumat pekan ini mengumumkan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 1,25 persen. Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi para analis.
Sementara Indeks S&P/ASX 200 (Australia) bergerak melemah -0,26 persen ke posisi 6.846. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) melorot -1,15 persen.
Indeks dolar AS menguat tipis ke level 98,33 dibanding sesi sebelumnya di posisi 98,305.
Nilai tukar yen melaju ke posisi 109,49 terhadap USD dibanding posisi sesi kemarin di 109,58 yen.
Dolar Australia menguat ke level $0,6772 dibanding sesi sebelumnya di level $0,6761.
Indeks Nikkei (Jepang) -0,49% ke level 23.293.
Indeks Shanghai (China) -0,61% ke posisi 2.871.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -2,03% pada level 26.346.
Indeks STI (Singapura) -0,31% ke level 3.190.

Bursa Eropa
Market saham Eropa berada di zona merah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (29/11) pagi waktu setempat. Pelemahan ini terjadi di tengah ketegangan antara AS dan China terkait gerakan protes pro demokrasi di Hong Kong.
Indeks DAX (Jerman) -0,50% pada level 13.180.
Indeks FTSE (Inggris) -0,52% ke posisi 7.378.
Indeks CAC (Perancis) -0,27% di level 5.896.

Oil
Harga minyak mixed di sesi sore pada perdagangan hari Jumat (29/11) disertai aktivitas perdagangan yang sepi seiring hari libur Thanksgiving di AS yang membatasi aktivitas. Sementara itu para investor wait and see pertemuaan OPEC dan aliansinya pada pekan depan. Hasil pertemuan tersebut kemungkinan memperpanjang kesepakatan pemangkasan produksi guna mendukung pasar.
Minyak Brent turun 8 sen ke harga USD63,79 per barel (07:40 GMT). Sedangkan minyak WTI naik 4 sen ke level USD58,15 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin
 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author