Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, Membayangi Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, Membayangi Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 18 November 2019


Ipotnews - Mengawali pekan ketiga November, Senin (18/11) bursa saham Asia dibuka cenderung melemahInvestor menunggu perkembangan lebih lanjut perundingan perdagangan AS-China, yang akhir pekan lalu berhasil mendongkrak indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Investor juga mencermati perkembangan di Hongkong. Indeks MSCI Asia ex-Jepang melemah 0,05%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,4%,sebagian besar sektor tergelincir ke zona merah. Indeks bergerak melorot 0,60% (-40,80 poin) ke level 6.752,90 pada pukul 8:15 WIB. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,13%, dan berlanjut turun 0,26% ke posisi 2.156,52

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat tipis 0,09% (21,65 poin) ke posisi 23.324,97, setelah dibuka naik tipis di kisaran level 23.290, dan Topix bergerak mendatar, di tengah pelemahan yen terhadap dolar AS. Saham Z Hodings - Yahoo Jepang - dan Line masing-masing naik lebih dari 1% dan 2% setelah menyatakan merjer.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,44% (115,73 poin) ke level 26.442,39 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,06% menjadi 2.889,55.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang berbeda arah, setelah berhasil mengakhiri pekan lalu dengan mencatatkan kenaikan 0,4% menjadi 6.128. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,55% menjadi USD24,87.

Sejumlah analis berpendapat, pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan proses kenaikan jangka pendek didukung sentimen positif rilis sejumlah data ekonomi. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya indikasi penguatan lanjutan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, optimisme investor setelah penasihat ekonomi AS mengatakan bahwa AS dan China semakin dekat untuk mencapai kesepakatan dagang diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks.

Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah serta beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan batu bara juga diprediksi akan menambah katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 6.100 dan resistance di level 6.155.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBRI (Buy, Support: Rp4.000, Resist: Rp4.180), CTRA (Buy, Support: Rp1.030, Resist: Rp1.100), 

    MNCN (Buy, Support: Rp1.390, Resist: Rp1.425), MAPI (Buy, Support: Rp1.040, Resist: Rp1.090).

  • ETF: XIIT (Buy, Support: Rp540, Resist: Rp552), XIIC (Buy, Support: Rp1.103, Resist: Rp1.118), 

    XDIF (Buy, Support: Rp484, Resist: Rp493).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, Indeks Dow Jones reli ke rekor tertinggi menyentuh level 28.000 untuk pertama kalinya, setelah menembus 27.000 empat bulan sebelumnya. 

Penasehat ekonomi pemerintah AS Larry Kudlow ,mengatakan China dan AS semakin dekat untuk mencapai kesepakatan perdagangan. Para investor juga mencerna data konsumen AS. Penjualan ritel tumbuh 0,3% pada Oktober, melampaui estimasi 0,2%.

Saham Apple memimpin kenaikan di deretan emiten Dow Jones, naik lebih dari 30% sejak 11 Juli lalu, dan Intel, JP Morgan, United Technologies, dan Home Depot reli lebih dari 10%. Secara mingguan Dow Jones naik 1,2%, S&P 500 menguat 0,9% dan Nasdaq bertambah 0,8%. Saham-saham sensitif isu perdagangan, seperti Caterpillar, Boeing, Apple dan Micron Technology semuanya naik setidaknya 1,2%.

  • Dow Jone Industrial Average melaju 0,80% (222,93) ke level 28.004,89.

  • S&P 500 meningkat 0,77% (23,83 poin) ke posisi 3.120,46.

  • Nasdaq Composite naik 0,73% (61,81 poin) menjadi 8.540,83.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu dengan mencatatkan kenaikan, memasuki pekan keenam berturut-turut, menyusul komentar bernada bullish dari pejabat Gedung Putih terkait pembicaraan perdagangan AS-China. Indeks STOXX 600 naik 0,4% menjadi 406,04, mendekati level tertinggi empat tahun yang dicapai pekan lalu, dipimpin kenaikan harga saham sektor teknologi dengan kenaikan. Kenaikan sektor ini juga terkait proyeksi optimis untuk kuartal pertama 2020. Saham AP Moller-Maersk naik tertinggi setelah manajemen Maersk menyatakan bahwa perusahaannya berada pada jalur peningkatan marjin keuntungan meski ekonomi global tidak pasti.

Kabar dan rencana Partai Buruh Inggris akan menasionalisasi jaringan penyedia telekomunikasi BT jika memenangkan pemilu, menekan harga saham BT 1%, sementara Vodafone dan Talktalk masing-masing turun 3%. Rilis data belanja konsumen Inggris periode Oktober menimbulkan dugaan bahwa perekonomian Inggris kehilangan momentum menjelang pemilu Desember. Sementara itu, laju inflasi zona euro pada Oktober melambat menjadi 0,7% , dari 0,8% pada September. Surplus perdagangan pada September naik menjadi 18,7 miliar euro, dari 12,6 miliar euro pada September 2018.

  • FTSE 100 London bertambah 0,14% (10,18 poin) menjadi 7.302,94.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,47% (61,52 poin) ke posisi 13.241,75.

  • CAC 40 Paris melaju 0,65% (38,19 poin) ke level 5.939,27.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup melemah, sejalan dengan munculnya optimisme penuntasan pakta perdagangan "fase satu" dalam perundingan dagang AS-China. Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan ada kemungkinan yang sangat tinggi AS akan mencapai akhir kesepakatan perdagangan fase satu dengan China, namun ia tidak menyebutkan apakah kesepakatan akan tercapai sebelum penerapan kenaikan tarif impor barang China yang akan berlaku pada 15 Desember.

Dolar AS turun terhadap euro dan poundsterling, namun menguat terhadap yen Jepang, dan franc Swiss. Mata uang  safe-haven  menguat  pada pekan ini karena kerusuhan politik di Hong Kong. Beberapa analis berpendapat rilis data China yang suram pada awal pekan ini, rilis data ekonomi AS yang hampir tidak menunjukkan adanya ekspansi, memperkuat harapan untuk segera tercapainya kesepakatan. Rilis data penjualan ritel AS pada Oktober rebound tetapi konsumen mengurangi pembelian barang rumah tangga dan pakaian, menimbulkan pertanyaan tentang kekuatan konsumen yang saat ini menopang ekonomi AS. Indeks dolar AS turun 0,17% menjadi 97,999.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.10510.0029+0.26%
Poundsterling (GBP-USD)1.28970.0015+0.12%
Yen (USD-JPY)108.800.38+0.35%
Yuan (USD-CNY)7.0094-0.0114-0.16%
Rupiah (USD-IDR)14,076.50-11.00-0.08%

Sumber : Bloomberg.com, 15/11/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges menutup pekan lalu dengan kenaikan hampir 2%, merespon komentar pejabat tinggi AS tentang optimisme kesepakatan perdagangan AS-China, membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Tetapi kekhawatiran terhadap peningkatan pasokan minyak mentah membatasi laju harga. Laporan bulanan Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pertumbuhan pasokan non- OPEC akan melonjak menjadi 2,3 juta barel per hari (bph) tahun depan, dari 1,8 juta bph pada 2019.

Sementara itu, Badan Informasi Energi AS memperkirakan produksi minyak AS akan terus meningkat mencapai rekor 13 juta bph pada bulan ini dan akan tumbuh lebih dari yang diharapkan pada 2019 dan 2020. Sebelumnya Sekjen OPEC Mohammad Barkindo mengatakan pertumbuhan produksi oleh produsen kompetitor AS akan melambat pada tahun 2020. OPEC mengatakan permintaan minyak mentah rata-rata akan mencapai 29,58 juta bph tahun depan, dengan surplus sekitar 70.000, 1,12 juta bph lebih rendah dari tahun 2019.

  • Harga minyak mentah Brent naik USD 1,03 (1,7%), menjadi USD 63,31 per barel.

  • Harga minyak mentah WTI naik 95 sen (1,7%), menjadi USD 57,72 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu tergelincir, karena pasar saham mencapai rekor tertinggi setelah komentar dari pejabat AS bahwa kemajuan sedang dibuat pada perjanjian perdagangan "fase satu" dengan China. Harga emas mundur dari level tertinggi satu minggu yang dicapai pada hari Kamis, tetapi masih menguat 0,6% secara mingguan.

Harga logam berharga lainnya, seperti perak turun 0,4% menjadi USD 16,95 per ounce, tetapi berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 0,9%. Platinum naik 1,2% menjadi USD 891,1, naik 0,5% secara mingguan, dan palladium turun 1,4% ke USD 1,713.11 per ounce, penurunan mingguan kedua berturut-turut sekitar 1,7%.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD 1,466.78 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,3% menjadi USD 1,468.50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner

comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author