Bursa Pagi: Eropa dan Asia Cenderung Lemah, IHSG Bearish di Area Jenuh Jual

Bursa Pagi: Eropa dan Asia Cenderung Lemah, IHSG Bearish di Area Jenuh Jual

Posted by Written on 29 November 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan di pengujung November, Jumat (29/11), bursa saham Asia dibuka mixed dan bergerak cenderung melemah. Investor menunggu perkembangan perundingan dagang AS-China, di tengah memanasnya hubungan kedua negara terkait pergolakan sosial dan politik di Hongkong. Bursa saham Wall Street tadi malam tutup, merayakan Thanksgiving. Indeks MSCI Asia ex-Jepang dibuka menguat 0,07%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,3%. Laju indeks sedikit menurun menjadi 0,20% (13,50 poin) ke posisi 6.877,50 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bertambah 0,11% (26,30 poin) di posisi 23.435,44, setelah dibuka menguat 0,24% didukung kenaikan harga saham Fanuc sebesar 1,1%. Indeks Topix juga bertambah 0,11%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menyusut 0,1% dan berlanjut anjlok 0,50% ke level 2.108,11.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 0,70% (-188,35 poin) ke level 26.705,38 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,13% menjadi 2.885,97.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham Eropa dan Asia yang bervariasi, setelah terpental dari level psikologis 6.000 pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup melorot tajam 1,16% ke level 5.953. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini cenderung akan melanjutkan tren  bearish  meskipun sudah mencapai jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, memanasnya hubungan dagang AS-China karena ditandatanganinya undang-undang yang mendukung para demonstran pro demokrasi di Hongkong oleh Presiden AS Donald Trump sehingga berpotensi menghambat kesepakatan dagang fase satu, diprediksi masih akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Sementara itu melemahnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel dan batu bara juga diprediksi akan menambah katalis negatif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 5.900 dan resistance di level 6.000.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: TBIG (Buy, Support: Rp1.045, Resist: Rp1.110), LSIP (Buy on Weakness, Support: Rp1.290, Resist: Rp1.340), MIKA (Buy, Support: Rp2.640, Resist: Rp2.700), UNVR (Buy, Support: Rp41.000, Resist: Rp42.600).

  • ETF: XISI ( SELL , Support: Rp312, Resist: Rp330), XISC ( SELL , Support: Rp655, Resist: Rp689), 

    XPES ( SELL , Support: Rp409, Resist: Rp418).


Bursa Eropa

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah. Investor mencermati gesekan antara AS dan China mengenai demonstrasi Hong Kong. Indeks STOXX 600 turun 0,14% menjadi 409,25, dipimpin kejatuhan harga saham sektor otomotif sebesar 1%. Saham ritel melawan menguat 0,56%. Presiden Donald Trump menandatangani dua undang-undang yang mendukung para demonstran di Hong Kong, memicu kemarahan China. Kementerian Luar Negeri China kemudian mengecam, dan mengancam akan membalas tindakan tersebut. Situasi itu merusak harapan akan tercapainya kesepakatan dagang "fase pertama" AS-China.

Pelaku pasar juga mencerna data jajak pendapat di Inggris menjelang pemilu 12 Desember yang menunjukkan bahwa PM Boris Johnson berada di jalur kemenangan mayoritas di Parlemen. Rilis data Komisi Eropa, menunjukkan sentimen ekonomi di zona euro naik menjadi 101,3 poin pada November, dari 100,8 pada Oktober, mengalahkan konsensus analis Reuters sebesar 101,0. Saham Virgin Money melesat 18,9% setelah menawarkan prospek yang meyakinkan pada 2020, meski perusahaan gagal melampaui ekspektasi laba 2019 dan membatalkan dividennya. Saham Vodafone anjlok 3,9% sementara Elekta Swedia turun lebih dari 3,8%.

  • FTSE 100 London ditutup melemah 0,18% (-13,35 poin) menjadi 7.416,43.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,31% (-41,49 poin) ke posisi 13.245,58.

  • CAC 40 Paris menyusut 0,24% (-14,12 poin) ke level 5.912,72.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang Eropa tadi malam ditutup cenderung mendatar tanpa adanya dukukngan pasokan likuiditas dari pasar uang AS yang ttutup merayakan Thanksgiving. 

Volatilitas sebagian besar mata uang menurun tajam, fluktuasi euro terhadap dolar terbilang paling rendah dengan bergerak di sekitar 1,100 euro per dolar. Poundsterling juga bergerak di rentang yang sempit 1,282 hingga 1,295. Analis mengatakan, para trader mempersiapkan diri untuk menghadapi lonjakan baru, di tengah memburuknya kembali hubungan AS-China dan pemilu di Inggris. Indeks Dolar AS berada di kisaran 98,37.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10120.0003+0.03%6:29 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29120.00000.00%6:29 PM
Yen (USD-JPY)109.520.01+0.01%6:29 PM
Yuan (USD-CNY)14,091.50-3.50-0.02%3:58 AM
Rupiah (USD-IDR)14,091.50-3.50-0.02%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 28/11/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate di pasar spot Eropa dan AS hingga dini hari tadi bergerak cenderung menguat di tengah pasar yang tipis karena libur Thanksgiving di AS. Investor mengamati perkembangan hubungan AS-China yang memanas setelah Washington merilis UU yang mendukung para pemrotes di Hongkong. Namun sebaliknya, harga minyak Brent bergerak melemah, para analis memperkirakan memperkirakan OPEC + akan berhati-hati untuk menambah pengurangan produksinya pada pertemuan 6-7 Desember nanti di Wina.

  • Harga minyak WTI naik 0,22% menjadi USD58,18.

  • Harga minyak Brent turun 0,2% menjadi USD63,92.
Harga emas bergerak sedikit menguat, pada Kamis kemarin, para investor mulai membeli kembali emas sebagai aset safe haven di tengah memanasnya kembali hubungan AS-China terkait demonstrasi Hongkong. 

Namun pergerakan harga emas cenderung stagnan karean libur Thanksgiving di AS.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.455,63 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,1% menjadi USD1.454,80.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author