Bursa Sore: IHSG Akhir Pekan Menanjak ke Zona Aman

Bursa Sore: IHSG Akhir Pekan Menanjak ke Zona Aman

Posted by Written on 15 November 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bangkit dari zona merah pada finis perdagangan hari Jumat (15/11). Indeks menguat +29 poin (+0,48 persen) ke level 6.128.

Indeks LQ45 +1,12% ke 975. Indeks IDX30 +1,15% ke level 531. Indeks IDX80 +0,97% ke 138. Indeks JII +0,51% ke posisi 680. Indeks Kompas100 +0,73% ke 1.237. Indeks Sri Kehati +0,86 persen ke 384. Indeks SMInfra18 +1,12 persen ke level 319.

IHSG menguat setelah BPS mengumumkan angka neraca perdagangan periode Oktober 2019 yang surplus. Ekspor periode Oktober sebesar USD14,93 miliar. Sedangkan impor di periode yang sama sebesar USD14,77 miliar.

Saham-saham teraktif: MAMIMNCNTCPIPUREPSABRIMOBRPT

Saham-saham top gainers LQ45: BRPTBBTNCTRAWIKABBRIJSMRPWON

Saham-saham top losers LQ45: UNTRBTPSHMSPAKRAASIIGGRM,ERAA

Nilai transaksi mencapai Rp6,01 triliun. Volume trading sebanyak 113,38 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp64,74 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat +0,09 persen ke level Rp14.068 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia ke zona hijau pada perdagangan hari Jumat (15/11), didorong oleh pernyataan Pemerintah AS bahwa Washington dan Beijing hampir mencapai kesepakatan perdagangan. Hal ini menghidupkan kembali harapan perang tarif impor mungkin akan berakhir.

Seperti diberitakan Reuters, pada hari Kamis pekan ini, Penasehat ekonomi pemerintah AS, Larry Kudlow mengatakan AS semakin dekat dengan mengikat perjanjian dagang dengan Beijing, memberikan perangsang kepercayaan investor.

"Pasar ingin percaya bahwa akan ada semacam resolusi untuk masalah ini, setidaknya semacam gencatan senjata abadi, meskipun pengalaman 18 bulan terakhir tidak memberikan banyak alasan untuk kenyamanan," ujar Shane Oliver, Analis pada AMP Capital di Sydney seperti dikutip Reuters.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) bangkit menguat +0,62 persen.

Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat saat akhir sesi. Sementara Indeks Topix juga bergerak positif sebesar +0,67 persen. Sedangkan di bursa saham Korsel, Indeks Kospi menguat 0,83 persen seiring penguatan saham unggulan SK Hynix yang naik 1,92 persen.

Pasar saham Hong Kong juga ke zona hijau. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong berhasil bangkit. Saham unggulan di bursa Hong Kong, AIA naik 1 persen.
Market saham China melemah saat ujung sesi. Indeks Shenzhen Component turun -0,20 persen. Indeks Shenzhen Composite melorot pula -0,335 persen.
Sementara Indeks S&P/ASX 200 (Australia) menguat sebesar 0,87 persen. Subindeks finansial menjadi sektor pendukung setelah menguat 0,51 persen.
Indeks dolar AS melemah ke level 98,136 dibanding sesi sebelumnya di posisi 98,37.
Nilai tukar yen ke posisi 108,57 terhadap USD atau menguat dibanding posisi sesi kemarin di 109,2 yen.
Dolar Australia ke level $0,6794 atau melemah dibanding sesi sebelumnya di level $0,68.
Indeks Nikkei (Jepang) +0,70% ke level 23.303.
Indeks Shanghai (China) -0,64% ke posisi 2.891.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,01% pada level 26.326.
Indeks STI (Singapura) +0,07% ke level 3.234.

Eropa
Market saham Eropa menguat saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (15/11) pagi waktu setempat. Para trader mencermati nada-nada optimistis dari Pemerintah AS terkait prospek kesepakatan perdagangan antara AS dan China.
Indeks DAX (Jerman) +0,43% pada level 13.237.
Indeks FTSE (Inggris) +0,44% ke posisi 7.324.
Indeks CAC (Perancis) +0,54% di level 5.932.

Oil
Harga minyak menguat pada sesi sore perdagangan hari Jumat (15/11) seiring prospek OPEC terhadap demand minyak pada tahun depan dipicu harapan organisasi tersebut dan aliansinya akan mempertahankan pembatasan pasokan pada meeting mereka bulan depan.
Minyak Brent naik 19 sen ke harga USD62,47 per barel (07:59 GMT). Sedangkan minyak WTI naik 21 sen ke level USD56,98 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author