Bursa Pagi: Pelemahan Global Balik Arah di Asia, Konsolidasi IHSG Berpeluang Rebound

Bursa Pagi: Pelemahan Global Balik Arah di Asia, Konsolidasi IHSG Berpeluang Rebound

Posted by Written on 22 November 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (22/11), bursa saham Asia dibuka menguat berusaha menstabilkan tekanan penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah ketidakjelasan kelanjutan perundingan dagang AS-China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,06%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,5%, di tengah tekanan turun harga saham Westpac. Regulator anti pencucian uang dan terorisme mendenda saham perusahaan pemberi pinjaman itu. Indeks berlanjut melaju 0,51% (34,30 poin) ke level 6.707,20 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang indeks Nikkei 225, Jepang naik 0,38% (87,45 poin) menjadi 23.126,03, setelah dibuka menguat 0,18%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka cenderung mendatar di kisaran level 2.095, dan berlanjut meningkat 0,29% ke posisi 2.102,62.

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,45% (118,00 poin) ke posisi 26.584,88 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,09% menjadi 2.906,24.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks saham acuan di bursa saham global dan regional yang berbeda arah, setelah gagal masuk ke teritori positif pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melorot 061% ke level 6.117. Investor asing mencatatkan aksi jual sebesar Rp404,48 miliar. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange juga turun 0,60% menjadi USD24,71.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan berkutat di rentang konsolidasi dengan kecenderungan menguat. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks cenderung terkonsolidasi dengan memperlihatkan adanya potensi rebound. 

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor terkait ketidakpastian kesepakatan dagang AS-China diprediksi akan memberikan sentimen negatif bagi indeks. Selain itu melemahnya beberapa harga komoditas seperti CPO dan emas juga diprediksi akan menambah katalis negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 6.090 dan resistance di level 6.145. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: WTON (Buy, Support: Rp422, Resist: Rp446), MEDC (Buy, Support: Rp650, Resist: Rp675), 

    BTPS (Buy, Support: Rp3.850, Resist: Rp3.950), INCO (Buy, Support: Rp3.200, Resist: Rp3.460).

  • ETF: XIHD ( SELL , Support: Rp487, Resist: Rp493), XISR ( SELL , Support: Rp391, Resist: Rp396), 

    XBNI ( SELL , Support: Rp1.075, Resist: Rp1.093).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, investor merespon laporan terbaru seputar perang perdagangan Amerika Serikat-China. Wakil Perdana Menteri China Liu He dikabarkan mengundang Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin ke Beijing untuk bernegosiasi lebih lanjut. Namun tidak jelas apakah negosiator AS menerima undangan Liu. Di pihak lian, kedua negara dikabarkan berada di "ambang pintu" untuk mencapai kesepakatan. Sementara itu, Senator AS Marco Rubio mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump akan menandatangani RUU yang dimaksudkan untuk mendukung demonstran di Hongkong, yang memicu Beijing untuk menuduh AS mencampuri urusan dalam negerinya.

Boeing dan Procter & Gamble menjadi pecundang terbesar dalam komponen Dow, masing-masing anjlok lebih dari 1%. Saham TD Ameritrade melonjak 17% sementara saham Schwab melesat lebih dari 8%, setelah sebuah sumber mengatakan bahwa Charles Schwab sedang dalam pembicaraan untuk membeli TD Ameritrade. Saham Macy's anjlok 2,3% setelah rantai  department store  melaporkan penurunan penjualan pada kuartal ketiga .

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,22% (-54,8 poin) menjadi 27.766,29.

  • S&P 500 menyusut 0,16% (-4,92 poin) ke posisi 3.103,54.

  • Nasdaq Composite Index berkurang 0,24% (-20,52 poin) ke level 8.506,21.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup turun karena memanasnya hubungan AS-China terkait Hongkong. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan Beijing "mengutuk dan dengan tegas menentang" RUU AS yang mendukung demonstran pro-demokrasi Hong Kong. Perkiraan yang dikeluarkan Komisi Eropa menunjukkan kepercayaan konsumen di zona euro antara Oktober dan November sedikit naik.

Indeks STOXX600 menyusut 0,4% menjadi 402,22, dipimpin kejatuhan harga saham sektor sumber daya dasar hingga 1,5%, sementara saham otomotif ditutup di atas garis datar. Saham Thyssenkrupp anjlok hampir 14%, dan Royal Mail anjlok 14% setelah melaporkan kinerja keuangannya. Perusahaan utilitas Inggris, Centrica, melejit 9% dan Direct Line melonjak 6,3% setelah pembaruan perdagangan kuartal ketiga yang positif.

  • FTSE 100 London turun 0,33% (-23,94 poin) menjadi 7.238,55.

  • DAX 30 Frankfurt berkurang 0,16% (-20,44 poin) ke posisi 13.137,70.

  • CAC 40 Paris melemah 0,22% (-12,82 poin) ke level 5.881,21.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, investor fokus pada perkembangan perang dagang AS-China di tengah ketidakjelasan apakah Washington dan Beijing dapat menyelesaikan setidaknya sebagian kesepakatan. South China Morning Post menyebutkan  AS dapat menunda tarif impor China bahkan jika kesepakatan belum tercapai pada 15 Desember. Kabar lain menyebutkan Wakil PM China Liu He mengatakan "sangat optimistis" bisa mencapai kesepakatan fase pertama. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,07% menjadi 97,999.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10640.0005+0.05%6:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29170.0003+0.02%6:27 PM
Yen (USD-JPY)108.60-0.03-0.03%6:27 PM
Yuan (USD-CNY)7.0324-0.0066-0.09%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,091.50-3.00-0.02%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 21/11/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, melonjak lebih dari 2%. OPEC + dikabarkan kemungkinan akan memperpanjang pemangkasan produksi hingga pertengahan 2020 pada pertemuan 5 Desember mendatang di Wina. China diberitakan mengundang negosiator perdagangan AS untuk putaran pembicaraan yang baru. Kementerian Perdagangan China mengatakan akan berusaha mencapai kesepakatan perdagangan awal dengan AS dan kedua belah pihak menjaga saluran komunikasi tetap terbuka.

Pasar juga merespon peringatan OECD yang menyebutkan bahwa perekonomian dunia saat ini terbebani oleh konflik perdagangan, lemahnya investasi bisnis, dan ketidakpastian politik yang terus berlanjut. BNP paribas menaikkan prakiraan harga minyak 2019 dan 2020, dengan mengacu kepada peningkatan produksi kilang minyak sehubungan dengan akan adanya peraturan baru tentang pengapalan minyak.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,57 (2,5%) menjadi USD63,97 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 2,8% menjadi USD58,58 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup turun menyusul laporan bahwa China mengundang negosiator AS untuk putaran perundingan yang baru. Respon yang beraga tentang kemajuan perundingan dagang AS-China membatasi kejatuhan harga emas. Aksi unjuk rasa yang semakin keras di Hongkong menentang kebijakan China selama beberapa bulan dan pengesahan RUU AS yang mendukung demonstrasi tersebut berpotensi melemahkan upaya untuk mengamankan kesepakatan perdagangan.

Harga logam lainnya; palladium tergelincir 0,3% menjadi USD1.760,76 per ounce, perak melemah 0,3% menjadi USD17,08, dan platinum turun 0,3% menjadi USD914,36.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi USD1.464,43 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,7% menjadi USD1.463,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author