Bursa Sore: Fluktuatif Sepanjang Sesi, IHSG Finis Melemah

Bursa Sore: Fluktuatif Sepanjang Sesi, IHSG Finis Melemah

Posted by Written on 27 November 2019


Ipotnews - Fluktuati sepanjang sesi, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) finis di zona merah pada perdagangan hari Rabu (27/11). Indeks turun tipis -4 poin (-0,05 persen) ke level 6.023.

Indeks LQ45 +0,25% ke 961. Indeks IDX30 +0,42% ke level 525. Indeks IDX80 +0,16% ke 135. Indeks JII +0,20% ke posisi 667. Indeks Kompas100 +0,04% ke 1.212. Indeks Sri Kehati -0,04 persen ke 380. Indeks SMInfra18 +0,09 persen ke level 311.

Pasar saham regional bergerak ke zona positif setelah muncul pemberitaan yang memperkirakan the Fed akan mempertahankan suku bunga rendah. Sementara IHSG akhirnya berakhir melemah setelah fluktuatif selama sesi perdagangan. Pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa tim negosiasi AS dan China mendekati penandatangan kesepakatan perdagangan juga jadi penunjang laju bursa regional.

Saham-saham teraktif: MNCNMAMIIPTVJSKYPURETLKMTOWR

Saham-saham top gainers LQ45: BRPTCPINMEDCSRILINKPPGASGGRM

Saham-saham top losers LQ45: SMGRBBNIBMRI,CTRAHMSPAKRAKLBF

Nilai transaksi mencapai Rp7,29 triliun. Volume trading sebanyak 111,43 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp397,70 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,07 persen ke level Rp14.090 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak menguat pada perdagangan hari Rabu (27/11) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiator AS dan China hampir menandatangani kesepakatan perdagangan fase awal. Sementara ekspektasi the Fed mempertahankan suku bunga rendah mendukung sentimen.

"Kesepakatan perdagangan semakin mungkin sebagaimana pernyataan Presiden Trump," kata Tai Hui, Analis pada JP Morgan Asset Management seperti dikutip CNBC.

Menurut dia, kedua belah pihak memiliki insentif mendorong kesepakatan perdagangan fase satu. Ke arah kesepakatan fase dua, fase tiga akan semakin sulit. "Tetapi mengingat kita berada dalam siklus mikro, Saya berpikir bahwa AS pun komitmen kuat setidaknya tidak meningkatkan ketegangan lebih jauh," tambahnya.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) menguat 0,35 persen.

Market saham China fluktuatif dan berakhir melemah. Indeks Shenzhen Component terkoreksi -0,3 persen ke 9.648. Indeks Shenzhen Composite drop -0,227 persen ke level 1.602. Penguatan market China terjadi setelah data yang dirilis menunjukkan laba industri di China turun 9,9 persen (YoY).

Sementara di bursa saham Hong Kong, Indeks Hang Seng bergerak menguat. Saham unggulan Alibaba (Asal China) yang listing di bursa Hong Kong naik tajam 2,99 persen.

Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat saat akhir sesi. Sementara Indeks Topix bangkit 0,31 persen ke level 1.710.
Sedangkan di bursa saham Korsel, Indeks Kospi naik 0,31 persen ke 2.127. Sementara Indeks S&P/ASX 200 (Australia) menguat 0,93 persen ke level 6.850.
Indeks dolar AS naik tipis ke level 98,355 dibanding sesi sebelumnya di posisi 98,3.
Nilai tukar yen melemah ke posisi 109,16 terhadap USD dibanding posisi sesi kemarin di 108,9 yen.
Dolar Australia mendaki ke level $0,678 dibanding sesi sebelumnya di level $0,6769.
Indeks Nikkei (Jepang) +0,28% ke level 23.437.
Indeks Shanghai (China) -0,13% ke posisi 2.903.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,15% pada level 26.954.
Indeks STI (Singapura) +0,19% ke level 3.213.

Bursa Eropa
Market saham Eropa menghijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (27/11) pagi waktu setempat. Para investor berada di jalur suasana positif sehubungan perundingan dagang AS-China.
Indeks DAX (Jerman) +0,37% pada posisi 13.284.
Indeks FTSE (Inggris) +0,34% di level 7.428.
Indeks CAC (Perancis) +0,26% ke posisi 5.944.

Oil
Harga minyak melorot di sesi sore pada perdagangan hari Rabu (27/11) menyusul rilis data yang menunjukkan stok minyak AS secara mengejutkan naik. Namun harapan seputar sinyal kesepakatan perdagangan fase I AS-China mencegah pelemahan harga minyak lebih tajam.
Minyak Brent turun 9 sen ke harga USD64,18 per barel (07:25 GMT). Sedangkan minyak WTI drop 12 sen ke level USD58,29 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author